09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

7 Tips pola asuh ayah hebat bagi anak laki-lakinya

KategoriParenting
Di lihat870 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

tips seputar pola pendidikan ayah terhadap anak laki-lakinya

Pola asuh yang diterapkan orang tua bagi anak laki-laki, khususnya ayah, berpengaruh signifikan pada perkembangannya di masa remaja dan dewasa. Di masa kecilnya, si buyung sangat mudah menyerap contoh, kebiasaan, dan hal-hal lain yang diajarkan para ayah. Beberapa tips berikut ini bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas pola asuh yang kita terapkan bagi si kecil.

1. Luangkan waktu bersama si kecil.

Sediakan waktu rutin untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan bersamanya, seperti bermain bola bersama, berjalan-jalan di hari minggu pagi, atau sekedar bermain di dalam rumah. Hal ini pada umumnya sudah dilakukan para ibu, namun bagi ayah sangatlah bervariasi. Padahal, kebersamaan dengan ayah sangatlah penting bagi perkembangan anak laki-laki. Untuk itu, tinggalkan sejenak hal-hal yang mungkin mengganggu, seperti ponsel, dan nikmatilah waktu khusus ayah dan anak bersama si kecil. Hal ini juga sangat penting untuk mendekatkan hubungan emosional antara ayah dan si buah hati.

Baca juga: Manfaat ajaib kulit kentang bagi si kecil

2. Beritahukan kepada si kecil bakat dan potensinya.

Anak laki-laki perlu tahu kelebihannya, dan akan menjadi hal yang istimewa bila ia mendengarnya dari sang ayah. Si buyung mungkin tidak bagus di semua bidang, namun setiap anak diciptakan dengan karakteristik dan potensi istimewa. Jadi, ketika ia berhasil melakukan sesuatu dengan baik, misalnya berhitung, musik, seni, atau olahraga, pujilah ia, walaupun mungkin itu bukan bidang ketertarikan ayah.

Pujian dari ayah mungkin akan merangsang ketertarikan si kecil pada hal-hal tersebut dan kelak akan memberikan kepuasan dalam dirinya. Begitu juga ketika ia menunjukkan kualitas karakter yang baik, seperti penyayang, murah hati, berani, sopan, dan sebagainya. Beritahukan kepadanya bahwa itu adalah hal yang baik supaya ia lebih termotivasi melakukannya.

3. Ceritakan masa kecil ayah.

Mendongenglah mengenai masa kecil ayah ketika seumuran dengannya. Si kecil akan menyukainya dan belajar banyak dari cerita-cerita tersebut. Kembangkan juga kebiasaan untuk mendengarkan cerita si kecil dengan seksama. Hal ini penting untuk membangun rasa saling percaya, keterbukaan, dan ikatan batin dengan si kecil.

Baca juga: Diusia berapa si kecil boleh makan ikan?

4. Ajak si buyung berfikir.

Hal ini akan membuatnya lebih peduli dan kritis terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Gunakan buku, film, atau cerita pengalaman sehari-hari untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan pemikiran kepadanya. Misalnya, ketika melihat seseorang merokok di tempat umum, jangan segera memberitahunya bahwa hal itu tidaklah baik.

Gunakan kesempatan ini untuk mengajaknya berpikir tentang hal-hal yang terpuji dan tercela. Mintalah penilaiannya tentang hal yang sedang terjadi dan arahkan percakapan tersebut untuk menanamkan karakter dan budi pekerti yang baik.

5. Ajari si kecil untuk memecahkan masalahnya sendiri.

Ini akan meningkatkan life skill dan membantu perkembangan otaknya. Jangan selalu memecahkan masalah secara instan untuknya. Sebaiknya, berikan si kecil beberapa pilihan untuk dipertimbangkan dan dipilih, kemudian biarkan ia menjalani pilihannya sendiri, tentunya dengan pengawasan. Kita bisa mulai dari masalah-masalah kecil seperti menata mainan di kamar, menghadapi anak lain yang suka mengganggu di sekolah, dan sebagainya.

6. Tanamkan tanggung jawab.

Ajarkan kepada si buyung menganai hubungan antara hak dan kewajiban. Hal ini penting baginya nanti ketika ia sudah lebih besar untuk mengembangkan tanggung jawab personal. Contohnya, berilah si kecil uang saku, namun berikan juga tanggung jawab untuk mengerjakan tugas-tugas ringan di rumah.

Baca juga: Manfaat biji oat bagi si buah hati

7. Keraslah pada perilaku si kecil yang salah, bukan pada diri si anak.

Bila si kecil melakukan kesalahan, ingatkan ia dengan cara yang bijak dan jangan membuatnya malu atau terluka. Ingatlah bahwa tujuan kita adalah memberinya pengertian bahwa tindakannya tidak bisa diterima namun tetap membuatnya merasa disayangi. Hal ini penting untuk menimbulkan rasa percaya kepada ayah dan bunda di dalam dirinya, sehingga ia bisa menyampaikan kepada kita ketika terpaksa melanggar peraturan untuk menolong orang lain atau karena ia sedang berada dalam masalah serius.

IMG Source: http://www.gruesbeck.com/blog/?p=544

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru