09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Fakta dan mitos seputar nutrisi bagi si buah hati

KategoriBayi
Di lihat712 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

yang perlu diketahui seputar nutrisi bayi

1. Bubur beras, makanan terbaik untuk bayi [ Mitos ]

Biasanya, para orang memulai pemberian makanan padat dengan bubur beras, diikuti bubur sayur campuran, kemudian buah-buahan. Namun di beberapa negara, pemberian makanan padat dimulai dengan tumbuh-tumbuhan dan rempah-rempah yang ringan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan toleransi mereka terhadap bahan makanan tersebut. Para ahli juga menyebutkan pentingnya konsumsi daging bagi si kecil karena bisa mencegah anemia.

Baca juga: 7 Tips menjaga kekebalan tubuh si kecil

Ayah bunda mungkin berfikir bahwa makanan dalam bentuk bubur adalah yang terbaik untuk bayi. Padahal penting juga untuk mengenalkan makanan bertekstur serta sedikit padat pada si kecil. Latihan mengunyah (dengan gigi maupun gusi) dapat memperkuat otot rahang dan nantinya akan membantu meningkatkan kemampuan berbicara mereka.

2. Anak-anak membutuhkan susu [ mitos dan fakta ]

Susu adalah sumber nutrisi terpenting pada si kecil pada tahun-tahun awal kehidupannya. Susu kaya akan kalsium yang penting bagi pertumbuhan tulang dan gigi si kecil. Di samping itu, kalsium yang terdapat dalam susu lebih mudah diserap tubuh dibanding kalsium yang juga terkandung dalam sayuran. Hingga si kecil berumur 12 bulan, ASI adalah makanan yang terpenting baginya. Berikut ini adalah panduan sederhana yang dapat diikuti bila si kecil mulai mengkonsumsi susu sapi:

  • Berikan susu full cream pada bayi berusia 1 hingga 2 tahun sebagai pelengkap nutrisi mereka. Susu full cream mengandung 4% lemak.
  • Berikan susu rendah lemak pada anak berusia di atas 2 tahun. Susu rendah lemak mengandung 2% lemak.
  • Jangan berikan susu skim (99,9% bebas lemak) pada anak di bawah 5 tahun).

3. Ikan adalah makanan bagi otak [ Fakta ]

Ikan kaya akan kandungan Omega 3, suatu zat nutrisi asam lemak berkualitas yang melimpah dalam minyak ikan. Dua varian dari Omega-3 yaitu Docosahexaenoic Acid (DHA) dan Eicosapentaenoic Acid (EPA) sangatlah penting bagi pertumbuhan otak si kecil. DHA merupakan pembentuk dari 30% bagian otak. DHA bersama EPA adalah pembentuk dari 70% bagian otak dan sistem syaraf bayi. Bagi si kecil yang alergi ikan, suplemen omega 3 bisa menjadi alternatif.

Pada masa kehamilan, menjaga asupan DHA berarti merawat pertumbuhan otak bayi, menjaga kesehatan mata, dan membantu kemampuan bicaranya sejak dini. Asupan DHA yang cukup juga mengurangi resiko kelahiran prematur. Sayangnya, sekitar 85% wanita hamil belum mengkonsumsi cukup DHA.

Baca juga: Tips mengatasi balita yang suka mengigit kuku

4. Makanan paling baik  yang disajikan dalam kondisi segar [ Mitos ]

Ternyata, makanan dalam kondisi segar tidak selalu lebih baik. Beberapa jenis sayuran beku, memiliki kandungan nutrisi yang sama atau bahkan lebih dari sayuran segar. Sayuran beku biasanya telah melalui proses pemilihan. Proses pembekuannya tidak mengurangi banyak kandungan nutrisi di dalamnya, sehingga kandungan vitamin dan mineral di dalamnya tetap terjaga.

5. Makanan ‘jahat’ harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak [ Mitos ]

Untuk menghindarkan si kecil dari obesitas, para orang tua biasanya menyimpan camilan ‘jahat’, seperti keripik dan biskuit dari jangkauan anak-anak. Ternyata, menurut sebuah penelitian hal ini justru membuat si kecil semakin ingin memakannya. Penelitian lain membuktikan bahwa anak-anak yang terlalu dibatasi camilannya di rumah, menjadi tak terkontrol begitu mereka mendapatkan makanan tersebut. Yang tidak kalah penting adalah mulai mengenalkan si kecil dengan beragam makanan can cemilan sehat sehingga mereka terbiasa dengan jenis sehat tersebut.

Baca juga: Manfaat hebat jagung manis untuk si kecil

6. ASI mencegah infeksi telinga [ Fakta ]

Infeksi telinga adalah salah satu alasan utama konsumsi antibiotik pada anak yang ternyata justru dapat melemahkan sistem imun mereka. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ASI dapat mengurangi resiko otitis media (infeksi saluran telinga tengah). Pada anak berusia 6 hingga 12 bulan yang tidak mendapatkan ASI ekslusif, resiko infeksi telinga lebih tinggi 25% hingga 51% dibandingkan kelompok anak yang mendapat ASI eksklusif. Sedangkan pada anak yang mengkonsumsi susu formula, resiko terkena infeksi telinga meningkat jadi 54% hingga 76%.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru