09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

5 Gejala kolik pada bayi dan cara mengatasinya

KategoriBayi
Di lihat11115 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

cara meredakan tangisan kolik pada bayi

Beberapa bayi memiliki kebiasaan menangis yang cukup lama di siang hari, menjelang malam, atau di malam hari dua atau tiga minggu setelah kelahiran. Menurut situs babycenter, jika si kecil menangis lebih dari 3 jam, setidaknya terjadi tiga hari dalam sepekan, dan minimal terjadi dalam tiga pekan terakhir, mungkin mereka mengalami kolik. Para ahli mengatakan kolik bukanlah penyakit spesifik dan penyebabnya masih belum dapat diketahui hingga saat ini. Perilaku kolik bisa bertahan hingga si kecil berumur 3 hingga 4 bulan dan umumnya akan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan medis.

Gejala-gejala bayi kolik

Perilaku kolik bayi biasanya ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut.

1. Bayi tidak tenang menjelang malam. Biasanya, bayi kolik tidak tenang setelah menyusu di akhir siang atau menjelang malam. Beberapa bayi menjadi tenang setelah waktu menyusu selanjutnya. Namun, sebagian lainnya hanya tenang sebentar dan tak lama kemudian menangis kembali.

Baca juga: Saat tanah termakan si kecil

2. Tangisan bayi menjerit-jerit. Tangis bayi kolik biasanya menjerit-jerit, bukan hanya tangisan biasa. Mereka biasanya menarik kakinya ke arah perut sehingga menimbulkan kesan bahwa mereka sedang sangat kesakitan. Selain itu, wajah mereka juga biasanya meringis dan memerah.

3. Tangisan bayi sangat lama. Tangisan bayi kolik biasanya sangat lama, bisa sampai 3 atau 4 jam. Anda mungkin bisa menenangkannya sebentar dengan menggosok perutnya dengan lembut atau memberinya mainan yang menarik perhatian. Akan tetapi, mereka akan segera kembali menangis menjerit-jerit.

4. Tangisan terjadi tiap hari. Biasanya, bayi kolik akan menangis di waktu yang sama setiap hari dan perilaku ini biasanya tidak terjadi di waktu yang lain. Perilaku ini akan bertahan berminggu-minggu, biasanya hingga bayi berusia 4 bulan. Bila bayi menagis sepanjang hari, hal ini bukanlah kolik melainkan bisa jadi karena si kecil mengalami gangguan kesehatan. Bila ayah dan bunda mendapati tangisan bayi yang tidak sesuai dengan pola perilaku kolik, segera hubungi dokter.

5. Perilakun kolik akan berakhir. Setelah menangis menjerit-jerit setiap hari selama berminggu-minggu, bayi kolik akan berhenti dengan sendirinya. Perilaku tersebut biasanya tidak muncul kembali setelah berhenti. Bila tangisan muncul lagi di pagi hari atau sepanjang malam, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Baca juga: Tips menakar porsi makan si kecil

Penyebab kolik pada bayi

Kolik bukanlah suatu penyakit dan hingga hari ini banyak teori berbeda yang dikemukakan para ahli mengenai penyebabnya. Beberapa yang paling meyakinkan diantaranya:

1. Pola makan ibu. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa perilaku kolik berkaitan dengan pola makan ibu. Makanan yang diasup bunda sebagian akan dimakan oleh bayi melalui ASI. Ketidakcocokan dengan beberapa jenis makanan yang dimakan ibu disebut-sebut menyebabkan perilaku kolik pada bayi.

2. Perut yang penuh. Salah satu teori yang populer adalah bahwa bayi kolik bereaksi dengan sensasi rasa kenyang. Bayi kolik mungkin merasa terganggu dengan perutnya yang penuh dengan ASI atau gas sehingga bereaksi seakan-akan sedang kesakitan.

3. Nikotin dan Kafein. Terkadang kolik disebut-sebut sebagai akibat dari ibu yang mengkonsumsi terlalu banyak nikotin dan kafein. Bayi menyerap zat-zat tersebut melalui ASI. Tubuhnya berusaha keras untuk mencerna zat-zat tersebut sehingga menimbulkan reaksi kolik.

4. Sistem pencernaan yang belum sempurna. Ada juga teori yang menyebutkan bahwa perilaku kolik disebabkan sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Otot yang menggerakkan makanan di dalam sistem pencernaan belum bekerja dengan baik sehingga menyebabkan si kecil merasa terganggu dan bahkan sampai kesakitan.

5. Dugaan lain. Sebagian ahli perkembangan anak menduga kondisi kolik berkaitan dengan intolerasi komponen protein pada susu formula, akibat perubahan hormonal si kecil, perkembangan sistem syaraf bayi, dan acid reflux, yaitu kondisi dimana makanan dalam lambung yang sudah bercampur dengan asalm lambung kembali ke daerah kerongkongan.

Tips mengatasi kolik

Baca juga: Tips saat si kecil mengidap alergi telur

Meskipun penanganan kolik yang paling efektif belum ditemukan hingga saat ini, cara-cara berikut mungkin bisa membantu:

  • Bagilah tugas dengan pasangan atau anggota keluarga lain untuk merawat bayi kolik. Merawat bayi dengan perilaku kolik mungkin sangat melelahkan. Karenanya, gunakan waktu ketika si kecil sedang bersama anggota keluarga lain untuk beristirahat.
  • Beberapa orang mempercayai bahwa berpindah-pindah tempat dapat mengurangi rasa tidak nyaman bayi kolik. Karena itu, bawalah bayi ke luar rumah dan ke tempat-tempat lain di seputaran rumah. Alternatif lain, ajaklah bayi berkeliling dengan mobil.
  • Banyak ahli meyakini bahwa perilaku kolik pada bayi berkaitan dengan asupan gizi yang didapatkannya dari ASI. Karenanya, pola makan ibu menjadi sangat penting di sini. Kurangi konsumsi nikotin dan kafein. Bila bunda mendapati kemungkinan bayi tidak cocok dengan jenis makana lain, maka mintalah saran dari dokter.
  • Bila bayi sering menangis dengan pola yang tidak mirip seperti pola tangisan bayi kolik, atau jika perilaku kolik bertahan hingga usia bayi lebih dari 4 bulan, ayah dan bunda sebaiknya segera menghubungi dokter.
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru