09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

7 Tips oke mendisiplinkan si buah hati dengan cinta dan motivasi

KategoriPrilaku
Di lihat1130 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Tips mendisiplinkan si kecil dengan cinta

Saat si kecil masih bayi, mereka masih sangat tergantung dengan bunda, mereka lucu, menggemaskan, dan tidak pernah membangkang. Saat usia mereka beranjak balita, mereka mulai menunjukan pribadi unik yang mempunyai keinginanya sendiri. Mereka bisa menolak permintaan ayah bunda, dan kadang-kadang terkesan tidak disiplin, egois, agresif, dan lain sebagainya.

Dalam hal konsep mendisiplinkan anak balita, masih banyak orang tua yang mengasosiasikannya dengan hukuman kekerasan baik secara verbal seperti membentak dan secara fisik seperti mencubit, menjewer, atau memukul bagian tubuh. Pola yang dikembangkan lebih berfokus pada ancaman dan menumbuhkan takut agar si anak patuh pada orang tua.

Faktanya menurut para ahli, pola pendisiplinan model ini tidak bagus bagi perkembangan mental anak. Ancaman dan menumbuhkan ketakutan dipandang dapat mengkerdilkan karakter si anak dikemudian hari. Kekerasan dalam mendisiplinkan juga sangat tidak disarankan karena dapat menanamkan pemahaman pada si kecil, bahwa melakukan kekerasan itu diperbolehkan.

Cinta dan kepercayaan vs takut dan ancaman

Alih-alih memberikan ancaman dan kekerasan fisik, para ahli lebih merekomendasikan pola pendekatan kasih sayang dan motivasi. Ketika si kecil melakukan tindak ‘kenakalan’, ajari dia cara yang seharusnya, bukan menghukumnya. Memberitau dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang bukan berarti memanjakan mereka. Sikap tegas tetap diperlukan dalam mendisiplinkan, tapi seharusnya tanpa kekerasan fisik maupun mental.

Konsep hubungan cinta dan kepercayaan dalam mendisiplinkan si kecil, akan menumbuhkan rasa hormat dan percaya pada ayah bunda, dan itu jauh lebih baik bagi perkembangan mental si anak daripada konsep ancaman dan kekerasan yang akan melahirkan ketakutan dan ketidak mandirian. Harus ditanamkan dalam benak ayah bunda bahwa mendisiplinkan itu adalah ‘mengajari’ bukan ‘menghukum’. Berikut adalah tips untuk megajarkan kedisiplinan agar si kecil ber prilaku baik

Tips mendisiplinkan si kecil dengan cinta

1. Realistis dalam berharap. Anak balita terutama dibawah tiga tahun belum mengerti konsep ‘segera’, ‘tunggu’, ‘sabar’, dan ‘berbagi’. Mereka akan faham tergantung pada tahap kematangan perkembangan usia mentalnya, bukan pada harapan orang tua. Jadi tetap mengajari dan bersabar.

2. Tunjukan hal positif. Anak balita suka diperhatikan dan senang memperlakukan orang-orang yang mereka sayangi dengan baik. Tegas tapi disertai dengan bahasa cinta, berikan pelukan dan senyuman dalam mendisiplinkan mereka, maka bunda akan melihat efeknya yang luarbiasa.

3. Kenalkan ragam emosi. Ajari si kecil untuk mengenali berbagai jenis emosi dan cara mengespresikanya baik secara verbal maupun non verbal. Saat mereka mampu mengespresikan suasana hati dengan tepat dan merasa di ‘dengar’ oleh ayah bunda, mereka akan cenderung lebih tenang tanpa ledakan emosi.

4. Ciptakan pengalih perhatian. Berikan alternatif ketika bunda ingin melarang sesuatu. Misalnya saat saat si kecil memainkan knop kompor gas, stop aktivitas mereka dengan cara mengalihkan perhatiannya. Berikan benda lain yang lebih aman untuk dimainkan, senter misalnya.

5. Batasi opsi pilihan. Berikan pilihan terbatas daripada pilihan bebas pada mereka. Misalnya saat akan memakai baju tawarkan pilihan terbatas, apakah ingin memakai baju warna hijau atau merah. Membatasi pilihan dapat membantu si kecil belajar mengambil keputusan dan menghindari ke-frustasian si kecil karena dihadapkan pada pilihan yang belum bisa mereka putuskan dengan benar.

6. Flesibel dan berikan contoh. Cobalah melihat sesuatu dari prespektif si kecil, jika si kecil menolak pulang dari arena bermain, berikan sedikit waktu atau setidaknya peringatkan untuk segera bersiap pulang beberapa menit sebelumnya. Si kecil adalah peniru ulung, oleh karenanya berikan contoh yang baik agar mereka menirunya. Jika bunda mau mereka rapih dengan mainanya, pastikan ayah bunda juga rapih dengan barang-barang dirumah.

7. Berfikir antisipatif. Pepatah yang mengatakan ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’, berlaku disini. Misalnya saat bunda mengarahkan si kecil untuk tidak main bola di dalam rumah, bunda dapat menghindari letupan emosi saat bola si kecil memecahkan barang berharga didalam rumah.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru