09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

5 Resiko operasi cesar yang wajib bunda ketahui

KategoriKehamilan
Di lihat985 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

berikut adalah lima resiko yang menyertai persalinan secara cesar

Operasi cesar atau juga disebut c-section telah dilakukan oleh banyak wanita, baik karena pilihan maupun karena mengalami persalinan beresiko tinggi. Memang, banyak wanita yang sukses melalui prosedur c-section dengan komplikasi minimal atau bahkan tanpa komplikasi sama sekali. Walaupun begitu ayah bunda perlu mengetahui berbagai resiko yang mungkin ditimbulkan sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ini.

Baca juga: Tips menangani mimisan pada anak

Resiko prosedur operasi cesar

1. Resiko akibat prosedur anestesi. Sebagaimana tindakan pembedahan lain, c-section tentunya mengharuskan prosedur anestesi, baik anestesi general, epidural, ataupun spinal. Bagaimanapun, prosedur anestesi memiliki resiko yang beragam meskipun sangat jarang terjadi. Mulai dari rasa mual dan muntah, cedera pada gigi ketika tabung pernafasan dipasang, reaksi terhadap obat-obatan, hingga kematian. Jangan ragu untuk bertanya pada tim dokter yang menangani persalinan bunda mengenai berbagai resiko yang mungkin muncul akibat prosedur anestesi.

2. Infeksi. Terdapat kemungkinan infeksi pada luka akibat operasi cesar, meskipun hal ini jarang terjadi. Gejanya antara lain kemerahan, rasa panas, dan nyeri yang terus meningkat pada luka. Bila gejala-gejala tersebut terjadi, segera konsultasikan dengan dokter supaya memperoleh penanganan yang tepat.

Baca juga: 5 Langkah pertolongan pertama cedera gigi pada anak

3. Darah beku. Persalinan, baik melalui prosedur normal maupun c-section dapat menyebabkan timbulnya darah beku. Akan tetapi, resiko ini sedikit lebih besar pada kelahiran melalui prosedur operasi cesar. Untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, pastikan bunda cukup minum air dan tetap melakukan aktivitas fisik segera setelah tubuh cukup kuat (tentunya dalam kadar yang proporsional). Bila dokter menemukan adanya darah beku, kita mungkin dianjurkan untuk melakukan USG sebelum memutuskan dibutuhkan atau tidaknya tindakan medis khusus untuk mengurai darah beku tersebut.

4. Timbulnya adhesi. Adhesi adalah bekas luka yang timbul setelah operasi yang menyebabkan beberapa organ melekat satu sama lain, misalnya uterus dengan kandung kemih atau usus. Adhesi dapat menyebabkan rasa sakit bahkan sumbatan usus. Akan tetapi, adhesi lebih jarang terjadi setelah operasi cesar daripada operasi-operasi di daerah pinggul yang lainnya.

5. Pengaruh bagi bayi. Operasi cesar juga berpengaruh bagi si kecil. Prosedur ini bisa menimbulkan gangguan pernapasan dan rendahnya kadar gula darah (hipoglikaemia) pada bayi setelah kelahiran. Bayi yang lahir melalui operasi cesar juga cenderung rendah skor APGAR-nya. Skor APGAR adalah metode untuk menilai kesehatan bayi yang baru lahir pada 1 hingga 5 menit setelah kelahiran. Secara umum, si kecil yang lahir melalui operasi cesar membutuhkan perawatan yang lebih intensif setelah kelahirannya. Namun jangan khawatir, kondisi ini biasanya tidak berdampak serius pada kesehatannya di masa mendatang.

Baca juga: 7 bahan alami untuk redakan sakit si buah hati

Sebagaimana persalinan normal, bunda akan mengalami masa nifas selama 6 minggu setelah kelahiran. Bunda bisa menggunakan pembalut wanita untuk menampung darah yang keluar. Bila terjadi peningkatan volume darah setelah 7 hari atau bila keluar darah beku setelah 4 hari, lebih baik konsultasikan dengan dokter. Ikuti petunjuk dokter, baik tentang merawat luka selepas operasi maupun yang lainnya dengan seksama. Jangan ragu menghubungi dokter bila terdapat keluhan selepas menjalani operasi.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru