09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

4 Hal penting seputar hewan peliharaan saat bunda hamil

KategoriKehamilan
Di lihat780 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

apakah hewan peliharaan bahaya terhadap kehamilan bunda?

Untuk menjalani kehamilan yang sehat bagi bunda maupun janin, dibutuhkan berbagai penyesuaia yang salah satunya yang berkaitan dengan hewan peliharaan di rumah. Beberapa keluarga memiliki hewan peliharaan di rumah seperti kucing, anjing, reptil, atau hamster dan merasa khawatir akan dampaknya terhadap kehamilan.

Untungnya, ternyata ayah bunda tidak perlu menyingkirkan hewan-hewan peliharaan tersebut dari rumah selama masa kehamilan. Selama memperhatikan faktor-faktor berikut ini, memelihara hewan di rumah selama masa kehamilan tidaklah menjadi masalah.

Baca juga: Tips meredakan nyeri saat menyusui

1. Kotoran hewan

Hati-hati dengan kotoran hewan selama kehamilan. Kotoran kucing mungkin mengandung parasit yang bisa menyebabkan toksoplasmosis. Parasit ini dapat berpindah ke tubuh manusia, bahkan mempengaruhi janin di dalam kandungan melalui plasenta. Selama hamil, sebaiknya jangan melakukan tugas membersihkan kotoran hewan peliharaan.

Serahkan tugas tersebut kepada pasangan atau anggota keluarga lain. Untuk menjaga kesehatan janin dari parasit, perhatikan juga beberapa hal: jangan mengkonsumsi daging mentah atau setengah matang, gunakan sarung tangan ketika berkebun, dan cuci tangan dengan baik setelah mengolah daging hewan yang mentah.

2. Bulu hewan

Bila bunda memiliki alergi terhadap bulu hewan namun memelihara hewan di rumah, konsultasikan dengan dokter mengenai obat anti-alergi apa yang aman dikonsumsi selama kehamilan. Sebenarnya, kontak dengan hewan selama kehamilan juga memiliki dampak positif. Penelitian membuktikan bahwa bayi yang memiliki kontak sedini mungkin dengan hewan peliharaan memiliki resiko yang lebih kecil menderita alergi terhadap hewan.

Baca juga: Patokan nutrisi bagi ibu menyusui

3. Parasit dan virus

Hewan peliharaan yang termasuk golongan hewan pengerat seperti hamster bisa menjadi pembawa virus yang disebut Lymphocytic choriomeningitis (LCMV). Virus tersebut dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, bahkan kematian janin. Untuk menghindari infeksi virus berbahaya ini, hindari kontak dengan air liur, kotoran, urin, atau darah hewan-hewan pengerat. Jangan pula melakukan tugas membersihkan kandang hewan, dan sebisa mungkin pindahkan kandang hewan di tempat yang tidak terlalu sering bunda kunjungi selama masa kehamilan.

Hati-hati juga dengan hewan peliharaan dari golongan reptil. Hewan peliharaan yang termasuk golongan reptil, misalnya ular, kadal, dan kura-kura bisa menjadi pembawa bakteri berbahaya, misalnya Salmonella. Untuk itu, hindari kontak dengan hewan-hewan tersebut dan bila terpaksa melakukan kontak, segera cuci tangan dengan bersih setelahnya. Bersihkan pula permukaan-permukaan di rumah yang bersentuhan dengan hewan-hewan tersebut.

Baca juga: Bolehkah ibu menyusui mengkonsumsi obat?

4. Perilaku anjing

Secara umum anjing bukanlah hewan yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi kehamilan. Anjing peliharaan biasanya berperilaku baik dan tidak membahayakan kehamilan. Akan tetapi, berhati-hatilah dengan hal-hal yang sulit diprediksi, seperti bila anjing peliharaan yang berbadan besar tiba-tiba melompat ke badan bunda yang sedang mengandung. Bila anjing peliharaan di rumah memiliki kecenderungan terlalu bersemangat, fokuslah melatihnya untuk berperilaku lebih tenang.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru