09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Panduan singkat seputar persalinan secara induksi

KategoriKehamilan
Di lihat831 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

bagaimana kelahiran secara induksi dilakukan

Ibu hamil akan melahirkan secara normal setelah sekitar 37 minggu masa kehamilan, sebagian lagi bisa lebih cepat atau lebih lambat. Ada beberapa kondisi dimana dokter akan merekomendasikan proses induksi untuk merangsang kelahiran si buah hati. Menurut seorang pakar kandungan dari Australia, Dr Gino Pecoraro, proses induksi kelahiran aman dilakukan selama dalam dilakukan dan dalam pantauan ahli kandungan.

Baca juga: Daftar makanan sumber zat besi bagi si kecil

Kapan induksi kelahiran dilakukan?

Umumnya proses induksi kelahiran direkomendasikan jika opsi tersebut dinilai sebagai jalan terbaik bagi bunda dan si janin. Dr. Gino Pecoraro menjelaskan secara lanjut bahwa proses kelahiran induksi sering kali direkomendasikan ketika ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi atau saat ibu hamil mengalami kondisi medis yang disebut dengan Choestasis, yaitu kondisi dimana terjadi penguraian hormon pada plasenta yang berdampak pada kinerja liver ibu hamil.

Selain dua kondisi medis diatas, proses induksi juga sering dilakukan pada kelahiran yang mengalami keterlambatan setidak-tidaknya 7 hari dari perkiraan tanggal kelahiran normal. Keterlambatan kelahiran dapat menimbulkan resiko gangguan kesehatan pada si janin, bahkan dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat mengancam jiwa si buah hati.

Bagaimana cara kerja induksi kelahiran?

Sebelum proses induksi dilakukan, dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan mulut rahim bunda. Jika hasil pemeriksaan menyatakan tidak ada masalah, dokter kemudian akan menggunakan alat khusus untuk memecahkan ketuban. Pada beberapa kasus, pemecahan ketuban ini dapat secara alami merangsang kontraksi kelahiran, namun jika tidak, dokter akan memberikan hormon oksitosin untuk memicu kontraksi pada rahim ibu hamil sehingga si janin bisa lahir.

Baca juga: 8 Tips mencegah kulit kering pada balita

Jika dokter menganggap mulut rahim bunda belum siap, dokter akan memberikan prostaglandin sintetis yang biasanya dalam bentuk gel. Prostaglandin secara alami dihasilkan tubuh bunda sesaat sebelum kelahiran terjadi. Saat mulut rahim bunda siap, air ketuban dapat pecah dengan sendirinya, atau dibantu oleh dokter. Sama dengan proses sebelumnya, setelah air ketuban pecah si janin dapat keluar sendiri atau dengan memasukan oksitosin untuk merangsang kontrasi rahim bunda.

Resiko kehamilan induksi

Beberapa ibu hamil dengan usia kandungan yang siap melahirkan meminta dokter kandungan untuk melakukan induksi agar kelahiran banyinya dapat dipercepat. Hal ini boleh-boleh saja, namun bukan tanpa resiko, kata Dr Pecoraro. Resiko terbesar saat proses induksi tidak berjalan lancar, ibu hamil harus siap menjalani operasi sesar.

Baca juga: Penyebab dan cara mengatasi mimisan pada anak

Bolehkan diinduksi setelah sesar pada kehamilan sebelumnya?

Pada beberapa ibu hamil, penggunaan gel prostaglandin yang digunakan untuk melemaskan bagian mulut rahim saat proses induksi dilakukan, dapat memicu kontraksi hebat. Jika sebelumnya ibu hamil pernah menjalani operasi sesar, dikhawatirkan kontraksi hebat tersebut dapat merobek bekas luka operasi sebelumnya. Oleh karenanya, Dr. Pecoraro merekomendasikan ibu hamil yang pernah mengalami operasi sesar, sbaiknya melahirkan dengan operasi yang sama.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru