09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Ibu hamil wajib tau: Obstetric cholestasis

KategoriKehamilan
Di lihat2238 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

apa yang menyebabkan ibu hamil mengalami gatal-gatal hebat dan bagai mana cara mengatasinya?

Gatal-gatal di kulit selama kehamilan memang sering terjadi. Pada saat kehamilan, suplai darah ke kulit meningkat dan kulit meregang sehingga sering menimbulkan rasa gatal. Akan tetapi, gatal yang parah pada kulit dapat disebabkan oleh gangguan serius pada organ hati yang disebut dengan obstetric cholestasis (OC).

Menurut data statistik 1 dari 100 wanita hamil mengalami kondisi ini (biasanya mulai muncul pada trimester ketiga). Mereka yang mengalami obstetric cholestasis akan memerlukan penanganan medis khusus.

Baca juga: Mitos seputar kelahiran operasi cesar

Penyebab obstetric cholestasis pada ibu hamil

Dalam keadaan normal, garam empedu akan mengalir ke usus melalui saluran empedu. Namun, bila terdapat sumbatan pada saluran tersebut, aliran garam empedu menjadi terhambat. Akibatnya, garam empedu yang mengandung bilirubin merembes ke aliran darah dan menyebabkan gatal-gatal pada kulit.

Gejala umum obstetric cholestasis

1. Gatal yang teramat sangat, terutama di tangan dan kaki. Rasa gatal biasanya semakin parah pada malam hari. Bila digaruk, akan muncul bekas luka pada kulit yang bisa menyebabkan infeksi.

2. Mual dan hilangnya nafsu makan, serta muka pucat.

3. Muncul semburat warna kuning pada kulit dan pada sklera (bagian putih) mata. Ini adalah gejala sakit kuning (jaundice) ringan.

4. Warna pucat pada feses.

Baca juga: Pola makan sehat pasca persalinan

Faktor resiko

Potensi terjadinya gangguan ini lebih besar ada wanita yang hamil anak kembar, bila ada kecenderungan keluarga menderita obstetric cholestasis, dan bila pernah mengalami gangguan ini pada kehamilan sebelumnya. Penyabab pasti dari gangguan ini masih belum diketahui, akan tetapi ia mungkin disebabkan meningkatnya produksi hormobn esterogen dan progesteron pada trimester ketiga kehamilan.

Kondisi kesehatan ibu hamil yang mengalami gangguan kesehatan ini harus dimonitor dengan intensif. Bila diperlukan, biasanya diberikan ursodeoxycholic acid (UDCA), yaitu asam empedu alami yang bisa meningkatkan fungsi hati (namun pendapat ini sekarang diperdebatkan karena dianggap tidak efektif).

Bila kondisi mengharuskan, dokter akan menganjurkan dilakukan persalinan terinduksi. Resiko akibat gangguan ini bagi ibu hamil dan bayinya belum diketahui secara pasti, namun ia dipercaya bisa menyebabkan kematian pada janin bila ditangani dengan baik (walaupun pendapat ini masih perlu dibuktikan).

Gangguan ini biasanya sembuh beberapa waktu setelah kehamilan, namun dapat berulang pada kehamilan selanjutnya. Dengan mengetahui resiko ini kita bisa lebih waspada dan gangguan ini bisa ditangani dengan lebih baik sejak dini.

Baca juga: Tips mengatasi anak manja

Tips menangani gatal akibat obstetric cholestasis

Untuk mengatasi gatal-gatal akibat kondisi tersebut, tips berikut dapat membantu.

  • Obstetric cholestasis harus ditangani dengan serius oleh dokter. Bunda yang didiagnosa mengalami gangguan ini dari 2 kali tes darah harus dimonitor keadaannya secara intensif hingga waktu persalinan tiba.
  • Gunakan pakaian longgar dan bukan dari bahan sintetis supaya kulit tetap dalam keadaan dingin. Hal ini dapat mengurangi rasa gatal.
  • Oleskan lotion calamine pada bagian yang gatal.
  • Konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan suplemen vitamin K karena obstetric cholestasis dapat mempengaruhi penyerapan vitamin K dalam tubuh.
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru