09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Pentingnya pemeriksaan tekanan darah selama kehamilan

KategoriKehamilan
Di lihat777 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

manfaat menjaga tekanan darah pada ibu hamil

Adalah normal bila tekanan darah bunda berubah selama masa kehamilan. Selama hamil, produksi hormon progesteron bertambah, hormon ini akan merilekskan dinding pembuluh darah sehingga tekanan darah ibu hamil akan menurun. Hal ini terjadi selama trimester pertama dan kedua masa kehamilan dan mungkin membuat bunda merasa lemas dan sedikit pening bila berdiri terlalu lama. Tekanan darah ibu hamil biasanya kembali normal beberapa minggu sebelum bayi lahir.

Baca juga: 7 Cara efektif melatih ketajaman mata si kecil

Selama masa kehamilan, bunda sebaiknya melakukan check up rutin ke dokter kandungan. Dokter akan memeriksa tekanan darah ibu hamil pada saat check up rutin untuk melihat adanya kemungkinan terjadinya pre-eclampsia. Pre-eclampsia adalah gangguan yang ditandai tingginya tekanan darah dan ditemukannya protein dalam urin ibu hamil.

Fungsi plasenta yang tidak normal disebut-sebut sebagai penyebab gangguan ini. Pre-eclampsia dapat mengganggu perkembangan janin karena mempengaruhi suplai nutrisi dan oksigen bagi janin bahkan memperbesar resiko bayi lahir prematur. Pre-eclampsia yang tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan komplikasi lain, seperti eclampsia dan sindrom HELLP.

Jenis hipertensi pada ibu hamil

Terdapat 2 jenis tekanan darah tinggi selama kehamilan, yaitu:

  1. Hipertensi esensial. Hipertensi esensial adalah hipertensi yang terjadi sebelum minggu ke-20 kehamilan. Bila bunda mengalami hipertensi esensial, kemungkinan bunda memiliki tekanan darah tinggi sebelum kehamilan berlangsung. Hal ini dapat dipastikan bila tekanan darah bunda tetap tinggi setelah bayi lahir.
  2. Hipertensi gestasional. Hipertensi gestasional adalah sebutan untuk hipertensi pada masa kehamilan. Tandanya, tekanan darah tinggi terjadi setelah minggu ke-29 masa kehamilan. Hipertensi gestasional biasanya diatasi dengan obat-obatan penurun tekanan darah bila tekanan darah sedang tinggi.

Baca juga: Apakah air sabun memicu infeksi saluran kencing?

Kedua jenis tekanan darah tinggi di atas dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya pre-eclampsia. Tanda-tanda pre-eclampsia antara lain:

  • terjadi pembengkakan secara tiba-tiba pada wajah, telapak tangan, dan telapak kaki
  • masalah pada penglihatan
  • sakit kepala yang hebat
  • merasa tidak enak badan

Tips penanganan tekanan darah tinggi pada wanita hamil

Bila bunda mengalami hipertensi gestasional, tekanan darah biasanya kembali normal setelah beberapa minggu setelah persalinan. Bila tekanan darah tetap tinggi hingga beberapa waktu setelah kelahiran, biasanya akan diberikan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah sehingga tekanan darah akan normal setelah beberapa minggu. Hal ini bukanlah masalah selama ditangani dengan baik, namun bila tidak ia bisa menyebabkan gangguan jantung dan stroke di masa mendatang.

Baca juga: Waspada: 6 Zat aditif pada makanan!

Untuk menjaga tekanan darah tetap normal selama kehamilan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain:

  • lakukan check up kehamilan secara rutin.
  • pastikan dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan urin dalam tiap sesi check up.
  • lakukan olah raga ringan secara rutin, seperti yoga atau berjalan-jalan santai.
  • Konsumsi diet seimbang dan batasi konsumsi garam.
  • Hubungi dokter dengan segera bila bunda merasa kurang sehat, walaupun bukan waktu untuk melakukan check up rutin.
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru