09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Mengetahui kondisi normal kotoran bayi bunda

KategoriKesehatan
Di lihat1511 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

kondisi kotoran bayi yang minum asi

Kondisi normal feses atau kotoran bayi bergantung pada 3 hal: Usia bayi, apakah bayi mengkonsumsi ASI atau susu formula, dan apakah si bayi mengkonsumsi makanan semi padat atau belum. Kondisi feses bayi bahkan bisa berubah dari hari ke hari.

Seiring berjalannya waktu bunda bisa mengamati apa yang normal yang tidak normal dari feses si kecil. Meskipun tidak ada aturan baku mengenai normal tidaknya hal tersebut, terdapat beberapa panduan umum untuk mengamati kondisi kesehatan si buah hati dari feses.

Baca juga: Tips aman saat si kecil berada disekitar air

Seberapa sering seharusnya si kecil BAB?

Seberapa sering bayi buang air besar bergantung pada apakah si kecil mengkonsumsi ASI atau susu formula. Kebiasaan buang air besar bayi yang minum ASI dan belum mulai mengkonsumsi makanan semi padat bisa sangat bervariasi, mulai 4 kali sehari atau lebih hingga sangat jarang, yaitu setiap 6 atau 7 hari sekali.

Semua perbedaan ini normal selama kotoran yang dikeluarkan lunak, bisa keluar dengan mudah, dan si kecil mengalami kenaikan berat badan yang ideal. Berbeda dengan bayi yang mengkonsumsi ASI, bayi yang diberi susu formula perlu buang air besar setiap hari untuk membuatnya merasa nyaman dan tidak mengalami konstipasi.

Kotoran bayi yang mengkonsumsi ASI

Sesaat setelah bayi lahir, efek laksatif dari colostrum yang terkandung dalam ASI akan merangsang keluarnya meconium dari sistem pencernaan. Meconium adalah kotoran pertama bayi yang berwarna hijau kehitaman. Setelah 3 hari feses bayi berangsur-angsur akan berubah warna menjadi kuning terang atau kuning mustard.

Baca juga: Tips menumbuhkan balita cerdas

Pada minggu-mingu pertama biasanya bayi yang mengkonsumsi ASI akan buang air setelah atau ketika disusui. Setiap harinya, bayi rata-rata akan menghasilkan 4 atau lebih popok kotor. Pada minggu-minggu setelahnya, pencernaan bayi akan menjadi lebih stabil sehingga ia akan buang air besar pada waktu yang sama setiap harinya. Kotoran bayi akan berubah bila ia mulai mengkonsumsi makanan semi padat, bila ia sedang kurang sehat, atau ketika ia mulai minum lebih sedikit ASI.

Kotoran bayi yang diberi susu formula

Kotoran bayi yang mengkonsumsi susu formula berbeda dengan kotoran bayi yang diberi ASI. Ciri-cirinya antara lain:

  • Lebih kental daripada kotoran bayi yang minum ASI, kira-kira seperti pasta gigi.
  • Kuning pucat atau kuning kecoklatan.
  • Berbau tajam, mirip kotoran orang dewasa.

Hubungi dokter bila si kecil mengalami konstipasi atau sembelit yang ditandai dengan jarang BAB dan sering kali mereka menangis saat hendak BAB. Bayi yang mengkonsumsi susu formula lebih rentan menderita konstipasi.

Baca juga: Tips mengatasi susah BAB pada anak

Feses bayi saat mulai mengkonsumsi makanan semi padat

Setelah mengkonsumsi makanan semi padat, feses bayi akan berubah secara signifikan. Misalnya, ketika mengkonsumsi wortel, feses bayi akan berwarna jingga cerah. Bunda juga mungkin menemukan sisa makanan yang tidak berhasil diproses oleh pencernaan bayi karena kandunagn seratnya yang terlalu tinggi, misalnya kulit jagung, kulit kacang polong, serpihan kulit tomat, atau kismis.

Hal ini akan berubah seiring perjalanan waktu ketika pencernaan bayi lebih sempurna dan mampu mencerna serat dengan baik. Seiring semakin banyaknya jenis makanan  yang dikonsumsi si kecil, kotorannya akan berubah warna menjadi lebih gelap, lebih kental, dan berbau lebih tajam.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru