09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Bolehkah bunda mengangkat beban berat ketika hamil?

KategoriKehamilan
Di lihat3364 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

kenapa ibu hamil tidak boleh mengangkat benda berat?

Seiring bertambahnya usia kehamilan, tubuh akan berubah menyesuaikan kebutuhan janin yang terus berkembang. Rahim akan membesar dan ligamen (jaringan yang menghubungkan persendian) di bagian pinggul akan melonggar untuk memberi ruang yang cukup bagi janin. Kerenanya, rawan terjadi kram pada otot bagian perut. Pusat gravitasi yang berubah juga menyebabkan keseimbangan tubuh terganggu dan bunda lebih rawan terjatuh. Hal ini menyebabkan kita perlu berhati-hati dalam menjalankan aktivitas, terutama bila termasuk aktivitas berat. Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak kita lakukan saat hamil, termasuk mengangkat beban berat.

Baca juga: 6 Jenis buah untuk kesehatan anak

Sebaiknya wanita yang sedang hamil menyerahkan pekerjaan yang mengharuskannya mengangkat beban berat pada orang lain selama masa kehamilan. Terlebih bila kehamilan kita termasuk yang beresiko mengalami kelahiran prematur, maka kita tidak dianjurkan mengangkat beban berat setelah usia kandungan mencapai trimester pertama. Pada beberapa wanita, mengangkat beban berat pada saat hamil memang bisa meningkatkan resiko kelahiran prematur dan berat lahir bayi yang rendah. Cara mengangkat beban berat yang salah dapat menyebabkan otot tertarik hingga komplikasi berat seperti hernia.

Tips mengangkat beban yang benar

Sekalipun tidak dianjurkan, terkadang bunda harus mengangkat beban berat sendiri. Hal ini masih diperbolehkan selama tidak berlebihan dan mengikuti aturan keamanan. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengangkat beban berat pada saat hamil.

Baca juga: Resep jus brokoli untuk si buah hati

  • Hindari membawa benda-benda berat secara berlebihan. Hindari mengangkat benda yang beratnya lebih dari 10 kg sekaligus.
  • Untuk memudahkan, sebaiknya pecah benda berat yang akan dibawa menjadi beberapa bagian kecil yang lebih ringan untuk dibawa.
  • Jangan mengangkat beban berat dalam jarak yang terlalu jauh. Lebih baik meminta pertolongan orang lain untuk mengangkat benda-benda tersebut demi keselamatan bunda dan janin.
  • Seimbangkan beban tubuh kiri dan kanan supaya bagian perut dan pinggang tidak tertekan dan mengalami cedera.
  • Gunakan alat bantu untuk mempermudah mengangkat barang. Misalnya, gunakan troli ketika berbelanja, gunakan stroller daripada menggendong buah hati ketika hamil, gunakan tas ransel, dan sebagainya.

Cara ibu hamil mengangkat beban yang cukup berat

Di bawah ini adalah petunjuk mengenai cara mengangkat beban berat demi keselamatan selama masa kehamilan.

  • Bengkokkan lutut ketika mengangkat beban berat dan jangan membengkokkan pinggang.
  • Pastikan punggung tegak pada saat mulai mengangkat beban seraya bertumpu pada kedua kaki. Dorong tubuh ke posisi tegak dengan kedua kaki dengan perlahan-lahan hingga beban pun terangkat.
  • Jangan membuat sentakan ataupun gerakan tiba-tiba pada saat mengangkat beban.

Baca juga: 7 Jenis sayuran terbaik untuk bahan jus

Cara di atas adalah cara yang benar untuk mengangkat beban bagi ibu hamil maupun orang yang tidak sedang hamil. Ketika hamil metode di atas sangat penting dan harus diterapkan karena sistem rangka dan otot sedang mengalami perubahan sehingga rawan terjadi cedera. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain untuk mengangkat benda-benda berat bila bunda mengalami kesulitan. Bunda juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter bila menemui masalah terkait mengangkat beban berat selama kehamilan untuk memastikan keamanannya.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru