09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Fakta penting seputar imunisasi bagi si kecil

KategoriBayi
Di lihat593 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

apakah efek samping dari imunisasi?

Sebagaimana ayah dan bunda tahu, imunisasi penting bagi si buah hati. Imunisasi untuk merangsang terbentuknya sistem kekebalan terhadap penyakit. Saat vaksin dimasukan kedalam tubun, dampaknya tubuh akan memproduksi kekebalan terhadap jenis penyakit tertentu. Manfaat lainnya, semakin banyak orang yang diimunisasi maka penyebaran infeksi akan semakin menurun. Imunisasi adalah salah satu upaya pencegahan suatu penyakit, selain faktor gizi dan sanitasi yang baik.

Baca juga: Tips agar si kecil terhindar dari cacingan

Efek samping imunisasi

Dalam kasus yang umum ditemui, imunisasi memiliki beberapa efek samping ringan. Setelah imunisasi biasanya si kecil akan sedikit demam. Ia juga akan gelisah, tampak lelah, mengantuk, dan kurang bahagia. Selain itu, adalah wajar bila terjadi nyeri, sedikit pembengkakan, dan warna kulit kemerahan di tempat yang terkena jarum suntik. Ia juga mungkin mengalami nyeri otot dan kurang nafsu makan.

Alergi terhadap vaksin sangat jarang terjadi. Kita tidak perlu khawatir karena imunisasi tidak akan menyebabkan efek samping atau komplikasi yang serius. Resikonya akan lebih besar bila si kecil tidak dilindungi dengan imunisasi. Bila ayah dan bunda khawatir terhadap kesehatan si kecil selepas imunisasi, ayah bunda dapat segera hubungi dokter.

Tips mengatasi efek samping imunisasi

Baca juga: Inilah jenis minuman pemicu gigi keropos si kecil

Untuk mengurangi efek samping ringan dari imunisasi, kita bisa melakukan beberapa hal. Yang pertama, perbanyak minum. Kemudian, ingatlah untuk tidak memakaikan pakaian berlapis-lapis bila si kecil merasa panas. Penggunaan paracetamol secara rutin sebelum dan saat imunisasi sudah tidak perlu dilakukan, sebab sekarang telah banyak digunakan vaksin yang lebih baik yang mengurangi timbulnya demam. Namun, bila si kecil mengalami demam dan nyeri, ayah dan bunda bisa mengkonsultasikan penggunaan paracetamol kepada dokter atau perawat.

Jenis-jenis vaksin imunisasi

Umumnya, hingga umur 5 tahun anak harus diberi 13 imunisasi yang dilakukan secara terpisah. Dokter akan memberikan jadwal imunisasi supaya pemberian imunisasi bisa dipantau dengan mudah. Saat ini sudah akan vaksin kombinasi atau vaksin kombo yang memungkinkan diberikannya beberapa jenis vaksin dalam 1 jenis produk antigen. Dengan demikian, beberapa jenis vaksin bisa diberikan hanya dalam 1 suntikan saja. Vaksin kombinasi yang pertama kali ada ada alah vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus). Selanjutnya dikembangkan berbagai jenis vaksin lain seperti DPT + Hepatitis B, DPT + Hib (Haemophilus Influenzae tipe B), MMR (Mumps Measles Rubella) + Varisela, dan sebagainya.

Baca juga: 6 Tips untuk bunda agar si kecil suka sayuran

Sejalan dengan peningkatan pendidikan dan pengetahuan masyarakat, para dokter dihimbau untuk menginformasikan kapada para orang tua tentang bahaya penyakit, manfaat imunisasi, dan reaksi yang mungkin timbul paska imunisasi. Para orang tua sebaiknya juga selalu memberikan informasi kepada dokter mengenai riwayat penyakit anak, riwayat imunisasi sebelumnya, adakah alergi terhadap obat terutama dari kelompok antibiotik tertentu, terapi yang sedang digunakan dan sebagainya. Hal ini berguna untuk mencegah reaksi negatif paska imunisasi.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru