Inilah 6 solusi ahli untuk mengatasi anak balita yang penakut

Mengatasi kecemasan dan ketakutan berlebih pada anak balita

Rasa tidak aman atau ketakutan berlebih yang muncul pada diri seorang balita dapat disebabkan berbagai alasan seperti kurang percaya diri, merasa tidak aman, atau merasa tidak cukup terlindungi. Tingkat rasa takut antara satu anak dengan yang lainya dapat berbeda-beda. Beberapa anak lebih pemalu, sedang yang lainnya tidak mau ditinggal ayah bunda ketika dia sedang beraktifitas. Si kecil juga bisa takut dengan gelap, suara halilintar, suara ledakan, ‘monster’ dari imajinasinya, dan binatang-binatang tertentu.

Sangat wajar jika si kecil lengket dengan ayah bunda ketika merasa takut atau cemas, termasuk takut berpisah dengan bunda meski hanya sebentar. Kebiasanan orang tua atau saudara yang suka menakut-nakuti si kecil juga dapat memupuk sifat penakut si kecil.

Jika si buah hati memiliki rasa cemas atau takut berlebih, ayah bunda tidak perlu khawatir, biasanya perasaan takut tersebut akan berkurang bahkan menghilang seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Lakukan upaya-upaya untuk membantu si kecil dalam menanggulangi rasa takutnya, identifikasi sumber rasa takutnya kemudian carilah solusi terbaiknya.

Mengatasi kecemasan dan ketakutan berlebih pada anak balita

1. Jangan pernah mentertawakan atau melecehkan rasa takut si kecil. Rasa takut adalah manusiawi, siapapun termasuk orang dewasa berhak untuk merasa kawatir atau takut pada sesuatu. Berusahanlah untuk berempati dan membesarkan hatinya serta berusahalah untuk mencarikan solusinya.

2. Bantu si kecil untuk mengatasi rasa takutnya secara bertahap. Jika si kecil takut dengan kegelapan, nyalakan lampu tidur selama dia mau, bahkan kalau si kecil belum siap tidur dalam kegelapan, nyalakan lampu semalaman. Jika si buah hati takut dengan binatang tertentu seperti anjing, jelaskan bahwa ayah bunda akan melindungi dia dari binatang yang ia takuti.

3. Perbanyak aktifitas yang melibatkan orang dewasa atau anak lainnya. Hindari meninggalkan si kecil tanpa pemberitahuan. Jika bunda akan meninggalkan dia, informasikan kepadanya meski dia akan menangis. Katakan kepadanya kapan bunda akan kembali, jika memungkinkan berikan mainan kesayangan untuk mengalihkan perhatianya.

4. Jangan pernah mengancam akan meninggalkan mereka. Bagi si kecil berpisah dengan ayah bunda dapat menimbulkan ketakutan yang amat besar dan dapat memicu ketakutan dalam jangka panjang. Alih-alih mengancam akan meninggalkanya, seharusnya ayah bunda lebih meyakinkan si kecil bahwa ayah bunda akan selalu ada untuknya.

5. Rasa percaya diri dan keberanian berkembang secara bertahap, jika bunda mendapati si kecil suka cemas atau takut berlebih, hadapi mereka secara simpatik, bersabar, dan teruslah dorong untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percayadirinya. Jangan berharap si buah hati berubah secara instant.

6. Hindari membicarakan rasa takut si kecil pada orang lain didepan mereka apa lagi jika disertai dengan nada mengolok-olok. Di usia ini, si buah hati sudah bisa merasakan malu atau marah karena menjadi bahan ceritaan yang menurutnya kurang bagus.

Comments
  1. 2 weeks ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + two =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>