09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Panduan pola makan dan minum bayi yang sedang diare

KategoriBayi
Di lihat10753 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

pola makan untuk anak bayi yang sedang diare

Diare atau mencret pada bayi umumnya ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar dengan feses yang lebih cair dari biasanya. Penyebab diare pada bayi bisa bermacam-macam, diantaranya infeksi virus atau bakteri, keracunan, alergi makanan, intoleransi jenis makanan tertentu, dan sensitif terhadap obat-obatan.

Berbeda dengan orang dewasa, diare pada bayi dinilai lebih berbahaya karena si kecil lebih rentan mengalami dehidrasi. Karenanya, memberi si kecil tambahan minuman selain ASI atau susu formula selama diare amatlah penting.

Baca juga: Alat bantu tumbuh gigi bagi bayi

Diare yang disebabkan oleh virus pada umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Penanganan diare ringan salah satunya adalah dengan menjaga makanan dan minuman yang diasup si kecil. Berikut adalah panduan singkat dalam merawat bayi yang menderita diare, terutama dari segi pola makannya.

1. Diare pada bayi yang minum ASI.

Lanjutkan menyusui bayi dan usahakan si kecil mendapat cukup ASI dengan menyusui lebih sering. Bunda juga bisa menawarkan oralit pada si kecil dalam botol susu. Oralit merupakan campuran antara air dan garam yang dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare. Konsultasikan dengan dokter anak perihal porsi dan frekuensi pemberian oralit pada si kecil.

2. Diare pada bayi yang minum susu formula.

Untuk mengatasi diare pada bayi yang minum susu formula, bunda bisa mengganti susu formula dengan oralit pada 12 jam pertama terjadinya diare. Setelah itu, kembali berikan susu formula. Usahakan memberi susu formula lebih sering dari biasanya selama diare masih terjadi. Untuk lebih pasti mengenai jumlah oralit yang diberikan, temui dokter untuk berkonsultasi.

Baca juga: 8 Tips seputar makanan pendamping ASI

3. Diare pada bayi yang lebih besar.

Bayi yang sudah lebih besar, berikan oralit untuk mengganti cairan tubuhnya yang hilang. Biarkan si kecil meminum oralit sebanyak mungkin yang mereka mau. Selalu tawarkan oralit pada si kecil setiap kali ia selesai buang air besar. Bila tidak ada oralit, berikan cairan yang manis seperti jus buah yang sudah di encerkan dengan air putih (perbandingan jus dengan air 1:4). Jangan memberikan jus buah yang belum diencerkan karena hal ini dapat memperparah diare yang diderita si kecil. Makanan berserat tinggi seperti buah memiliki efek pencahar yang kalau dikonsumsi terlalu banyak bisa membuat si kecil terus buang air. Alternatif lainnya, campurkan 1 sendok teh gula dengan 120 ml air putih sebagai pengganti jus.

4. Diare pada bayi yang mengkonsumsi makanan semi padat.

Jangan mengurangi asupan makanan bagi bayi yang menderita diare. Bila ia sudah terbiasa makan makanan semi padat, biarkan ia makan sesuai keinginannya. Tambah asupan cairan mereka dengan oralit atau jus buah yang sudah diencerkan dengan air putih.

 

Kapan harus menghubungi dokter?

Bayi berusia di bawah 6 bulan masih sangat rentan terhadap dehidrasi. Bila si kecil yang berusia kurang dari 6 bulan menderita diare, segera hubungi dokter anak. Dokter mungkin akan menganjurkan ayah dan bunda untuk membawa si kecil beberapa kali untuk check up sebelum diarenya sembuh.

Baca juga: Tips seputar mengelola asma pada balita

Bayi yang berusia di atas 6 bulan yang mengalami diare bisa dirawat di rumah. Namun, selalu awasi kondisi si kecil dan jagalah jangan sampai ia mengalami dehidrasi. Gejala dehidrasi yang paling umum adalah tubuh lemas dan sering mengantuk, bibir kering, tangan dan kaki dingin, serta lebih sedikit buang air kecil.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru