09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

5 Resiko gangguan kesehatan pada bayi prematur

KategoriBayi
Di lihat1184 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

berikut adalah beberapa resiko yang dapat terjadi pada bayi yang terlahir secara prematur

Bayi prematur lahir sebelum perkembangannya sempurna dan benar-benar siap meninggalkan rahim. Karena itu, bayi prematur memerlukan perawatan khusus begitu mereka dilahirkan. Terkadang, terjadi pula berbagai masalah kesehatan pada bayi yang lahir sebelum waktunya. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi pada bayi yang lahir prematur:

Baca juga: Berapa gelas ibu menyusui harus minum?

1. Respiratory Distress Syndrome (RDS)

Seringkali, paru-paru bayi prematur belum berkembang sempurna sehingga terjadilah Respiratory Distress Syndrome (RDS). Sindroma ini adalah gangguan pernafasan yang terjadi karena paru-paru bayi prematur tidak berisi cukup surfaktan, yaitu cairan di dalam paru-paru kita yang membuatnya bisa tetap mengembang. Untuk menanganinya biasanya dokter memasukkan surfaktan buatan ke dalam paru-paru bayi dan juga membuat ventilator untuk membantu bayi bernafas. Pembuatan ventilator sangat penting untuk menjaga level oksigen di dalam darah bayi tetap normal. Pada bayi prematur yang lahir begitu awal, biasanya bantuan pernafasan dilakukan lebih lama, bahkan terkadang hingga bayi dibawa pulang ke rumah.

2. Bronchopulmonary Dysplasia (BPD)

Bronchopulmonary Dysplasia (BPD) atau penyakit paru-paru kronis merupakan salah satu gangguan pernafasan yang mungkin menyerang bayi prematur. Penyakit ini mengharuskan bayi prematur mendapat bantuan pernafasan untuk menjaga level oksigen di dalam darahnya selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.  Bayi prematur harus bertahan dengan kondisi ini (dengan keparahan yang bervariasi) hingga paru-parunya berkembang dengan sempurna.

Baca juga: Tips agar ASI tetap melimpah

3. Apnea dan bradikardia

Apnea adalah istilah untuk berhentinya nafas sementara (biasanya lebih dari 15 detik) yang biasa terjadi pada bayi yang lahir prematur. Gangguan ini biasa dikaitkan dengan bradikardia, yaitu menurunnya detak jantung. Apnea biasanya menyebabkan turunnya saturasi oksigen, yang biasanya diukur dengan menggunakan suatu alat khusus yang disebut pulse oximetry. Biasanya, gangguan ini berhasil diatasi pada saat bayi prematur dibawa pulang ke rumah.

4. Retinopathy of Prematurity (ROP)

Ada bayi prematur yang lahir dengan retina mata yang belum tumbuh sempurna. Hal ini menimbulkan gangguan mata yang disebut Retinopathy of Prematurity (ROP). Penyakit ini memiliki tingkat keparahan yang bervariasi. Pada  ROP yang tergolong ringan, ia dapat sembuh tanpa treatment khusus. Akan tetapi, pada gangguan yang cukup serius diperlukan tindakan khusus, misalnya operasi laser. Untuk mengetahui kondisi si kecil, ayah dan bunda sebaiknya berkonsultasi dengan ahli retina atau opthalmologist anak. Selain memeriksa kondisi bayi, mereka juga akan merekomendasikan tindakan tertentu yang diperlukan.

Baca juga: Tips menunda kehamilan dengan menyusui

5. Sakit kuning

Sakit kuning atau juga disebut dengan jaundice bisa terjadi bila tingkat bilirubin dalam darah berlebihan. Penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya warna kuning pada kulit, mata, dan mulut. Tak seperti mitos yang dipercaya sebagian masyarakat, sakit kuning tidak berkaitan dengan ras tertentu dan bisa terjadi pada siapa saja.Salah satu penanganan penyakit kuning adalah fototerapi. Fototerapi dilakukan dengan cara menyinari tubuh bayi dengan lampu khusus yang berwarna biru.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru