09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Gejala dan perawatan pre-eclampsia pada ibu hamil

KategoriKehamilan
Di lihat5807 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

gejala dan penanganan pre-eclampsia pada kehamilan pertama

Pre-eclampsia adalah gangguan pada masa kehamilan yang biasanya ditandai dengan tekanan darah yang tinggi dan ditemukannya protein pada urin ibu hamil. Penyebab pasti gangguan ini masih belum diketahui. Aka tetapi, kondisi tersebut seringkali dihubungkan dengan plasenta yang tidak dapat berfungsi dengan normal. Pre-eclampsia seringkali terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Menurut studi, 4 dari 100 wanita hamil mengalami pre-eclampsia.

Baca juga: Haruskah menyusui si kecil dimalam hari?

Gejala-gejala pre-eclampsia

Secara umum pre-eclampsia ditandai terjadinya tekanan darah tinggi disertai ditemukannya protein pada urin wanita hamil. Kedua tanda di tersebut hanya bisa diketahui setelah dilakukan pemeriksaan medis. Akan tetapi, ada pula tanda-tanda yang bisa kita amati sendiri, yaitu:

  • Pembangkakan tiba-tiba pada wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.
  • Sakit kepala yang hebat.
  • Masalah pada penglihatan, misalnya pandangan kabur.
  • Nyeri yang hebat di bawah rusuk
  • Tidak enak badan

Resiko pre-eclampsia menjadi lebih tinggi bila kita:

  • Hamil pertama kali.
  • Jarak antar kehamilan 10 tahun atau lebih.
  • Mengalami pre-eclampsia pada kehamilan sebelumnya.
  • Memiliki ibu atau saudara kandung yang mengalami pre-eclampsia.
  • Mengalami obesitas sebelum hamil dengan BMI lebih dari atau sama dengan 30.
  • Hamil pada usia 40 tahun ke atas.
  • Memiliki gangguan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, atau diabetes.
  • Sedang hamil anak kembar.

Cara terbaik untuk mencegah pre-eclampsia adalah dengan menepati jadwal check up rutin dengan dokter kandungan. Dokter akan memeriksa tekanan darah dan menguji adanya kandungan protein di urin wanita hamil secara berkala. Hal ini penting untuk mengetahui adanya gangguan pre-eclampsia di awal terjadinya sehingga bisa segera memperoleh penanganan yang tepat.

Baca juga: Nutrisi bunda untuk kecerdasan si janin

Penanganan pre-eclampsia

Penanganan pre-eclampsia ringan berbeda dengan pre-eclampsia berat. Berikut adalah beberapa hal yang biasanya disarankan untuk mengobati pre-eclampsia ringan dan pre-eclampsia berat.

Pre-eclampsia ringan

  1. Lakukan check up secara berkala ke dokter kandungan untuk mengukur tekanan darah dan memeriksa adanya protein pada urin.
  2. Melakukan tes darah dan tes-tes ultrasound, misalnya tes Doppler untuk memeriksa aliran darah di dalam plasenta ke tubuh bayi.
  3. Banyak istirahat.
  4. Dokter akan meresepkan obat-obatan penurun tekanan darah yang aman bagi janin.

Pre-eclampsia berat

  1. Wanita yang mengalami pre-eclampsia berat harus dirawat di rumah sakit untuk memonitor kondisi kesehatannya secara intensif. Selama perawatan akan dilakukan tes darah, tes urin, dan pemeriksaan tekanan darah. Detak jantung dan kesehatan janin juga akan dimonitor secara intensif.
  2. Level cairan tubuh akan dikontrol dana kan diberikan obat-obatan pencegah eclampsia (biasanya mengandung magnesium sulfat).

Baca juga: Benarkah makanan berlabel organik lebih baik bagi si kecil?

Bila ditangani tepat pada waktunya, penderita pre-eclampsia bisa kembali sehat seperti sediakala. Penderita pre-eclampsia berat biasanya harus dirawat beberapa waktu setelah melahirkan. Dalam beberapa hari, tekanan darah bunda akan kembali normal setelah melalui serangkaian perawatan. Pada beberapa kasus, pre-eclampsia menimbulkan masalah kesehatan lain seperti eclampsia dan sindrom HELLP. Akan tetapi, hal ini sangat jarang terjadi karena pre-eclampsia pada umumnya memperoleh penanganan tepat waktu.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru