09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Langkah pencegahan dan penanganan cacingan pada bayi

KategoriBayi
Di lihat722 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

cara mengatasi cacingan pada bayi

Meskipun cacingan biasanya menyerang anak usia batita keatas, tidak menutup kemungkinan anak bayi juga terjangkit penyakit ini. Berbeda dengan yang biasa terjadi pada balita dan anak-anak, cacingan pada bayi tidak terjadi karena kontak langsung si kecil dengan tanah yang mengandung telur cacing. Bayi biasanya terkena cacingan karena telur cacing yang tertinggal di berbagai benda, seperti mainan, handuk,  peralatan tidur, dan sebagainya.

Baca juga: Tips memilih mainan sesuai usia si kecil

Saat benda-benda tersebut disentuh si kecil, telur cacing dapat berpindah ke tangannya, dan bila ia menyentuh mulut, misalnya ketika makan, telur cacing dapat masuk ke dalam tubuh dan tinggal di usus besar. Cacing betina yang sudah dewasa biasa meletakkan telurnya di anus. Hal inilah yang menyebabkan gejala gatal pada anus pada bayi yang terkena cacingan.

Gejala bayi cacingan

Tanda-tanda yang bisa diamati bila bayi terkena cacingan antara lain: Bayi akan sering rewel dan tidurnya terganggu, tubuh bayi menjadi kurus dengan perut buncit, bayi nampak selalu lemas, gangguan pencernaan seperti diare ataupun konstipasi, serta batuk berkepanjangan.

Bila gejala-gejala di atas muncul, ayah dan bunda sebaiknya segera menghubungi dokter ataupun melakukan pemeriksaan sendiri di rumah. Caranya adalah dengan memeriksa feses bayi. Salah satu jenis cacing yang mudah diamati dengan cara ini adalah cacing kremi. Cacing kremi berbentuk seperti benang pendek dan berwarna pucat. Atau, kita juga bisa memeriksa langsung anus bayi, terutama di pagi hari.

Untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih teliti sampel feses si kecil harus diperiksa di laboratorium. Feses yang diperiksa adalah yang baru dikeluarkan atau dikeluarkan maksimal satu jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan di laboratorium bisa mendeteksi adanya cacing maupun larvanya yang sulit diamati dengan mata telanjang.

Pencegahan cacingan pada bayi

Cacingan pada bayi bisa menyebabkan kurang optimalnya pertumbuhan dan perkembangan mereka. Cacing yang terdapat dalam sistem pencernaan si kecil akan menyerap sari-sari makanan dalam tubuh bayi. Hal ini bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti berkurangnya nafsu makan, berat badan bayi menjadi tidak ideal, dan perut si kecil menjadi buncit. Karenanya, tindakan serta pencegahan cacingan pada bayi menjadi penting untuk dilakukan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa ayah bunda dilakukan untuk mencegah cacingan pada bayi.

Baca juga: Cara menguji ketajaman pendengaran si kecil

  • Menjaga kebersihan diri dan bayi, serta peralatan yang biasa kontak langsung dengan bayi, seperti peralatan makan, peralatan tidur, mainan, handuk, dan sebagainya.
  • Potong dan bersihkan kuku bayi secara rutin.
  • Cuci bersih mainan-mainan yang biasa dipakai si kecil secara rutin, terutama pada fase ketika bayi suka memasukkan benda-benda ke mulutnya.
  • Biasakan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum merawat dan bersentuhan dengan si kecil.
  • Sebagai tindakan preventif, ayah dan bunda dapat berkonsultasi dengan dokter anak untuk memberikan obat cacing yang sesuai dengan usia si kecil.

Baca juga: 6 Kondisi kritis pada anak yang harus ditangani dokter

Penanganan cacingan pada bayi

Khusus bayi berusia 0 hingga 6 bulan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak mengenai penanganan yang tepat untuk kondisi mereka. Dalam kondisi khusus, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan yang harus diminum baik oleh si kecil maupun oleh anggota keluarga yang lain.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru