09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Manfaat dan cara mengajarkan bahasa isyarat pada bayi

KategoriBayi
Di lihat673 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

manfaat mengajarkan bahasa isyarat pada si buah hati

Bahasa isyarat bayi merupakan salah satu cara berkomunikasi antara si kecil dan orang tua yang menyenangkan, efektif, dan mampu mendekatkan hubungan antara anak dan orang tua.  Bahasa isyarat bayi sebenarnya bukan hal yang baru di beberapa  negara, namun di Indonesia belum banyak orang tua yang menerapkannya. Beberapa negara memiliki acuan tersendiri dalam menggunakan bahasa isyarat bayi, misalnya American Sign Language yang digunakan di Amerika dan British Sign Language yang digunakan di Inggris.

Baca juga: Resep jus brokoli untuk si kecil

Manfaat mengajarkan bahasa isyarat

Bahasa isyarat bayi membantu si kecil yang belum dapat bicara untuk dapat dimengerti oleh orang-orang di sekelilingnya. Ini bisa membantu mengurangi rasa frustrasi pada bayi berusia 8 bulan hingga 2 tahun dimana ia mulai mengerti apa yang diinginkan, dibutuhkan, dan dirasakannya namun belum memiliki keterampilan verbal untuk mengkomunikasikannya.

Bahasa isyarat bayi bisa digunakan tidak hanya oleh bayi berkebutuhan khusus, melainkan juga memiliki manfaat yang besar bagi bayi normal. Beberapa peneliti setuju bahwa bahasa isyarat bayi dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak di kemudian hari. Ayah dan bunda juga tidak perlu khawatir, karena menggunakan bahasa isyarat tidak akan mengganggu kemampuan verbal dalam perkembangannya.

Baca juga: Bahaya konsumsi berlebih gula pada anak

Tips mengajarkan bahasa isyarat pada bayi

Untuk mempelajari dan mengajarkan bahasa isyarat bayi pada buah hati, ayah dan bunda perlu mempelajari isyarat-isyarat bayi melalui buku, website, atau sumber-sumber lain. Ikuti beberapa tips di bawah ini untuk membuat kegiatan mempelajari bahasa isyarat bayi menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

1. Gunakan isyarat-isyarat yang sederhana. Gunakan isyarat-isyarat untuk kegiatan dan benda-benda yang ditemui si kecil setiap hari, misalnya makan, tidur, ayah, bunda, dan lain-lain. Pilihlah bahasa isyarat yang paling menarik bagi si kecil.

2. Buatlah pembelajaran bahasa isyarat bayi lebih interaktif. Caranya, pangku si kecil dan sandarkan ia di perut ayah atau bunda. Sambil berbicara, peluk dan gerakkan kedua tangan si kecil untuk membentuk isyarat-isyarat khusus sesuai dengan yang sedang dikatakan oleh ayah atau bunda. Ayah dan bunda juga membuat proses belajar lebih kontekstual dengan memilih waktu-waktu khusus, misalnya ketika makan, akan tidur, mandi, mengganti popok, dan sebagainya untuk mengajarkan bahasa isyarat pada si kecil. Ayah dan bunda bisa memilih, apakah akan mengajarkan si kecil sambil berbicara atau tidak. Jangan lupa untuk memberi pengetahuan pada si kecil kapan ia bisa menggunakan setiap isyarat yang diajarkan.

3. Tetap realistis. Ayah dan bunda bisa mulai mengajarkan bahasa isyarat pada bayi di usia berapa pun, namun ingatlah bahwa sebagian bayi baru bisa diajak berkomunikasi lewat bahasa isyarat setelah usia 8 bulan.

Baca juga: 7 Jenis sayur pilihan untuk bahan jus

4. Tetap sabar. Jangan menyerah bila si kecil belum dapat menggunakan bahasa isyarat dengan benar atau bahkan tidak menggunakannya sama sekali. Teruslah mengajarkan bahasa isyarat dengan konsisten. Biasanya hasilnya akan mulai nampak pada saat si kecil berusia 6 hingga 8 bulan. Ingatlah bahwa tujuan kita adalah untuk mengajarkan si kecil mengkomunikasikan perasaannya dan bukanlah kesempurnaan. Tetap ajarkan komunikasi menggunakan bahasa isyarat dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru