09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Bunda harus tau: Placenta previa pada masa kehamilan

KategoriKehamilan
Di lihat2015 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

berikut adalah penyebab dan resiko yang ditimbulkan akibat kehamilan dengan plasenta previa

Placenta previa adalah kondisi dimana plasenta tumbuh di bagian bawah uterus setelah minggu ke-20 masa kehamilan. Adalah normal bila plasenta tumbuh di bagian bawah uterus sebelum minggu ke-20 karena seiring berjalannya waktu uterus akan menggerakkan plasenta ke atas menjauhi serviks. Bahkan, kalaupun hal ini terjadi setelah minggu ke-20, masih ada kemungkinan uterus akan menarik plasenta menjauhi serviks.

Bila plasenta menutup sebagian (partial placenta previa) atau seluruh serviks (major placenta previa) hingga waktu persalinan, ibu hamil tidak bisa melahirkan secara normal sehingga biasanya harus dilakukan melalui operasi caesar.

Baca juga: Manfaat menyusui bagi bunda dan si buah hati

Faktor resiko placenta previa

Menurut data statistik, placenta previa terjadi pada 1 dari 200 wanita hamil. Resiko kondisi ini lebih tinggi pada wanita yang:

  • Pernah hamil sebelumnya.
  • Melakukan operasi caesar pada persalinan sebelumnya.
  • Perokok
  • Hamil pada usia 35 tahun atau lebih

Placenta previa bisa terdeteksi melalui pemeriksaan USG pada minggu ke-18 hingga minggu ke-20 ditambah 6 hari masa kehamilan. Serangkaian pemeriksaan USG selama 32 minggu dianjurkan bila ibu hamil terdeteksi mengalami major placenta previa (placenta menutup seluruh serviks), bila terjadi pendarahan, dan bila dokter mendeteksi adanya komplikasi lain.

Tanda-tanda placenta previa

  • Janin dalam posisi melintang atau berada di bagian atas uterus. Hal ini dikarenakan serviks tertutup plasenta sehingga kepala bayi tidak dapat berada di posisi bawah menuju jalan lahir.
  • Terjadi pendarahan tanpa rasa sakit pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Bila ini terjadi segera hubungi dokter.

Baca juga: Panduan nutrisi bagi ibu menyusui

Komplikasi

1. Kelainan posisi plasenta ini meningkatkan resiko terjadinya pendarahan selama kehamilan atau persalinan. Akan tetapi kasus ini sangatlah jarang dan kalaupun terjadi dapat diatasi segera begitu sampai di rumah sakit.

2. Placenta accreta adalah kasus yang jarang dimana plasenta tertanam terlalu dalam pada dinding uterus sehingga ia tidak dapat lepas dari uterus dengan mudah setelah persalinan. Resiko placenta accreta lebih besar pada wanita yang pernah melakukan operasi caesar pada kehamilan sebelumnya.

3. Vasa previa sering dihubungkan dengan komplikasi lain pada plasenta atau tali pusar. Gangguan ini sangat jarang terjadi dan biasanya terdeteksi pada pemeriksaan di trimester kedua kehamilan. Tanda adanya vasa previa sangat mudah diamati bila kantung ketuban pecah sebelum atau selama kehamilan, yaitu keluarnya darah merah segar dan adanya masalah pada detak jantung janin.

Baca juga: Benarkah menyusui dapat menunda kehamilan?

Tips bila bunda mengalami placenta previa

Tidak ada cara yang efektif untuk mengubah posisi plasenta di dinding rahim. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh kita tetap sehat walaupun mengalami placenta previa, yaitu:

  • Mengkonsumsi makanan kaya nutrisi, terutama yang banyak mengandung zat besi. Hal ini penting untuk mencegah anemia. Makanan yang kaya akan zat besi misalnya sayuran hijau, daging, dan kacang lentil.
  • Ketika berada di rumah sakit, jagalah supaya peredaran darah tetap lancar. Lakukan kegiatan ringan seperti berjalan-jalan santai atau menggerak-gerakkan badan. Usahakan pula untuk minum cukup air. Hal ini penting untuk mengurangi resiko terjadinya pendarahan.
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru