09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Cara menghentikan kebiasaan si kecil yang suka mengigit

KategoriParenting
Di lihat1124 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Bagaimana cara menghentikan kebiasaan mengigit si kecil?

Kebiasaan buruk balita yang suka menggigit ketika sedang kesal seringkali membuat ayah dan bunda cemas. Kebiasaan menggigit biasanya mulai berkembang di awal masa balita, dan menjadi tampak jelas pada saat si kecil berusia di antara 2 hingga 3 tahun. Kebiasaan si kecil yang suka menggigit ketika marah atau frustasi ternyata adalah hal yang umum.

Para ahli percaya bahwa anak-anak tidak melakukannya untuk membuat orang lain terluka, melainkan lebih sebagai cara untuk mengkomunikasikan perasaannya. Akan tetapi, ayah dan bunda tetap harus meresponnya dengan cara yang tepat supaya kebiasaan ini dapat berangsur menghilang. Yang penting, meresponlah dengan cepat dan tetap tenang.

Baca juga: Tips memasak sayur dan buah

Tips agar si kecil tak suka mengigit

1. Kebiasaan menggigit biasanya mulai berkembang ketika si kecil tumbuh gigi. Dorongan menggigit benda-benda pada usia ini sangatlah wajar. Akan tetapi, supaya dorongan untuk menggigit tidak bekembang menjadi kebiasaan menggigit orang lain, kita harus mengarahkan si kecil untuk menggigit benda, misalnya teething ring, dan bukan bagian tubuh orang lain.

2. Jangan menggigit balik ketika balita menggigit ayah atau bunda. Kita mungkin berfikir bahwa anak-anak akan berhenti menyakiti orang lain yang ada di dekatnya bila mereka merasakan sakitnya digigit. Akan tetapi, para ahli ternyata menolak teori ini. Menurut mereka, menggigit balik hanya akan membuat si kecil berfikir bahwa menggigit adalah tidak apa-apa dan malah dapat memperparah kebiasaan ini.

Baca juga: Sumber protein nabati terbaik untuk anak

3. Ingatkan anak-anak dengan bahasa yang sederhana. Bila si kecil menggigit, biarkan ia supaya menjadi lebih tenang dulu, kemudian ingatkan ia dengan bahasa yang mudah dimengerti. Larangan verbal dengan kata-kata yang jelas akan membuat si kecil belajar untuk tidak mengulangi tindakannya. Ajarkan juga kepada balita yang lebih besar untuk menyampaikan keinginannya dengan kata-kata yang sopan, bukan dengan cara menggigit orang lain.

4. Setelah melarang dengan ucapan, kita sebaiknya mengurangi perhatian kita pada si kecil hingga ia berhenti menggigit. Bila kita memberi terlalu banyak perhatian, misalnya dengan menjelaskan dengan lebih detail mengenai mengapa menggigit adalah tindakan yang salah, si kecil malah akan semakin terdorong untuk mengulangi tindakannya.

5. Ayah dan bunda mungkin menemukan bahwa kebiasaan si kecil dipengaruhi kondisi tertentu. Karena itu, bila kondisi tersebut terjadi, ambil tindakan cepat untuk menenangkan si kecil. Dengan melakukannya, kita mengajarkan kepada si kecil cara yang lebih tepat untuk merespon situasi yang tidak ia sukai. Bila ayah dan bunda merasa kesulitan memprediksi emosi si kecil, perhatikan bila ia mengatupkan giginya dengan rapat. Mengatupkan gigi dengan rapat adalah tanda yang sering muncul sebelum balita mulai menggigit.

Baca juga: Manfaat buah jeruk untuk bayi

6. Ajari si kecil untuk meminta maaf kepada orang yang baru saja ia gigit, tentunya ketika ia sudah merasa tenang. Hal ini penting untuk menanamkan empati pada si kecil, serta beri pujian kepada anak bila ia berhasil mengendalikan emosinya dan tidak menggigit.

 

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru