09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

5 Penyebab kematian janin yang paling sering terjadi

KategoriKehamilan
Di lihat752 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

lima penyebab keguguran kandungan atau kematian janin dalam kandungan

Bagi para calon orang tua, kondisi kematian janin pasti adalah hal yang sangat menakutkan. Ada beberapa keadaan yang digolongkan menjadi penyebab kondisi ini. Dengan mengenali penyebab paling umum dari kematian janin dan cara mengatasinya, ayah bunda dengan bantuan tenaga medis bisa melakukan tindakan yang tepat untuk menjaga agar si janin tetap sehat di dalam kandungan hingga proses persalinan. Berikut adalah 5 kondisi yang berpotensi memicu kematian janin dalam kandungan.

1. Kelainan kromosom

Kelainan kromosom digolongkan sebagai penyebab terbesar dari terjadinya keguguran. Menurut angka statistik, kondisi ini merupakan penyebab dari 60% peristiwa kematian pada janin. Kelainan kromosom dapat dideteksi melalui serangkaian tes, yang biasanya dilakukan oleh pasangan yang sebelumnya beberapa kali mengalami keguguran.

Baca juga: Manfaat sehat Alpukat bagi bayi bunda

Kelainan kromosom tersebut tidak mempengaruhi kesehatan orang tua, tapi membuat kromosom janin tidak dapat terbentuk dengan sempurna, dan hal inilah yang memungkinkan terjadinya keguguran. Karenanya, pasangan yang mengalami lebih dari sekali peristiwa kematian janin sangat direkomendasikan untuk melakukan tes laboratorium guna mendeteksi adanya kelainan pada kromosom.

2. Kelainan pada uterus atau serviks

Uterus yang memiliki kelainan baik pada bentuk atau uterus yang terbelah, resiko terjadinya keguguran menjadi lebih besar. Hal ini disebabkan embrio tidak bisa tertanam dengan normal di uterus atau kalaupun bisa, ia tidak mendapat cukup kelembaban. Angka keguguran yang disebabkan karena adanya kelainan ini cukup tinggi, yaitu 10% dari seluruh jumlah kasus keguguran.

Lemahnya leher rahim (serviks) juga bisa memicu keguguran. Pada akhir trimester pertama, serviks berfungsi menyangga janin yang mulai membesar. Bila serviks terlalu lemah, ia tidak akan mampu menyangga janin dengan baik sehingga memicu keguguran.

Kedua masalah di atas dapat diatasi melalui prosedur operasi. Pada  kasus kelainan serviks, dokter akan melakukan jahitan pada serviks sehingga menutup. Wanita yang mengalami kelainan uterus atau serviks mungkin diharuskan untuk bed rest atau dirawat di rumah sakit selama beberapa waktu.

Baca juga: 4 Jenis masalah pada perut bayi

3. Penyakit tiroid dan level gula darah yang tidak terkontrol

Penyakit tiroid dan diabetes pada ibu hamil yang tidak diobati dengan benar dapat mempengaruhi kondisi janin dalam uterus. Hal ini dapat menyebabkan embrio tidak dapat bertahan di dalam uterus dan akhirnya menyebabkan kematian janin. Untuk itu, para pakar kehamilan sangat merekomendasikan para ibu hamil untuk menjaga gaya hidup tetap sehat. Hal ini penting untuk menjaga level gula darah tetap terkontrol. Diperlukan pula tindakan yang tepat untuk menyembuhkan penyakit tiroid. Biasanya, penyakit ini dapat disembuhkan dengan menggunakan penanganan medis khusus.

4. Infeksi Bakteri

Pada saluran kelamin pria dan wanita hidup berbagai macam bakteri, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan.  Mycoplasma hominis dan Ureaplasma urealyticum adalah dua jenis bekteri yang merugikan, bahkan bisa memicu keguguran. Pada sistem reproduksi wanita, keduanya bisa mempengaruhi endometrium sehingga janin tidak dapat tumbuh dengan baik di dalam rahim. Satu-satunya cara mengetahui apakah seseorang terinfeksi bakteri Mycoplasma hominis and Ureaplasma urealyticum adalah melalui tes laboratorium. Untuk menyembuhkannya biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk dikonsumsi.

Baca juga: 6 Tanda bahwa bayi menyukai bunda

5. Alkohol, rokok, obat-obatan terlarang, dan zat-zat toxin di lingkungan

Nikotin dalam rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang sering dikaitkan dengan meningkatnya resiko kematian janin. Ibu yang merokok memiliki resiko mengalami keguguran dua kali lebih besar daripada non-perokok. Obat-obatan terlarang dan konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat memicu keguguran. Karena itu, tinggalkan kebiasaan buruk merokok, dan mengkonsumsi alkohol terlebih saat kondisi mengandung.

Dan ternyata, tidak hanya zat kimia dalam rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang yang bisa membahayakan janin. Zat kimia di lingkungan sekitar juga bisa memicu terjadinya kematian janin. Wanita yang bekerja di ruang operasi, tempat praktek dokter gigi, laboratorium rumah sakit, dan profesi-profesi lain yang memungkinkan kontak yang intens dengan zat kimia biasanya memiliki resiko keguguran yang lebih tinggi. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter bila bunda bekerja di lingkungan yang disebutkan di atas.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru