09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

3 Tips alami untuk mengatasi dengkuran pada bayi

KategoriBayi
Di lihat27010 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

kenapa bayi mendengkur dan bagaimana cara menghilangkanya?

Bayi seringkali mengeluarkan suara-suara mirip dengkuran. Hal ini terjadi karena saluran pernafasan bayi masih sempit dan berisi banyak cairan. Suara dengkuran tersebut adalah bunyi yang dibuat oleh selaput dan cairan di saluran pernafasan yang bergetar ketika si kecil bernafas.

Penyebab bayi mendengkur

Suara dengkuran ketika bayi bernafas biasanya akan hilang dengan sendirinya saat si kecil cukup besar dan bisa menelan air ludahnya sendiri. Akan tetapi, adanya suara dengkuran terkadang berarti saluran pernafasan bayi sedang tidak bersih. Bila di saluran pernafasan terdapat banyak sumbatan, maka udara tidak akan bisa lewat dengan lancar sehingga timbul suara mirip dengkuran. Bila ini terjadi, beberapan tips di bawah ini bisa membantu.

Baca juga: Info seputar eksim pada anak

Tips meredakan dengkuran bayi

1. Bila hidung si kecil seperti tersumbat, semprotkan sedikit larutan garam fisiologis yang dapat diperoleh di apotik pada saluran hidung mereka sekali sehari. Larutan garam tersebut dapat membantu melancarkan saluran pernafasan bayi yang tersumbat. Gunakan juga nasal aspirator untuk mengeluarkan sumbatan di saluran pernafasan dengan lembut.

2. Berdiri di depan shower air hangat bersama si kecil, atau gunakan bak berisi air hangat. Udara yang lembab di sekitar shower bisa mengurangi sumbatan di saluran pernafasan bayi. Lakukan ini setiap si kecil akan tidur karena saluran pernafasan yang tersumbat biasanya akan sangat mengganggu ketika tidur. Di kamar si kecil, gunakan pelembab udara, terutama ketika udara kamar sedang kering.

3. Singkirkan benda-benda yang bisa memicu alergi pada si kecil dari kamar tidur, misalnya benda-benda yang mungkin menjadi sarang debu atau benda-benda yang ada bulu hewannya.

Baca juga: Tips agar si kecil bebas cacingan

Ketika si kecil sudah lebih besar suara dengkuran akan berkurang dan mungkin berubah menjadi suara yang lebih halus, terutama muncul ketika si kecil sedang tumbuh gigi karena produksi saliva sedang banyak-banyaknya.

Kapan ayah bunda harus hawatir?

Bila suara dengkuran tetap keras dan tidak berkurang, berarti ada gangguan lain. Amati suara dengkuran bayi hari demi hari, kalau perlu direkam. Bila suara dengkuran tak kunjung membaik, ada baiknya ayah dan bunda menghubungi dokter untuk memperoleh saran yang tepat. Dokter biasanya akan memeriksa pola nafas bayi ketika tidur dan mengecek saluran pernafasannya, apakah ada sumbatan atau kelainan pada saluran nafas.

Ada beberapa kasus dimana tulang antar lubang hidung condong ke satu sisi hidung sehingga menghalangi saluran nafas. Selain masalah pada tulang saluran hidung, suara mendengkur bisa juga disebabkan oleh tonsil yang membesar. Kasus yang terakhir ini biasa terjadi pada balita yang sudah lebih besar dan jarang terjadi pada bayi yang baru lahir. Dokter juga akan memeriksa saluran tenggorokan bayi, untuk mengetahui apakah ada masalah padanya.

Baca juga: 5 Makanan untuk kesehatan gigi si kecil

Setelah memeriksa saluran tenggorokan, dokter akan mengamati nafas bayi. Terkadang nafas bayi mengindikasikan adanya laryngomalacia, yaitu kelainan pada kartilago (tulang rawan) yang berfungsi membuka saluran nafas. Pada kasus laryngomalacia, tulang rawan tersebut belum tumbuh dengan sempurna dan menyebabkan suara mendengkur ketika si kecil bernafas. Gangguan ini biasanya hilang dengan sendirinya setelah si kecil berumur sekitar 6 bulan ketika saluran pernafasannya lebih sempurna. Akan tetapi, kasus ini tidak terjadi pada kebanyakan bayi.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru