09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Langkah yang harus dilakukan jika si kecil digigit binatang

KategoriKesehatan
Di lihat921 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Menangani luka berdarah akibat gigitan hewan

Saat si kecil bermain dengan hewan peliharaan seperti kucing atau anjing, tidak menutup lemungkinan mereka mendapat luka entah karena di gigit atau di cakar hewan yang tiba-tiba menjadi agresif. Menangani luka akibat gigitan hewan sangat harus dilakukan segera, apalagi jika hewan si hewannya tidak mendapatkan vaksinasi.

Penanganan luka gigit atau cakar hewan pada si buah hati tergantung dari seberapa parah luka yang ditimbulkan. Jika lukanya hanya sebatas goresan pada kulit tanpa menimbulkan luka berdarah, cukup cuci lukanya menggunakan sabun dan air mengalir, kemudian olesi dengan salep antibiotik untuk menghindari infeksi lanjut. Tutup bagian yang luka dengan plester jika diperlukan.

(Baca juga: 6 Tips menjaga kesehataan si kecil saat cuaca tak bersahabat)

Menangani luka berdarah akibat gigitan hewan

Jika luka yang ditimbulkan cukup dalam dan megeluarkan darah, hentikan pendarahan dengan menekankan kain bersih pada bagian luka dan segera bawa si kecil ke dokter. Si kecil juga perlu segera dibawa ke dokter jika luka yang terjadi dibagian muka atau leher. Luka yang cukup lebar akan memerlukan jahitan atau penanganan medis lainya.

Dibandingkan dengan luka iris lainya luka berdarah akibat gigitan atau cakaran hewan dianggap lebih berbahaya karena beresiko menimbulkan infeksi akut. Untuk mengantisipasi bahaya infeksi, biasanya dokter memberikan obat antibiotik tertentu baik obat yang diminum, disuntikkan, atau dioles pada permukaan kulit yang mengalami luka.

(Baca juga: 5 Obat alami untuk redakan sakit si kecil)

Bahaya lainya: Rabies!

Menurut situs Wikipedia, rabies adalah jenis infeksi akut yang terjadi pada susunan syaraf pusat dan disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui gigitan binatang seperti kucing dan anjing yang terinfeksi virus tersebut.

Anjing yang terinfeksi virus rabies biasanya memiliki tingkat agresivitas tinggi, buas, susah dikendalikan, dan umumnya berbuih pada bagian mulutnya. Mereka yang terkena gigitan binatang rabies biasanya harus segera mendapatkan suntikan anti-rabies, guna menghindari infeksi lanjut dari virus tersebut. Untuk melindungi hewan peliharaan dari penyakit rabies, sangat disarankan untuk memberikan vaksin rabies pada hewan peliharaan.

Beberapa hewan yang biasa dipelihara dirumah seperti kelinci dan hamster tidak membbawa virus rabies, namun demikian, luka gigitan akibat hewan tersebut dapat memicu infeksi jika tidak ditangansi secara serius.

(Baca juga: 7 Cara memastikan makanan si kecil higienis)

Tips menghindari gigitan binatang pada anak balita

1. Sebisa mungkin jangan tinggalkan si kecil dengan hewan peliharaan tanpa pengawasan meski hewan peliharaanya dinilai jinak.

2. Ajari si kecil untuk tidak mendekati kucing atau anjing dari luar. Hewan tersebut dapat menjadi agresif jika merasa terganggu. Ajari pula si kecil untuk tidak mendekati atau menyentuh hewan peliharaan yang sedang makan.

3. Saat berada di luar, ajari mereka untuk tidak memberikan makan hewan liar termasuk kucing dan anjing tak bertuan, kecuali ayah bunda dapat memastikan keamanannya. Jika sedang berada di alam terbuka, termasuk di kebun binatang, selalu awasi si kecil agar keamananya selalu terjaga.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru