09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

8 Tips praktis seputar makanan pendamping ASI

KategoriBayi
Di lihat1125 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

cara meyiapkan makanan bayi

Bagi sebagian ayah bunda, memberikan makanan semi padat bagi si kecil adalah aktivitas yang penuh dengan tantangan. Tak jarang mereka menolak jenis makanan tertentu sehingga bunda harus sedikit ‘bereksperimen’ untuk menemukan formulasi makanan yang dapat diterima lidah si mungil. Dalam hal pembuatan makanan pendamping ASI, mempertimbangkan kandungan gizi pada makanan serta kepraktisannya dalam membuatnya penting untuk dipertimbangkan.

Baca juga: 6 Jenis zat aditif yang sering terdapat pada makanan si kecil

Jika terkadang si kecil menolak untuk makan, jangan khawatir bunda, sebagaimana si kecil dulu menjadi terbiasa dengan susu, ia juga akan terbiasa dengan makanan yang lebih padat. Terkadang lidah mereka perlu waktu agar terbiasa dengan jenis makanan tertentu. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatilan demi keberhasilan migrasi si kecil ke makanan semi padat.

1. Pilih lah alat makan yang tepat

Ketika si kecil sudah lebih besar, tidaklah masalah untuk menghaluskan makanannya hanya menggunakan garpu. Namun, pada masa awal perpindahannya ke makanan semi padat bunda membutuhkan alat bantu khusus seperti food processor, food mill, atau blender. Hal ini untuk memastikan makanan yang disajikan memiliki tekstur yang sesuai dan cukup aman untuk ditelan dan dicerna oleh si kecil.

2. Seporsi kecil makanan sudah cukup

Ketika masa awal perpindahan ke makanan semi padat, si kecil mungkin hanya mau makan sedikit di setiap waktu makan. Jadi, jangan membuang-buang makanan serta menimbulkan tekanan berlebihan bagi diri bunda dengan menyajikan makanan dalam porsi terlalu besar. Satu atau dua sendok makan penuh sudah merupakan awal yang baik.

3. Cara menyiapkan makanan

Si kecil mungkin hanya akan mau makan seporsi kecil setiap waktu makan. Namun, bunda tentunya tidak mau repot menyiapkan seporsi kecil makanan setiap kali mereka makan. Karenanya, buatlah bubur dalam jumlah cukup banyak, kemudian bekukan dalam cetakan es batu. Bila si kecil ingin makan, cukup hangatkan 2 kotak bubur beku secara perlahan menggunakan kompor atau microwave. Selalu ingat untuk mengaduk bubur sebelum disajikan bila bunda menghangatkannya dengan microwave untuk mencegah adanya bagian makanan yang terlalu panas. Bubur yang terbuat dari buah dan sayuran bisa tahan hingga 1 bulan di dalam freezer, kecuali alpukat yang dapat berubah warna.

Baca juga: 4 Alasan kenapa balita suka mengigit dan cara menghentikanya

4. Buah segar dan buah yang dimasak

Buah-buahan adalah salah satu bahan bubur bayi yang paling populer. Buah-buahan bertekstur keras seperti apel dan pir perlu dikukus terlebih dahulu sebelum dihaluskan. Sedangkan buah-buahan yang lebih lunak seperti pisang dan alpukat dapat dihaluskan langsung. Hindari buah-buahan asam seperti jeruk asam dan beberapa jenis berry karena mungkin belum cocok untuk perut bayi yang masih lemah.

5. Menyiapkan bubur dari sayuran

Semua sayuran harus dimasak dulu sebelum dihaluskan. Merebus diperbolehkan bila ini lebih mudah bagi bunda. Namun, mengukus tetap menjadi pilihan terbaik karena bisa menjaga nutrisi dalam sayuran tetap utuh. Sayuran yang memiliki rasa lembut seperti labu, wortel, dan kembang kol adalah beberapa jenis sayuran yang cocok untuk sibuah hati.

6. Konsistensi kepekatan bubur

Ketika si kecil baru mulai mengkonsumsi makanan semi padat semakin lembut tekstur makanan adalah semakin baik. Untuk memastikan konsistensi kepekatan makanan, kita bisa menambahkan sedikit, susu, ASI, atau air.

7. Perkenalkan cukup satu jenis makanan dalam satu waktu

Perkenalkan cukup satu jenis buah atau sayur dalam satu waktu. Hal ini dimaksudkan untuk membuat bayi familiar dengan 1 jenis makanan sebelum mencoba makanan lain. Selain itu, dengan cara ini bunda dapat dengan lebih mudah mengawasi makanan-makanan tertentu yang menimbulkan efek negatif khususnya alergi bagi tubuh si buah hati. Sebagai contoh, bunda dapat memberikan bubur dari buah labu pada minggu pertama, kemudian mencampur labu dan kembang kol pada minggu selanjutnya.

Baca juga: Waspadai 3 Penyebab ketulian pada anak berikut ini

8. Coba lagi dan lagi

Jangan menyerah untuk memberikan makanan tertentu hanya karena si kecil memuntahkan makanannya saat pertamakali mereka makan. Bayi memang membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan berbagai rasa makanan. Bahkan, para ahli berpendapat bahwa bunda mungkin harus memberikan makanan yang sama hingga 10 kali sebelum si kecil mau memakannya.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru