09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Fakta penting seputar cradle cap pada kulit kepala bayi

KategoriBayi
Di lihat6214 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Tips mengatasi dan mencegah sisik ketombe pada kulit bayi

Jika ayah bunda mendapati kulit kepala si mungil dipenuhi lapisan semacam sisik tebal berwarna kuning kecoklatan, atau terkadang nampak seperti ketombe, besar kemungkinan si kecil mengalami kondisi yang dikenal dengan istilah cradle cap. Meski tak enak dipandang, kondisi ini umunya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Cradle cap biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir hingga berusia 3 bulan. Pada umunya kondisi kulit ini tidak terjadi pada anak berusia di atas 1 tahun.

Baca juga: Tips memilih pasta gigi untuk si buah hati

Penyebab terjadinya cradle cap

Pada kulit si kecil terdapat kelenjar penghasil minyak untuk melindungi kulit. Karena pengaruh hormon dari ibu, kelenjar ini bisa membesar dan menyebabkan kelebihan sebum. Sebum adalah zat berminyak yang terutama terdiri atas lemak, keratin, dan bahan selular yang diproduksi oleh kelenjar sebasea. Kelebihan sebum bisa menyebabkan peradangan sehingga terbentuklah kerak kekuningan mirip ketombe pada kulit kepala si kecil.

Tips mengatasi cradle cap pada bayi

Berikut ini adalah beberapa tips bagi ayah dan bunda untuk mengatasi cradle cap pada si kecil yang baru lahir:

  • Lepaskan kerak kekuningan pada kulit kepala bayi secara perlahan-lahan (tidak boleh dipaksa) dengan pijatan lembut pada kulit kepala si kecil dengan menggunakan baby oil.
  • Biarkan baby oil pada kepala si kecil semalaman, esok harinya cuci rambut si kecil dengan air hangat dan sampo bayi. Gunakan sikat rambut bayi dengan bulu lembut untuk menghilangkan kepingan-kepingan yang mulai lepas.
  • Sebagai alternatif, ayah dan bunda bisa menggunakan produk penghilang cradle cap yang dapat diperoleh di apotek terdekat. Diperlukan waktu beberapa hari hingga sisik-sisik tersebut benar-benar hilang dari kulit kepala si kecil.

Baca juga: 7 Rahasia menjaga kekebalan tubuh si kecil

Bisakah cradle cap menyebabkan infeksi?

Pada konsisi tertentu, cradle cap dapat memicu infeksi pada kulit kepala bayi terutama jika kebersihan kulit kepalanya tidak terjaga. Kulit si kecil akan menjadi kemerahan dan bahkan disertai timbulnya pustula. Pustula adalah lepuhan-lepuhan kecil kekuningan berisi nanah yang muncul pada kulit. Infeksi ini terjadi karena adanya bakteri Staphylococcus aureus, jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan penyakit impetigo. Komplikasi ini biasanya bersifat menular dan harus segera ditangani. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik berbentuk krim untuk dioleskan pada kulit kepala si kecil selama beberapa hari.

Mitos seputar cradle cap

Terdapat beberapa mitos terkait cradle cap  yang dipercaya oleh masyarakat. Misalnya, bahwa gangguan kulit ini disebabkan oleh para orang tua yang kurang menjaga kebersihan bayinya, karena pola pengasuhan yang buruk, atau pola makan ibu yang kurang baik. Bahkan,  terkadang cradle cap dikaitkan dengan warna rambut tertentu.

Baca juga: 3 Jenis penyakit aneh yang dapat menyerang si buah hati

Ayah dan bunda tidak perlu khawatir karena mitos-mitos ini tidaklah terbukti secara ilmiah. Bahkan sebenarnya, cradle cap bisa hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Namun, memerlukan beberapa bulan sebelum gangguan kulit ini hilang dengan sendirinya. Sayangnya, sampai hari ini belum ada tindakan pencegahan bagi gangguan kulit ini.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru