09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

3 Penyebab ganguan pendengaran akut dan ketulian pada anak-anak

KategoriKesehatan
Di lihat972 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Penyebab gangguan pendengaran dan ketulian pada anak

Ada temuan data yang cukup mengejutkan mengenai jumlah gangguan pendengaran termasuk ke-tulian di Indonesia. Menurut Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (KOMNAS PGPTK) angka gangguan pendengaran di negara kita mencapai 16,8% sedangkan angka ketulian mencapai 0,4% dengan mayoritas penderita adalah anak usia 7-9 tahun. Angka tersebut tergolong tinggi di wilayah Asia Tenggara. Disamping itu, disebutkan pula  bahwa diperkirakan setiap tahunya ada sekitar 5200 bayi yang terlahir dalam kondisi tuli.

Dampak gangguan pendengaran dan ketulian pada anak-anak.

Munculnya gangguan pendengaran atau bahkan ketulian diusia bayi atau balita digolongkan sebagai gangguan serius. Jika tidak ditangani secara khusus kondisi tersebut dapat berimbas pada terganggunya proses perkembangan berkomunikasi si kecil, yang dipercaya mulai terbentuk dibeberapa tahun pertama paska kelahiran. Secara lebih lanjut, gangguan organ pendengaran tersebut dapat berimbas pada terganggunya perkembangan kognitif, motorik, dan skil sosial si kecil.

(Baca juga: 7 Cara melatih ketajaman penglihatan si kecil)

Tanda-tanda gangguan pendengaran pada bayi relatif sulit untuk diidentifikasi tanpa bantuan ahli, sehingga mayoritas gangguan pendengaran baru dapat terdeteksi saat si kecil menginjak usia 2 tahun. Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, beragam tes untuk mendeteksi ketulian sejak dini sudah tersedia. Jika ayah bunda menduga si kecil mengalami kondisi tersebut, segera temui dokter untuk mendapatkan pememeriksaan lebih lanjut.

Penyebab gangguan pendengaran dan ketulian pada anak

Menurut situs WebMD.com,  si kecil dapat mengalami kondisi gangguan pada organ pendengaran karena beberapa hal, diantaranya adalah:

1. Infeksi telinga bagian dalam (Otitis Media). Sebagian orang indonesia mengenal kondisi ini dengan istilah ‘congek’, yaitu infeksi pada daerah telinga bagian tengah yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Infeksi tersebut dapat terjadi saat terkumpulnya cairan dibelakang gendang telinga. Pada anak kecil, cairan tersebut dapat muncul karena bagian-bagian telinga masih belum berkembang sempurna. Untuk informasi lebih detail mengenai infeksi telinga bagian dalam, silahkan mengunjungi link berikut ini.

2. Bawaan sejak lahir. Beberapa anak terlahir dengan gangguan pendengaran atau keadaan tuli. Para ahli menduga hal ini disebabkan oleh faktor genetis atau keturunan. Ganguan telinga bawaan dapat pula dipicu olek kelainan medis seperti diabetes atau toxemia pada ibu yang sedang mengandung. Bayi yang terlahir prematur mempunyai resiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan pendengaran atau ketulian.

3. Penyebab lainya. Beragam kondisi dapat memicu gangguan pada indra pendengaran si kecil termasuk diantaranya adalah serangan penyakit meningitis atau radang selaput otak, campak, cacar air, radang otak, benturan keras di daerah kepala, terpapar suara keras (diatas 80 db) dalam waktu lama, dan bertumpuknya kotoran telinga.

(Baca juga: Cara menguji pendengaran balita ayah bunda)

Gejala-gejala si kecil mengalami gangguan pendengaran atau ketulian

Beberapa gejala yang dapat muncul saat si buah hati mengalami gangguan pada organ pendengaranya adalah:

  • Kurang atau tidak merespon pembicaraan ayah bunda
  • Tidak bereaksi pada suara yang cukup keras
  • Sering membuat suara datar, sederhana dan berujung pada suara tinggi
  • Terganggunya kemampuan berbicara
  • Menonton televisi dari jarak yang sangat dekat
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru