09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Mari mengenal 6 jenis zat aditif yang sering terdapat pada makanan

KategoriParenting
Di lihat1374 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Dampak negatif zat aditif makanan pada anak balita

Rasa-rasanya sangat sulit menemukan jenis makanan yang bebas zat aditif kecuali makanan yang dibuat bunda di rumah. Hampir setiap makanan dalam kemasan dapat dipastikaan mengandung zat aditif. Sebut saja dari daging dalam kemasan, makanan cemilan, produk susu olahan, buah dalam kemasan, dan minuman kalengan semuanya mengandung zat aditif. Sebelum kita berbicara lebih lanjut, mari kita tinjau dulu apa sebenarnya zat aditif itu.

Menurut situs Wikipedia, zat aditif adalah bahan (buatan atau alami) yang ditambahkan secara sengaja kedalam makana dalam jumlah tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki tekstur, warna, cita rasa, dan tingkat ke-awetan makanan. Selain itu, aditif makanan dapat pula ditambahkan untuk meningkatkan nilai gizi melalui penambahan komponen vitamin, mineral, dan protein dari luar.

(Baca juga: 6 Tips sepurar sarapan pagi si buah hati)

Jenis-jenis bahan aditif makanan

1. Pemanis buatan. Zat tambahan makanan jenis ini digunakan dengan tujuan mempertajam rasa manis. Beberapa contoh pemanis buatan yang sering digunakan adalah sakarin, sorbitol, dulsin, dan aspartam. Penggunaan pemanis buatan tidak boleh sembarangan dan harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

2. Penguat rasa. Termasuk kedalam kelompok penguat rasa sintetis adalah Monosodium Glutamat atau MSG, benzaldehida, amil asetat, dan asam cuka. Beberapa zat aditif alami yang sering digunakan untuk memperkuat rasa diantaranya adalah cengkeh, cabai, merica, kunyit, ketumbar, dan laos.

3. Bahan pengawet. Tujuan ditambahkanya zat pengawet pada makanan adalah untuk memperpanjang usia penyimpanan makanan dengan cara menghambat pertumbuhan jamur,ragi, dan bakteri. Beberapa bahan pengawet yang sering digunakan antaralain natrium benzoat, asam sitrat, natrium nitrat, dan asam sorbat.

(Baca juga: Fakta seputar suplemen multivitamin)

4. Zat pengental dan pengemulsi. Pengental digunakan untuk menstabilkan, mengentalkan, dan merekatkan makanan yang mengandung komponen air sehingga membentuk kekentalan tertentu. Contoh zat aditif pengental adalah gelatin, pati, dan gum. Sedangkan pengemulsi digunakan untuk mempertahankan dispersi lemak pada air atau sebaliknya. Lesitin dan gliserin adalah dua contoh zat pengemulsi.

5. Zat pewarna. Pemberian pewarna makanan dimaksudkan untuk memperbaiki atau menguatkan warna tertentu pada makanan. Pewarna makanan sintetis mendominasi penggunaan bahan pewarna makanan. Contoh beberapa jenis pewarna makanan sintetis diantaranya adalah tartrazin, sunsetyellow FCF (jingga), brilliant blue FCF (biru), dan karmoisin (merah).

6. Vitamin dan mineral. Untuk melengkapi nilai gizi makanan olahan, sering kali vitamin dan mineral tertentu ditambahkan. Misalnya penambahan vitamin C pada minuman kemasan, unsur kalsium pada jus atau sereal, dan vitamin pada roti dan mie.

Dampak kesehatan zat aditif makanan pada anak balita

Meski zat aditif ditambahkan pada makanan dalam kadar yang dianggap wajar, beberapa anak dapat mengalami kondisi sensitif atau alergi terhadap jenis zat aditif tertentu. Menurut situs ABC Health & Wellbeing, sekitar 5 persen dari populasi anak di dunia mengalami kondisi sensitif terhadap jenis bahan tambahan makanan tersebut. Beberapa gejala yang menyertai intoleransi terhadap zat aditif makanan adalah sakit kepala, asthma, pusing, dan gatal-gatal.

(Baca juga: Kenali 5 masalah gizi pada balita berikut ini)

Menurut situs American College of Allergy, Asthma, & Immunology (ACAAI) ada terdapat ratusan jenis zat aditif makanan dan sebagian kecil diantaranya diduga dapat menimbulkan gejala medis terutama saat dikonsumsi berlebihan, yaitu:

  • Monosodium Glutamat (MSG) dapat memicu pusing dan sakit kepala
  • Zat Sulfit dan turunannya dapat memicu serangan asthma khususnya bagi mereka yang sensitif terhadap sulfit.
  • Zat pewarna merah (carmine) dan kuning (annatto) diduga menjadi pemicu reaksi anapilaksis yaitu reaksi alergi akut yang disertai dengan shock dan dapat terjadi secara tiba-tiba. Jika tidak ditangani segera, kondisi ini dapat memicu kematian.
  • Zat nitrat dan variasinya sering kali dilaporkan menjadi pemicu reaksi gatal-gatal dan biluran.
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru