09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Bahaya dehidrasi selama kehamilan dan pencegahannya

KategoriKehamilan
Di lihat1031 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

bahaya_dehidrasi_bagi_ibu_hamil_1

Dehidrasi adalah akibat dari tubuh yang kehilangan cairan lebih cepat daripada masuknya cairan. Sangatlah penting bagi wanita hamil untuk menjaga tubuhnya dari dehidrasi. Pada masa kehamilan, kebutuhan tubuh kita terhadap air meningkat melebihi orang biasa. Hal ini dikarenakan air memiliki peran penting dalam menjaga ibu dan janin tetap sehat, yaitu merupakan bahan pembentuk plasenta dan kantung ketuban.

Bahkan, kebutuhan tubuh ibu hamil terhadap air telah meningkat semenjak pembuahan. Setelah pembuahan terjadi, air sangat diperlukan bagi pembelahan sel zygot yang akan berkembang menjadi janin. Pada saat hamil, volume darah juga meningkat untuk memenuhi kebutuhan janin. Karena air adalah salah satu komponen plasma darah, kebutuhan ibu hamil akan air jadi meningkat.

Baca juga: Sumber protein nabati terbaik untuk anak

Gejala dehidrasi pada wanita hamil

Dehidrasi pada wanita hamil ditandai dengan “maternal overheating”. Bila wanita hamil minum cukup air, tubuhnya akan lebih mudah mengelola panas tubuh. Bila tidak, ia menjadi sangat rentan terhadap overheating. Overheating selama kehamilan sangatlah berbahaya karean bisa memmicu cacat tabung syaraf pada bayi.

Bila tubuh cukup air, urin akan berwarna terang, dan bila tidak urin akan berwarna kuning gelap. Bila urin berwarna kuning gelap, ini adalah tanda bagi bunda untuk menambah asupan air. Selain tanda-tanda di atas, dehidrasi selama kehamilan sering ditandai mulut kering, mual, konstipasi, infeksi saluran kemih, dan sakit kepala. Dehidrasi juga disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang memperparah gejala morning sickness.

Baca juga: Madu sebagai pemanis makanan, sehat kah?

Akibat dari dehidrasi

Dehidrasi selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti sedikitnya cairan ketuban, cacat pada sistem syaraf  bayi, bahkan kelahiran prematur. Cairan ketuban terbentuk dari air yang diminum ibu selama kehamilan. Bahkan, dalam artikel yang berjudul Raising Baby Green, Alan Greene, M.D. mengingatkan bahwa plasenta menyediakan satu cangkir air setiap jamnya untuk membentuk cairan ketuban yang cukup.

Sedikitnya cairan ketuban membuat janin langsung bersentuhan dengan janin. Hal ini bisa menyebabkan cacat fisik pada bayi bahkan menyebabkan keguguran. Dehidrasi juga bisa menyebabkan demam, sembelit, kerusakan ginjal, berkurangnya volume darah ibu, dan kurangnya produksi ASI.

Cara mencegah dehidrasi selama kehamilan

Untuk menghindari dehidrasi wanita hamil harus minum secara teratur (8 hingga 12 gelas sehari), bukan hanya ketika haus saja. Untuk itu, bawalah sebotol air putih kemanapun bunda pergi. Hindari juga makanan dan minuman berkafein, karena kafein dapat meningkatkan produksi urin, sehingga tubuh lebih rentan dehidrasi.

Baca juga: Makanan super untuk pertumbuhan otak anak

Selama kehamilan hindari kegiatan-kegiatan yang menyebabkan suhu tubuh meningkat dan terlalu banyak berkeringat, misalnya olahraga berat. Olahraga teratur memang dianjurkan bagi wanita hamil, namun jangan melakukan olahraga secara berlebihan. Selain itu, jangan menghabiskan banyak waktu berada di tempat yang panas.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru