09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

5 Penyebab berkurangnya cairan ketuban saat hamil

KategoriKehamilan
Di lihat8029 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

berikut adalah 5 penyebab berkurangnya cairan dalam kandungan beserta akibat yang ditimbulkan oleh kondisi ini

Selama masa kehamilan, janin berada di dalam kantung amnion (ketuban). Kantung tersebut berisi cairan yang disebut cairan amnion (cairan ketuban) yang berfungsi melindungi bayi, menyesuaikan temperatur sesuai kebutuhan janin, dan membantu perkembangan paru-paru serta sistem pencernaan.  Jumlah cairan amnion di dalam kantung amnion pada awal trimester ketiga kehamilan terus menerus meningkat hingga mencapai puncaknya pada minggu ke-37 (800 ml hingga 1000ml). Setelah minggu ke-37 jumlah cairan amnion akan menurun secara bertahap hingga hari persalinan tiba.

Baca juga: Tips agar produksi ASI selalu lancar

Penyebab berkurangnya air ketuban

Selama kehamilan, janin menelan cairan amnion dan mengeluarkannya kembali lewat urin. Melalui cara inilah cairan jumlah cairan amnion dalam kantung ketuban dikontrol. Jumlah cairan amnion harus dikontrol untuk memastikan janin berkembang dengan normal. Akan tetapi, kadangkala jumlah cairan amnion berkurang di bawah normal, atau biasa disebut olygohidramnios. Hal ini bisa  disebabkan beberapa hal, yaitu:

1. Kantung ketuban robek. Bila hal ini terjadi dokter akan meresepkan obat-obatan anti-infeksi. Bergantung usia kehamilan, dokter mungkin menganjurkan kelahiran terinduksi yaitu kelahiran dengan cara buatan melalui induksi. Bila tidak, kehamilan bunda akan dimonitor secara intensif.

2. Bayi mengalami masalah kesehatan. Kurangnya jumlah cairan amnion bisa dikarenakan janin tidak mengeluarkan cukup urin. Ini mungkin berarti janin mengalami gangguan pada organ ginjal, hati, atau memiliki kelainan kromosom.

Baca juga: Tips meredakan sakit saat menyusui

3. Gangguan pada plasenta. Penyakit-penyakit seperti pre-eclampsia, hipertensi, darah tinggi, dan lupus bisa mengganggu fungsi plasenta untuk menyalurkan darah dan nutisi kepada janin. Ini bisa menyebabkan menurunnya jumlah cairan amnion.

4. Pengaruh obat-obatan. Obat-obatan tertentu seperti obat untuk hipertensi dan anti-inflamasi bisa menyebabkan menurunnya jumlah cairan amnion.

5. Masalah pada kehamilan kembar identik. Bila bayi yang kembar identik berbagi plasenta, terkadang satu bayi mendapat darah lebih banyak dibanding bayi yang lain. Hal ini membuat bayi tersebut memiliki lebih banyak cairan amnion sedangkan bayi lainya lebih sedikit.

Gangguan kesehatan janin akibat berkurangnya air ketuban

Kurangnya jumlah cairan amnion dapat menyebabkan berbagai gangguan, bergantung pada usia kehamilan ketika hal ini terjadi.

  • Bila kurangnya cairan amnion terjadi pada trimester pertama hingga awal trimester kedua kehamilan, hal ini meningkatkan potensi keguguran. Akan tetapi hal ini jarang terjadi.
  • Bila kurangnya cairan amnion terjadi setelah pertengahan trimester kedua kehamilan, hal ini dapat mengganggu perkembangan paru-paru janin dan meningkatkan resiko bayi lahir prematur. Ubtuk itu, perkembangan bayi, termasuk detak jantungnya harus dimonitor secara intensif.
  • Bila kurangnya cairan amnion terjadi pada trimester ketiga, perkembangan dan kondisi kesehatan janin harus dimonitor secara intensif. Bila kantung amnion sobek, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi.

Baca juga: Menyusui dapat menunda kehamilan?

Kurangnya cairan amnion dapat menyebabkan berbagai gangguan. Bila ini terjadi, yang perlu bunda lakukan adalah minum cukup cairan, mengkonsumsi diet seimbang kaya nutrisi, dan banyak beristirahat. Pastikan juga bunda tidak melewatkan setiap sesi check up kehamilan rutin.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru