09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Diusia berapa bayi mulai bisa merangkak?

KategoriBayi
Di lihat5546 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

kapan anak bayi mulai bisa merangkak?

Merangkak adalah suatu pencapaian penting dalam perkembangan si kecil. Beberapa bayi mulai merangkak diusia 6-9 bulan, namun terkadang ayah dan bunda harus menunggu hingga si kecil mendekati 12 bulan sebelum melihat si kecil mulai merangkak.

Sebagian orang tua merasa khawatir saat si kecil cenderung lambat untuk belajar merangkak. Namun jangan panik ayah bunda, karena tiap bayi punya kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Selain merangkak, ayah bunda juga baiknya fokus pada kemampuan mereka dalam tiap tahap perkembangan. Berikut adalah tahapan kemampuan si buah hati sesuai capaian usianya.

Baca juga: Waspada infeksi jamur pada balita

Tahapan kemampuan gerak si kecil

1. Tengkurap. Ayah bunda dapat mengajari si kecil agar tengkurap lebih cepat dan ini bagus untuk memperkuat bagian kepala, leher, dan badan bagian atasnya. Saat si kecil menginjak usia beberapa minggu ayah bunda dapat mulai melatih mereka untuk belajar tengkurap. Saat si kecil dalam keadaan tenang dan tidak rewel, baringkan si kecil dengan posisi tengkurap di atas kasur, matras, selimut, atau di dada ayah bunda. Tengkuraplah di sisinya, kemudian ajak bicara, nyanyikan lagu, atau gerakkan mainan-mainan sedarhana. Ketika si kecil sudah lebih besar ia akan mulai mengangkat kepalanya dan melihat sekitar. Ia juga akan mulai menendangkan kakinya dan melambaikan tangan.

2. Berguling. Setelah berusia sekitar 4 bulan, si kecil mulai bisa berguling melalui pinggulnya ke posisi tengkurap. Pelan-pelan ia juga akan belajar berguling ke posisi sebaliknya. Setelah beberapa waktu ia akan pandai berguling dalam jarak yang cukup jauh dan dengan waktu yang cepat.

3. Menyeret badan. Beberapa waktu setelah bisa berguling, saat kekuatan otot lengannya sudah lebih baik, ia akan belajar menyeret tubuhnya. Ayah dan bunda akan melihat si kecil bergerak di sepanjang lantai dengan cara ini. Sama dengan waktu berguling, ia juga akan belajar menyeret tubuhnya dalam jarak yang cukup jauh dengan kecepatan yang mengejutkan.

4. Merangkak. Bayi biasanya mulai merangkak diusia 9 bulan, dan bisa lebih cepat atau lebih lambat. Sebagian bayi akan segera merangkak begitu ia dapat menyangga tubuh dengan tangan dan lututnya, namun ada juga yang menghabiskan beberapa waktu dengan bergoyang-goyang dalam posisi tersebut sebelum memulai langkah pertamanya.

Baca juga: 5 Tips agar si buah hati cepat bisa jalan

5. Bergerak dalam posisi duduk. Beberapa bayi tidak mengalami proses tengkurap, berguling, kemudian merangkak melainkan bergerak dalam posisi duduk, atau biasa dikenal dengan istilah ngesot. Mereka biasanya menarik atau mendorong tubuhnya dengan tangan, dengan posisi kaki di depan. Bayi yang mengalami fase ini biasanya tidak merangkak, melainkan langsung belajar berjalan setelah beberapa waktu.

Bila bayi tidak merangkak hingga 1 tahun

Bila si kecil tidak mulai belajar memindahkan tubuhnya sebagaimana telah disebutkan diatas hingga ulang tahun pertamanya, para orang tua sebaiknya mengkonsultasikannya dengan dokter anak. Untuk menstimulasi gerakan mereka, dokter mungkin akan merekomendasikan si kecuk untuk mengikuti terapi khusus.

Melindungi si kecil yang mulai merangkak

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga keamanan si kecil yang mulai merangkak:

1. Amankan barang-barang yang mudah pecah, terutama di tempat yang biasanya dilewati si kecil saat merangkak. Bila ada, segera amankan dari jangkauann si kecil. Bersihkan lantai secara teratur agar si buah hati dapat bebas bergerak tanpa harus khawatir terkena kuman.

2. Hati-hati zona berbahaya. Selai benda pecah belah, hati-hati dengan stop kontak, ujung-ujung benda yang tajam seperti ujung lemari, pintu, dan lain sebagainya. Jangan lupa mengunci pintu lemari-lemari. Amankan setrika dan barang-barang elektronik serta pasang pagar pembatas di tangga.

Baca juga: Kenali tanda infeksi saluran kencing pada anak

3. Hati-hati dengan benda kecil. Selagi merangkak, si kecil biasanya juga tertarik memasukkan benda-benda kecil yang ditermukannya ke mulutnya. Karena itu, amankan benda-benda kecil yang bisa berbahaya seperti kancing, penitik, tutup pulpen, mainan kecil, dan sebagainya.

4. Selalu awasi si kecil. Saat mereka mulai aktif bergerak, pastikan ayah bunda selalu mengawasi si buah hati. Bila kita akan pergi ke ruangan lain, lebih baik bawa juga si kecil serta atau minta anggota keluarga lain untuk mendampingi si kecil.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru