09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

6 Masalah saat menyusui dan cara efektif mengatasinya

KategoriMenyusui
Di lihat2965 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

berikut adalah enam masalah menyusui dan cara mengatasinya

Menyusui adalah sebuah proses alami dan baik bunda maupun si kecil pada awalnya akan melakukan beberapa penyesuaian untuk melakukannya dengan benar. Akan tetapi, pada prosesnya mungkin terjadi beberapa masalah selama masa penyesuaian tersebut, mulai yang disebabkan faktor luar, seperti rasa sakit pada puting dan sariawan hingga masalah yang berkaitan dengan payudara bunda, seperti puting datar. Berikut adalah beberapa diantaranya beserta cara yang efekif untuk mengatasinya.

Baca juga: Porsi ideal makanan bayi

1. Nyeri pada puting

Sangatlah wajar bila puting terasa nyeri pada kali pertama menyusui, terutama bila bunda menyusui anak pertama. Rasa nyeri ini biasanya berlangsung hingga 1 menit. Setelah air susu mulai keluar rasa sakit tersebut akan berkurang. Bila rasa nyeri berlangsung lebih dari 1 menit, mungkin posisi mulut bayi pada saat menghisap air susu belum benar.

Posisi yang benar adalah mulut bayi menutup puting dan seluruh bagian bawah areola (daerah disekitar puting yang berwarna gelap) bunda. Gelitik dagu bayi hingga mulutnya terbuka atau tunggu hingga ia menguap, kemudian masukkan jari tengah ke dalam mulut bayi untuk membetulkan posisi mulutnya terhadap puting dan areola.

2. Puting yang luka lecet

Pada minggu pertama masa menyusui, sangatlah wajar bila puiting yang lecet hingga mengeluarkan sedikit darah. Selama darah yang keluar hanya sedikit, hal ini tidak akan mengganggu proses menyusui. Puting yang lecet sering disebabkan oleh sariawan, kulit yang kering, memompa ASI dengan cara yang salah, atau (yang paling sering) karena posisi mulut bayi pada saat menyusui salah. Untuk mencegahnya, pastikan posisi mulut bayi pada saat menyusui benar (lihat nomor 1).

Cobalah juga untuk menyusui lebih sering dengan durasi yang lebih pendek supaya bayi tidak terlalu lapar ketika disusui. Bayi yang terlalu lapar biasanya menghisap ASI dengan lebih kuat sehingga berpotensi menimbulkan luka pada puting.

Kebersihan puting payudara juga perlu dijaga dengan cara rajin membersihkannya dengan air bersih saja (jangan menggunakan sabun, lotion, atau pembersih lain). Untuk menyembuhkan puting yang lecet, oleskan sedikit ASI pada puting dan biarkan ia mengering dengan sendirinya. ASI adalah pelembab alami bagi puting payudara.

Baca juga: Info seputar infeksi telinga pada bayi

3. Pembengkakan akibat produksi ASI yang terlalu banyak

Produksi ASI yang terlalu banyak terkadang menimbulkan pembengkakan pada payudara. Hal ini bisa mengganggu proses menyusui karena bayi akan sulit untuk menempel dengan benar pada payudara ketika disusui. Untuk mengatasinya, peraslah sedikit ASI sebelum menyusui untuk melancarkan aliran air susu dan membuat puting susu lebih lunak. Menyusui secara teratur bisa mencegah pembengkakan pada payudara.

4. Suplai ASI yang kurang

Suplai ASI berkaitan dengan jumlah ASI yang diminum oleh bayi. Jadi, semakin sering bunda menyusui, produksi ASI juga akan meningkat. Suplai ASI yang kurang biasanya mulai menjadi masalah bila bayi gagal mencapai peningkatan berat badan yang ideal. Menyusui lebih sering dan memeras ASI di antara waktu menyusui adalah cara meningkatkan produksi ASI yang lebih efektif daripada peningkatan asupan atau konsumsi makanan tertentu.

5. Sariawan pada puting

Sariawan pada puting payudara bisa  disebabkan puting tertular jamur yang ada di mulut bayi. Untuk mengatasinya, dokter mungkin akan meresepkan obat anti jamur untuk menyembuhkan sariawan di mulut bayi dan yang ada pada payudara ibu. Pengobatan harus dilakukan secara bersamaan supaya ibu dan bayi tidak saling menularkan jamur sehingga membuat gangguan tersebut terjadi kembali.

Baca juga: Alternatif kegiatan bermain untuk bayi

6. Puting datar

Puting datar (puting yang rata atau terbenam) merupakan salah satu masalah yang dapat mempengaruhi proses menyusui. Untuk mengatasinya, peras sedikit ASI untuk melancarkan aliran air susu sebelum menyusui bayi. Bunda juga dianjurkan menggunakan breast shell (pelindung payudara) diantara waktu menyusui. Bila produksi ASI mencukupi namun bayi masih kesulitan menempel pada payudara ketika disusui, bunda bisa menggunakan nipple shield (penyambung puting) untuk membantu proses menyusui.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru