09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Daftar sumber zat besi terbaik bagi si kecil

KategoriNutrisi
Di lihat1130 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Kandungan zat besi dalam beberapa jenis makanan

Zat besi mutlak diperlukan tubuh si kecil terutama dalam proses pembentukan hemoglobin, yaitu komponen pembangun sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen dari paru-paru untuk disebarkan keseluruh tubuh. Zat besi juga diperlukan dalam pembentukan mioglobin, yaitu komponen yang membantu penyimpanan oksigen dalam otot-otot si buah hati.

Kekurangan zat besi pada level tertentu dapat mengakibatkan beragam gangguan kesehatan termasuk diantaranya anemia dengan gejala umum berupa badan lemah, mudah cape, serta biasanya membuat si kecil lebih rewel.

Baca juga: Tips agar si kecil terhindar dari dehidrasi

Karena zat besi juga diperlukan dalam proses perkembangan otak, kekurangan zat besi saat masa pertumbuhan dapat mempengaruhi perkembangan kognitif si kecil. Inilah yang menjadikan begitu pentingnya bagi ayah bunda untuk memberikan asupan makanan bergizi dengan kandungan zat besi sesuai kebutuhan harian mereka.

Berapa banyak si kecil membutuhkan zat besi?

Menurut WebMD.com, anak dengan usia 1-3 tahun rata-rata memerlukan asupan zat besi sebanyak 7 miligram (mg) per hari, sedang anak dengan usia 4-8 tahun rata-rata memerlukan sebanyak 10 miligram per hari. Sebagaimana halnya unsur hara lain, angka diatas adalah angka rata-rata kecukupan harian, artinya si kecil tidak harus menerima zat besi dengan jumlah tepat setiap harinya.

Sumber zat besi terbaik: Hewani atau nabati?

Zat besi yang terpat pada sumber makanan hewani termasuk daging sapi, seafood, dan ayam (heme iron) cenderung lebih mudah di serap tubuh si kecil bila dibandingkan dengan zat besi yang bersumber dari tumbuhan termasuk sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah-buahan kering (non-heme iron). Telur juga mayoritas mengandung jenis “non-heme iron”.

Baca juga: Penyebab infeksi saluran kencing pada balita

Untuk meningkatkan proses penyerapan zan besi non-heme tadi, ayah bunda dapat mengkombinasikan bahan makanan nabati tadi dengan bahan makanan hewani atau dengan makanan lain yang kaya akan kandungan vitamin C seperti jus jeruk, papaya, brokoli, stroberi, mangga, tomat, dan kentang.

Kandungan zat besi dalam beberapa jenis makanan

Zat besi dapat dengan mudah ditemukan dalam beragam makanan sehingga anak balita yang menerima makanan bergizi dengan prorsi yang tepat sebenarnya sudah mampu memenuhi kebutuhan zat besi mereka tanpa harus mengkonsumsi suplemen zat besi. Berikut adalah beberapa jenis makanan beserta kandungan zat besinya:

  • ½ gelas cereal yang sudah diperkaya zat besi, rata-rata mengandung 12 mg
  • ¼ gelas tahu rata-rata mengandung 2.22 mg (bergantung merek)
  • ¼ gelas kacang kedelai mengandung sekitar 2 mg
  • ¼ gelas kacang merah mengandung sekitar 1 mg
  • ¼ gelas kacang hitam mengandung sekitar 0,9 mg
  • ¼ gelas bayam yang sudah dimasak mengandung sekitar 0,9 mg
  • ¼ gelas kismis mengandung sekitar 0,7 mg
  • 1 kerat roti gandum mengandung sekitar 0,9 mg

Baca juga: Tips memberikan suplemen vitamin untuk si kecil

Zat besi untuk balita: Lebih banyak, lebih baik?

Meski zat besi sangat diperlukan tubuh, bukan berarti semakin banyak semakin baik. Pemberian zat besi berlebih diatas angka yang diperbolehkan dapat menyebabkan keracunan. Para ahli berpendapat bahwa angka maksimal konsumsi zat besi untuk anak-anak adalah 40 mg per hari. Jadi ayah bunda harus ekstra waspada, jangan sampai si kecil over konsumsi zat besi, terutama jika ayah bunda memberikan suplemen makanan zat besi kepada si buah hati.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru