09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Kondisi feses dan hubunganya dengan kesehatan bayi

KategoriParenting
Di lihat1725 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

memahami kondisi feses bayi

Taukah ayah bunda bahwa kondisi ‘poop’ atau feses bayi dapat menggambarkan kondisi kesehatan si bayi? Frekwensi BAB (Buang Air Besar), tingkat kekentalan, warna, dan tekstur feses dapat digunakan sebagai bahan deteksi awal problem kesehatan yang mungkin dialami bayi. Jadi ayah bunda jangan sungkan untuk mengamati bagaimana kondisi feses si buah hati sehingga jika dirasa ada sesuatu yang tidak semestinya, ayah bunda dapat segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis lanjut dan penanganan medis jika memang diperlukan.

Pada dasarnya feses atau kotoran adalah limbah yang dikeluarkan tubuh sebagai produk sampah dari proses pencernaan makanan. Kondisi feses secara normal akan dipengaruhi oleh pola asupan nutrisi dan kesehatan sisttem pencernaan. Warna, tekstur, kekentalan yang tidak lazim dapat merupakan satu pertanda yang patut dicurigai. Kondisi feses pada balita atau bayi tidak bisa dibandingkan dengan orang dewasa, mengingat asupan nutrisinya pun berbeda.

Berapa kali seharusnya bayi anda ‘BAB’ dalam sehari?

Kondisi feses dan frekwensi BAB si kecil akan tergantung dari jenis makanan dan frekwensi asupan nutrisi. Bayi baru lahir yang mengkonsumsi ASI ekslusif biasanya akan memiliki feses yang lebih encer bila dibanding bayi yang mengkonsumsi susu formula. Dari sisi frekwensi, para ahli berpendapat bahwa seorang bayi yang ‘poop’ sebanyak 5-6 kali perhari, masih dikategorikan normal.

Kebanyakan bayi yang mendapatkan asupan ASI ekslusif biasanya akan mengalami penurunan frekuensi BAB seiring dengan semakin matangnya air susu ibu. Pada saat awal-awal bunda menyusui, komposisi nutrisi ASI masih belum sempurna, namun setelah beberapa hari menyusui, komposisi ASI akan sempurna dan hal ini menyebabkan proses pencerhaan si bayi menjadi lebih baik, dan penyerapan sari-sari makanan menjadi lebih optimal. Hal tersebut ditunjukan dengan menurunnya frekwensi ‘poop’ pada si buah hati.

Tingkat kekentalan feses bayi yang normal

Bayi-bayi yang berusia dibawah 6 bulan dan hanya mengkonsumsi ASI atau susu formula, akan memiliki feses yang lebih encer. Hal ini disebabkan karena asupan nutrisi masih berupa bahan cair yaitu susu. Bayi yang mendapatkan asupan ASI ekslusif memiliki feses yang cenderung lebih cair dibanding bayi yang mendapatkan susu formula. Feses yang normal pada tahap ini seperti bubur encer dengan gumpalan-gumpalan kecil.

Warna feses bayi menyatakan apa?

Menurut para ahli kesehatan anak, warna feses bayi yang normal adalah kuning keruh, hal ini menandalan bahwa proses pencernaan berlangsung sebagaimana mestinya. Warna feses akan berubah menjadi hijau jika proses pencernaan melambat, pada kondisi pencernaan yang lebih lambat lagi, warna feses akan menjadi coklat gelap.

Jika feses bayi dengan asupan ASI/susu formula berwarna hijau atau bahkan coklat dan berlendir, ayah bunda patut curiga. Jika kondisi tersebut bertahan selama beberapa hari, ada baiknya ayah bunda berkonsultasi dengan dokter anak segera.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru