09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Gejala dan penanganan anemia pada bayi dan balita

KategoriKesehatan
Di lihat11591 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

gejala anemia pada bayi dan balita beserta cara mengatasinya

Anemia merupakan gangguan kesehatan yang muncul akibat kurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Bila tubuh kekurangan hemoglobin sel-sel tubuh akan kekurangan oksigen karena fungsi utama hemoglobin adalah mengikat dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Anemia yang tidak ditangani dengan semestinya dapat mempengaruhi perkembangan, sistem imun, dan bahkan perilaku si kecil.

Baca juga: 7 Tips mendisiplinkan anak balita

Gejala anemia pada anak

Anemia pada anak-anak biasanya ditandai gejala-gejala berikut: wajah tampak pucat, sering mengeluh lelah, tidak nafsu makan, mengalami batuk dan demam lebih sering, serta sulit melakukan aktivitas yang menguras energi. Untuk mendiagnosa gangguantersebut umumnya dokter akan melakukan tes darah. Selain tes darah, dibutuhkan pula beberapa tes lain untuk mencari penyebab gangguan anemia tersebut.

Penyebab anemia pada anak

Penyebab anemia pada anak-anak biasanya adalah kurangnya asupan zat besi dari makanan, namun bisa juga karena faktor lain seperti kurangnya produksi sel darah merah dalam tubuh, kelainan pada sel darah, maupun berkurangnya darah akibat pendarahan. Kurangnya asupan zat besi biasa terjadi setelah si kecil berusia 6 bulan ke atas ketika zat besi untuk pembentukan hemoglobin diperoleh dari makanan semi padat atau makanan padat. Anak-anak yang susah makan, pilih-pilih makanan, atau menganut pola makan vegetarian biasanya rawan mengalami defisiensi zat besi hingga anemia.

Kurangnya asupan zat besi bisa juga terjadi karena si kecil terlalu banyak minum susu sehingga penyerapan kalsium di usus menghalangi penyerapan zat besi. Terlalu banyak minum susu juga dapat mengurangi selera makan anak terhadap makanan lain sehingga ia kurang mengkonsumsi makanan kaya zat besi.

Baca juga: Ciri-ciri bunda memberikan porsi makan berlebih

Mengatasi gejala anemia si kecil

Untuk mengatasi anemia pada bayi dan balita, dokter biasanya meresepkan suplemen zat besi. Akan tetapi, jangan mengkonsumsi suplemen zat besi secara berlebihan karena overdosis zat besi bisa berakibat fatal bagi si kecil. Perhatikan juga penggunaan suplemen zat besi karena terkadang ia dapat menyebabkan konstipasi. Meskipun suplemen zat besi dapat memenuhi kebutuhan si kecil terhadap zat besi, tetap perhatikan nutrisi dalam makanan yang diasup si kecil. Zat besi yang didapat secara alami dari makanan tetaplah lebih baik.

Zat besi bisa diperoleh dari bahan makanan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan. Akan tetapi, zat besi yang berasal dari makanan hewani jauh lebih mudah diserap daripada yang berasal dari makana nabati. Zat besi yang berasal dari tumbuhan seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, gandum utuh, dan wijen memiliki tingkat penyerapan yang sangat rendah. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, si kecil membutuhkan asupan vitamin C dalam jumlah yang cukup. Karenanya, pastikan untuk memadukan makanan sumber zat besi dengan bahan makanan yang kaya akan vitamin C dalam menu harian si kecil.

Baca juga: 7 Resep agar si kecil bisa cepat membaca

Untuk menyembuhkan dan mencegah anemia pada anak-anak, konsumsi daging sapi adalah salah satu yang terbaik. Selain daging tersebut, makanan-makanan hewani lain seperti daging unggas, ikan, seafood, dan telur juga mengandung zat besi dalam jumlah yang bervariasi. Untuk menjamin kecukupan asupan zat besi pada si kecil, berikan jenis makanan-makanan di atas setidaknya sekali setiap harinya.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru