09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Pendarahan di trimester pertama pada kehamilan

KategoriKehamilan
Di lihat2840 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

apakah mengalami pendarahan di trimester pertama kehamilan berbahaya? apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Kita mungkin pernah mengalami pendarahan pada awal masa kehamilan. Hal ini mungkin membuat kitab khawatir. Akan tetapi, ternyata pendarahan di awal masa kehamilan (trimester pertama) cukup banyak terjadi (10 hingga 25 persen wanita hamil mengalaminya) dan beberapa diantaranya tidak berkaitan dengan gangguan kesehatan serius. Berikut adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan pendarahan di awal masa kehamilan.

Baca juga: Cara ASI menangkal penyakit pada bayi

Penyebab pendarahan di awal kehamilan

1. Di awal masa kehamilan, sel telur yang telah dibuahi akan tertanam di dinting uterus. Hal ini biasanya diikuti dengan pendarahan ringan yang terjadi selama 1 atau 2 hari. Kemudian, ketika plasenta mulai menempel di endometrium (lapisan dinding uterus), hal ini juga akan diikuti oleh pendarahan ringan.

2. Ketika kehamilan berlangsung, hormon kehamilan akan mempengaruhi siklus hormonal normal pada wanita. Akan tetapi, terkadang siklus hormonal normal masih berjalan. Hal ini menyebabkan beberapa wanita masih mengalami pendarahan di sekitar waktu haid mereka.

3. Terkadang, pendarahan adalah pertanda terjadinya hamil aggur yang membuat janin tidak bisa berkembang dan bertahan hidup. Hamil anggur biasanya ditunjukkan dengan sel telur yang telah dibuahi berbentu gelembung-gelembung seperti anggur berisi cairan.

4. Pendarahan dapat menjadi pertanda adanya infeksi pada serviks, baik infeksi jamur atau bakteri, atau adanya polip. Polip adalah pertumbuhan daging yang tidak berbahaya di sekitar mulut rahim akibat level esterogen yang meninggi.

Baca juga: Makanan sumber yodium bagi ibu menyusui

Penanganan pendarahan saat hamil

Bila terjadi pendarahan pada awal masa kehamilan, ibu hamil perlu berkonsumtasi dengan ahli. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui adanya komplikasi, pemeriksaan, dan uji darah (untuk mengetahui kondisi hormonal ibu hamil). Sedikit bercak darah yang sering muncul tidak digolongkan sebagai gangguan berat. Akan tetapi, bila keluar bercak-bercak darah atau darah segar disertai kram pada perut, hal ini bisa merupakan gejala:

  • Keguguran
  • Kehamilan ektopik (embrio tertanam di tuba falopi).
  • Masalah pada plasenta di masa selanjutnya.

Ketika berkonsultasi dengan dokter, berikan informasi-informasi berikut:

  • Warna dari darah yang keluar (coklat, merah muda, atau merah segar)
  • Apakah aliran darahnya besar, ringan, atau mungkin disertai bekuan
  • Bila pendarahan disertai rasa sakit, pening, atau bila bunda merasa menggigil
  • Usahakan menggunakan pembalut atau panty liners untuk menampung darah yang keluar untuk memudahkan kita mengukur berapa banyak darah yang keluar. Beri tahukan kepada dokter berapa buah pembalut atau panty liners yang kita gunakan setiap harinya.

Baca juga: Manfaat sehat menyusui bagi bunda dan si bayi

Bila terjadi pendarahan pada trimester pertama, tindakan pertolongan pertama yang paling efektif adalah banyak beristirahat. Dengan istirahat total kita mengurangi resiko terjadinya keguguran. Selain itu, tingkatkan asupan asam folat selama kehamilan. Asam folat dapat mendukung fungsi plasenta dan membuatnya tertanam dengan lebih kuat di dinding rahim. Mengkonsumsi cukup asam folat dapat mengurangi resiko terjadinya keguguran.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru