09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

6 Jenis makanan kaya nutrisi bagi balita vegetarian

KategoriNutrisi
Di lihat1058 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

makanan sumber nutrisi terbaik untuk anak vegetarian

Ada beragam pendapat mengenai ada atau tidaknya kerugian dibalik gaya hidup vegetarian yang diterapkan orang tua kepada balita. Pendapat yang pro menyoroti manfaat memperbanyak asupan sayur dan buah dalam menu harian si kecil. Gaya makan non-hewani juga bermanfaat menurunkan resiko obesitas, penyakit jantung, kolesterol, dan sebagainya. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa balita yang dibesarkan dengan gaya hidup vegetarian tumbuh menjadi anak yang sehat, aktif, dan tidak kekurangan protein maupun zat besi karena mereka mendapatkannya dari makanan vegan yang difortifikasi.

Baca juga: Cara mengkondisikan balita menghadapi kelahiran si adik

Akan tetapi, ada pula yang berpendapat bahwa para orang tua sebaiknya tidak dengan serta merta menyamakan gaya hidupnya terhadap si kecil, mengingat usia balita adalah fase kritis dalam perkembangan si kecil. Pada usia ini, tidak diragukan lagi bahwa mereka membutuhkan asupan nutrisi yang berimbang, yang kaya akan protein, zat besi, kalsium, vitamin D, dan vitamin B12. Makanan hewani adalah sumber terbaik dari zat-zat tersebut. Karena itu, para orang tua vegetarian disarankan untuk menerapkan diet lakto-ovo (memperbolehkan konsumsi susu dan telur) atau ovo (memperbolehkan makan telur) saja balita, supaya mereka masih bisa mendapatkan zat-zat penting dari susu dan telur.

Bila ayah dan bunda berpendapat bahwa menerapkan gaya hidup vegetarian kepada anak-anak adalah yang terbaik, menu-menu di bawah ini bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil.

Rekomendasi makanan untuk anak vegetarian

1. Tumbuh-tumbuhan polong. Tumbuh-tumbuhan polong seperti kacang tanah, kedelai, lentil, kacang merah dan sebagainya adalah sumber gizi yang kaya akan protein, zat besi, dan zinc yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Akan tetapi, jangan memberikan kacang-kacangan tersebut utuh-utuh kepada si kecil karena bisa menyebabkan tersedak. Sebagai gantinya, berikan butter kacang, susu kedelai, atau bubur yang terbuat dari kacang merah.

Baca juga: 9 Tips mengajarkan kedisiplinan pada anak

2. Tahu yang difortifikasi. Tahu yang difortifikasi adalah makanan yang lezat sekaligus sumber protein, zat besi, zinc, dan kalsium bagi si buah hati.

3. Gandum. Beberapa jenis gandum super, seperti Amaranth dan Quinoa adalah sumber protein, zinc, dan zat besi. Pastikan bunda memilih sereal gandum yang diperkaya dengan zat besi.

4. Telur. Telur menyediakan protein, zinc, zat besi, vitamin D, dan vitamin B12 yang dibutuhkan si kecil pada masa pertumbuhan. Orang dewasa yang menganut vegetarian ketat biasanya tidak mau mengkonsumsi telur. Walaupun begitu, adalah baik untuk tetap memasukkan telur ke dalam diet si kecil di masa pertumbuhannya.

5. Susu dan produk-produknya. Susu dan produk-produknya adalah bahan makanan yang kaya akan protein, zinc, kalsium, dan vitamin B12. Gunakan susu yang berasal dari kedelai yang telah diperkaya dengan kalsium dan vitamin B12. Susu beras, susu oat, dan susu almond memiliki kandungan protein yang lebih rendah sehingga sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti susu sapi bagi anak-anak.

Baca juga: Tips mengatasi anak penakut

6. Sayuran berdaun hijau. Sayuran berdaun hijau kaya akan zat besi yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak pada usia balita. Penyerapan zat besi bisa dioptimalkan dengan mengkonsumsi bahan makanan yang kaya akan vitamin C. Karena itu, lengkapi menu harian dengan sayuran dan buah-buahan sumber vitamin C seperti jeruk, brokoli, tomat, mangga, dan sebagainya.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru