09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Cara sederhana mencegah cegukan pada bayi

KategoriBayi
Di lihat5195 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

mencegah cegukan pada bayi

Cegukan dikategorikan sebagai kondisi ringan pada sistem pencernaan bagian atas yang bisa terjadi pada segala usia, termasuk bayi, bahkan yang masih di dalam kandungan. Cegukan sebenarnya adalah kontraksi yang sangat kuat atau kejang yang terjadi pada diafragma. Diafragma sendiri adalah selaput otot tipis yang memisahkan rongga dada dengan rongga perut pada tubuh kita.

Baca juga: Informasi seputar eksim pada balita

Cegukan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan umumnya bukan merupakan gejala gangguan kesehatan serius. Pada anak bayi, frekuensi kondisi ini biasanya akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia mereka, disaat sistem pencernaannya sudah lebih sempurna. Meski dikategorikan kondisi ringan, cegukan pada bayi bisa sangat mengganggu dan mengejutkan si kecil.

Penyebab cegukan pada bayi

Untuk meringankan cegukan pada bayi, pertama-tama ayah bunda harus tahu hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kondisi ini. Cegukan bisa terjadi beberapa saat setelah si buah hati minum susu atau ASI. Secara medis, hubungan antara cegukan dan waktu minum susu atau menyusui memang bisa dijelaskan, mengingat posisi diafragma yang memang dekat dengan rongga perut. Bila bunda melihat si kecil sering cegukan setelah minum ASI, hal-hal di bawah ini mungkin bisa membantu.

Baca juga: Fakta penting seputar air minum bagi si kecil

Tips menghindari cegukan pada pada bayi

1. Small but frequent

Terlalu banyak minum susu atau ASI dalam satu waktu merupakan penyebab cegukan yang paling umum. Perut bayi yang terlalu penuh sehingga menggelembung terlalu cepat bisa menimbulkan kejang pada otot diafragma. Ketika menyusui, upayakan agar si kecil tidak minum terlalu cepat. Jangan lupa untuk berhenti sebentar ketika bunda akan berpindah ke belahan dada yang lain dan bantu bayi untuk bersendawa. Begitu pula bila si kecil minum dari botol. Selalu ingat untuk berhenti sejenak pada saat susu tinggal setengah untuk beristirahat dan bantu bayi untuk bersendawa. Lanjutkan kembali meminum susu yang tersisa beberapa menit kemudian.

2. Cegah bayi menelan terlalu banyak udara.

Selain minum terlalu banyak dan cepat, cegukan bisa disebabkan oleh bayi yang menelan terlalu banyak udara selama minum susu atau ASI. Hal ini juga bisa menyebabkan perut bayi menggelembung dengan cepat. Karenanya, bunda perlu memperhatikan posisi mulut bayi terhadap puting susu ketika menyusui. Pastikan mulut si kecil terbuka cukup lebar dan menempel rapat di seputar areola, bukan hanya pada puting susu. Areola adalah area berwarna kehitaman di sekitar puting susu yang bisa melebar atau menjadi lebih gelap selama proses kehamilan. Dengarkan tegukan si kecil dengan seksama, bila ia terlalu banyak meneguk berarti ia minum terlalu cepat serta menelan terlalu banyak udara. Bila si kecil minum dari botol, gulingkan botol sedikit sebesar kurang lebih 45°. Pastikan gelembung udara sudah naik ke bagian dasar botol.

Baca juga: Apakah si kecil obesitas? Berikut tanda-tandanya

Selain itu, perhatikan posisi tubuh bayi ketika minum. Posisi tubuh yang baik adalah bayi duduk di pangkuan dengan bersandar pada tangan bunda. Posisi punggung yang baik adalah pada sudut 30° hingga 45°. Posisi tubuh yang benar bisa mencegah udara menetap pada perut si kecil. Pertahankan posisi ini hingga kurang lebih 20 menit setelah selesai minum untuk memastikan udara sudah mencapai bagian atas perut sehingga mengurangi tekanan pada diafragma dan memudahkan bersendawa.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru