09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

3 Jenis bakteri penyebab keracunan pada balita beserta gejalanya

KategoriKesehatan
Di lihat841 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Jenis-jenis bakteri penyebab keracunan makanan

Keracunan makanan dapat terjadi saat si kecil mengkonsumsi makanan atau minuman yang sudah tercemar oleh jenis bakteri atau virus tertentu. Setelah masuk kedalam sistem pencernaan, racun yang dibawa mikroorganisme tersebut dapat memicu reaksi keracunan dengan berbagai gejalanya. Ditinjau dari tanda-tanda yang muncul, sangat sulit untuk membedakan apakah keracunan tersebut diakibatkan kelompok bakteri atau virus.

Bakteri dan virus tersebut dapat masuk melalui makanan atau tangan yang tidak dicuci bersih. Saat terjadi keracunan biasanya si kecil dapat mengalami gejala-gejala seperti sakit perut, muntah, diare, pusing, sakit kepala, demam, mengigil, dan sakit otot. Gejala tersebut biasanya akan muncul setelah 2 – 48 jam setelah mengkonsumsi makanan yang menjadi penyebab keracunan dan akan bertahan selama 1-2 hari atau bahkan semakin memburuk jika tidak ditangani segera.

(Baca juga: Tips menjaga kebersihan badan si buah hati)

Guna memastikan penyebabnya dokter biasa melakukan tes terhadap feses, darah, dan sisa makanan yang diduga menjadi penyebabnya, tapi secara umum dokter jarang melakukan tes tersebut karena penanganan keracunan makanan hampir sama baik yang disebabkan oleh bakeri maupun virus.

Jenis-jenis bakteri penyebab keracunan makanan

1. E. Coli. Kelompok bakteri ini banyak terdapat pada kotoran hewan terutama sapi termasuk kotoran manusia. Bakteri E. Coli dapat mencemari makanan atau minuman saat bagian kecil dari kotoran tersebut terbang terbawa angin dan kontak dengan makanan. Mereka yang tidak mencuci bersih tangan setelah dari kamar mandi juga dapat membantu penyebaran jenis bakteri ini.

Saat menyerang, biasanya bakteri ini menimbulkan gejala diare yang disertai dengan bercak darah pada feses, sakit perut, dan jarang disertai dengan demam. Serangan E. coli sangat berbahaya jika menyerang bayi dan balita. Penanganan yang lambat dan tidak tepat dapat mengakibatkan kematian.

(Baca juga: 7 Langkah menjaga kehigienisan makanan si kecil)

2. Salmonella. Bakteri salmonella dapat ditemukan pada telur mentah atau setengah matang, inilah yang menyebakan kenapa si kecil sebaiknya tidak diberi telur setengah matang. Salmonella juga dapat ditemukan pada susu sapi dan seafood mentah. Beberapa jenis binatang peliharaan dari kelompok reptil seperti iguana, ular, kura-kura, dan kadal, dapat pula membawa jenis bakteri berbahaya ini.

Si kecil yang terserang Salmonella biasanya akan mengalami demam, sakit perut, dan diare. Bintik-bintik berwarna pink di bagian kulit sering juga menyertai gejala lainya. Saat Salmonella masuk kedalam aliran darah, kondisi ini akan sangat berbahaya dan dapat menimulkan resiko kematian jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat. Biasakan memasak sempurna bahan makanan termasuk telur, susu sapi segar, dan daging untuk menghindari bahaya keracunan Salmonella.

3. Campylobacter. Para ahli menggolongkan jenis bakteri ini sebagai penyebab paling umum dari keracunan makanan. Jenis bakteri ini dapat berasal dari daging unggas atau susu sapi segar yang tidak dimasak sempurna atau dari air yang tercemar.

Si kecil yang mengalami keracunan akibat Campylobacter ini dapat mengalami muntah, pusing, diare, sakit perut, dan demam. Gejala-gejala tersebut biasanya akan bertahan selama 2-5 hari, dalam beberapa kasus bahkan sampai 10 hari.

(Baca juga: Apa kata ahli agar si kecil tak gampang sakit?)

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika ayah bunda menduga si kecil mengalami keracunan makanan, segera bawa mereka ke dokter terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis. Ayah bunda juga harus sigap menemui dokter jika si kecil mengalami:

  • Demam dengan suhu 39.4 oC atau lebih
  • Muntah-muntah selama lebih dari tiga hari
  • Terdapat bercak darah pada feses atau muntahnya
  • Terjadi pembengkakan atau perut terasa keras jika ditekan
  • Muncul tanda-tanda dehidrasi termasuk telapak tangan dan kaki terasa lebih dingin dan berubah warna, susah tidur, dan lebih rewel.
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru