09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Kapan sebaiknya tali pusar bayi dipotong?

KategoriBayi
Di lihat1361 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

saat tepat untuk memotong tali pusar bayi

Biasanya tali pusar dijepit dan dipotong sesaat setelah bayi dilahirkan. Namun, dinegara barat ada tren baru yang menyoroti manfaat membiarkan tali pusar berikut plasenta tetap menempel pada bayi yang baru lahir hingga beberapa waktu hingga terlepas dengan sendirinya. Hal ini dinilai dapat memberikan kebaikan jangka panjang bagi si kecil. Prosedur ini dikenal dengan sebutan ‘lotus birth’.

Lantas kapan sebaiknya plasenta dipotong, adakah rekomendasi ahli seputar hal ini? Berikut ini adalah uraian seputar tali pusar dan waktu yang tepat untuk memotongnya.

Baca juga: Tindakan saat sikecil mengidap alergi telur

Apakah fungsi tali pusar?

Pada masa kehamilan, tali pusar berfungsi untuk mensuplai oksigen dan nutrisi dari tubuh bunda kepada si bayi. Tali pusar rata-rata panjangnya 50 cm dan menghubungkan plasenta ke pusar bayi. Ia terbentuk dari satu vena (pembuluh darah balik) dan dua arteri, berfungsi untuk menyalurkan darah bersih serta mengangkut darah kotor dan zat sisa keluar dari tubuh bayi. Di akhir masa kehamilan tali pusar juga menyalurkan antibodi ke tubuh bayi, yang penting untuk melindungi si kecil dari infeksi.

Saat yang tepat untuk memotong tali pusar

Bertahun-tahun, masyarakat percaya bahwa tali pusar harus dipotong sekitarb 1 menit setelah bayi lahir. Hal ini dilakukan untuk memungkinkan terjadinya ‘third stage of labour’ atau proses terlepasnya plasenta dari rahim dan mencegah terjadinya pendarahan. Pendapat yang mulai populer adalah bahwa tali pusar sebaiknya dipotong setelah ia berhenti berdenyut. World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk memotong tali pusar antara 1 hingga 3 menit setelah kelahiran.

Baca juga: 3 Tips mengatasi sembelit si buah hati tanpa obat kimia

Menundaan pemotongan tali pusar juga memiliki resiko, yaitu terjadinya berubahnya warna kulit dan mata bayi yang baru lahir menjadi kekuningan akibat berlebihnya kandungan bilirubin pada darah bayi. Selain itu, proses ini juga tidak dianjurkan untuk kelahiran beresiko tinggi dan pada bayi yang lahir melalui operasi caesar.

Tentang tehnik ‘Lotus Birth

Pada ‘lotus birth’, tali pusar berikut plasenta dibiarkan tetap terhubung dengan pusar bayi hingga mengering dan lepas dengan sendirinya. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 10 hari. Mereka yang mempercayai teknik ini beranggapan bayi akan memperoleh segala kebaikan menunda pemotongan tali pusar (lihat di atas) dan si kecil juga menjadi lebih tenang dan rileks.

Baca juga: 4 Langkah menangani si kecil yang gampang ngambek

Meski demikian menurut situs Wikipedia, belum ada bukti ilmiah yang kuat mengenai manfaat tehnik ‘lutus birth’ bagi si kecil, bankan banyak ahli mengingatkan resiko infeksi pada plasenta yang dapat menyebar pada tubuh si bayi. Dikatakan bahwa plasenta sangat rentan terkena infeksi karena kandungan darahnya serta plasenta tidak mempunyai sistem kekebalan jaringan, sehingga tanpa penanganan khusus tekhnik ini justru dapat membahayakan si bayi. Inilah salah satu yang menyebabkan tehnik ‘lotus birth’ sangat jarang dilakukan.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru