09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

6 Tips efektif cara meredam sifat agresif pada anak balita

KategoriPrilaku
Di lihat1566 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Tipd mengatasi anak agar tak agresif

Sifat pemarah dan agresif pada anak balita dapat muncul sejak usia dua tahun. Sifat agresif digambarkan sebagai betuk dari marah yang disertai dengan aktifitas fisik seperti memukul, mencakar, menggigit, atau menendang anak lainya, orang dewasa, atau hewan peliharaan. Banyak orang tua yang merasa khawatir karena anaknya menunjukan sifat pemarah dan agresif karena cenderung tidak disukai oleh teman sebaya nya.

Sifat agresif pada balita dapat diredam dan sebagian besar akan menghilang sejalan dengan bertambahnya usia jika ditangani secara bijak. Ayah bunda tidak perlu terlalu khawatir jika sekali-sekali si kecil marah atau memukul. Jika si buah hati terkadang agresif, bukan berarti dia akan menjadi agresif sampai dewasa.

Meski demikian, jika ayah bunda mendapati si kecil mulai bertindak agresif dengan memukul kakak atau anak lain, perlu difahamkan bahwa prilakunya itu salah dan ayah bunda tidak suka. Pada saat yang sama sebagai orang tua, ayah bunda perlu mengajarkan si kecil cara menyalurkan ledakan emosi dan ekspresinya melalui tindakan lain.

Beberapa hal yang menyebabkan si kecil menjadi agresif

  • Si kecil dapat marah atau agresif jika dia menginginkan sesuatu tapi dia merasa kurang di respon oleh orang tuanya.
  • Si kecil belum mengerti bahwa perbuatan memukul, menendang, mencakar, atau menggigit dapat menyakiti dan melukai orang lain.
  • Merasa cemburu, misalnya ketika si kecil punya adik bayi dan dia menganggap ayah bunda lebih memperhatikan adiknya daripada dirinya.
  • Meniru anak lain atau orang dewasa, termasuk dari tontonan di televisi yang mempertontonkan aktivitas kekerasan.
  • Dikritik, dimarahi, dan dihukum terus menerus juga dapat memicu karakter memberontak dan agresif pada si anak.
  • Tidak dapat memahami situasi karena mengalami gangguan fisik seperti gangguan pendengaran.
  • Terlalu lelah atau lapar setelah bermain.

Cara mengatasi anak balita yang pemarah dan agresif

1. Jangan biarkan ketika ia mulai menunjukan sifar agresif pada ayah bunda, berikan pemahaman bahwa yang telah dia lakukan itu menyakiti ayah bunda. Sampaikan pula secara tegas tanpa harus memarahi apalagi memukul si kecil bahwa perbuatanya tidak dapat diterima.

2. Berikan hukuman non-fisik jika si kecil memukul ayah bunda atau temannya, misalnya dengan mendiamkan atau memutus sementara perhatian pada si buah hati. Biarkan ia tau bahwa ayah bunda marah dan tidak suka dengan tindakan si kecil. Setelah agak lama dan si kecil mulai tenang, dekati dan peluk dia, berikan penjelasan bahwa ayah bunda tadi marah karena dipukul, dorong dia agar minta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatanya.

3. jika si kecil melakukan tindakan agresif pada anak lain, respon segera dengan cara memberikan perhatian pada anak yang diserang, acuhkan si kecil sejenak sebagai hukuman. Jika si kecil melanjutkan aktifitas fisik, pindahkan si kecil ke tempat lain.

4. Menghukum si kecil dengan cara memukul sangat tidak direkomendasikan. Menghukum dengan cara kekerasan fisik secara tidak langsung mengajarkan pada si kecil bahwa berbuat kasar itu diperbolehkan.

5. Jika ayah bunda mendeteksi si kecil akan mulai bertindak agresif, misalnya saat berebut mainan dengan kakak  atau adiknya. Alihkan perhatian si kecil misalnya dengan meneriakan kata “Kakak sayang adek”, atau “Kakak peluk ade”. Ucapan yang keras dapat mengalihkan perhatianya sejenak sehingga ia lupa dengan masalahnya.

6. Buat jadwal dengan dokter untuk berkonsultasi jika ayah bunda sangat khawatir dengan prilaku si kecil yang sangat agresif.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru