09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Informasi penting seputar kafein dan kehamilan

KategoriKehamilan
Di lihat305 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

fakta seputar kafein dan kehamilan bunda

Sebelum masa kehamilan, kafein dapat menstimulasi detak jantung dan meningkatkan metabolisme tubuh. Ketika bunda sedang hamil, kafein juga memiliki efek stimulan pada bayi. Bayi yang lahir dari ibu yang mengkonsumsi lebih dari 500 mg kafein dalam sehari memiliki waktu terjaga di malam hari yang lebih panjang dan memiliki detak jantung dan pernafasan yang lebih cepat.

Baca juga: Susu kedelai untuk anak, bolehkah?

Walaupun tidak perlu berhenti sama sekali, namun bunda perlu mengurangi konsumsi kafein. Sebab, selain memiliki efek stimulan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan selama kehamilan bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat di bawah normal. Senyawa fenol yang terdapat dalam minuman berkafein juga dapat mengganggu penyerapan zat besi oleh tubuh wanita hamil. Padahal, pada masa kehamilan zat besi sangatlah penting.

Makanan & minuman sumber kafein

Kafein tidak hanya terkandung dalam kopi, melainkan juga pada teh, coklat, minuman bersoda, dan minuman berenergi. Wanita hamil tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi lebih dari 200 mg kafein setiap harinya. Jumlah tersebut setara dengan kafein yang terkandung dalam:

  • 1 hingga 2 cangkir kopi bubuk (seperti yang digunakan di mesin pembuat kopi).
  • 2,5 cangkir kopi instan.
  • 4 cangkir teh.
  • 4 cangkir minuman coklat.
  • 6 cangkir minuman bersoda.

Jumlah kafein pada kopi bervariasi tergantung dari jenis kopi dan proses pengolahan. Bunda harus lebih berhati hati dalam mengkonsumsi kopi espresso, karena kopi jenis ini mengandung lebih banyak kafein. Satu cangkir kopi espresso bisa mengandung hingga 350 mg kafein, jauh di atas batas maksimum konsumsi kafein yang diperbolehkan bagi wanita hamil.

Baca juga: Sumber zat besi terbaik bagi si kecil

Tips mengurangi konsumsi kafein selama kehamilan

1. Kurangi jumlah bubuk kopi dan daun teh yang digunakan ketika membuat minuman. Bila bunda menggunakan teh celup, kurangi jumlah celupan pada saat membuat teh. Mengurangi jumlah celupan teh bisa mengurangi hingga setengah dari jumlah kafein yang biasa bunda konsumsi.

2. Cobalah teh herbal sebagai pengganti teh konvensional. Beberapa produk teh herbal sama sekali tidak mengandung kafein. Pastikan kandungan kafein dalam teh herbal dengan memeriksa informasi pada kemasannya. Namun, sebaiknya bunda mengkonsultasikan dulu penggunaan teh herbal kepada dokter kandungan. Kandungan pada teh herbal bisa bereaksi dengan obat yang diresepkan dokter dan menyebabkan rasa mual, kontraksi, bahkan dalam beberapa kasus khusus dapat menyebabkan bayi cacat lahir.

3. Ganti kopi atau minuman bersoda yang biasa bunda konsumsi dengan produk non-kafein. Beberapa produsen kopi (decaffeine) dan minuman bersoda telah menyediakan varian minuman yang tidak mengandung kafein.

Baca juga: Tips memilih makanan sehat untuk si kecil

4. Kurangi konsumsi kopi secara bertahap. Bagi bunda yang sebelum hamil terbiasa mengkonsumsi kopi dalam jumlah banyak, mengurangi konsumsi kafein secara signifikan mungkin akan sedikit sulit. Bila dipaksakan, bunda bisa mengalami gangguan fisik sepeeti sakit kepala, mual, dan lesu. Solusinya, kurangi jumlah kopi yang biasa dikumsumsi secara bertahap, satu cangkir setiap minggunya. Cara lainnya, ganti kopi yang biasa dikonsumsi dengan coklat yang jumlah kafeinnya lebih sedikit secara bertahap.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru