09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Penyebab munculnya gejala baby blues paska melahirkan

KategoriKehamilan
Di lihat641 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

kenapa ibu melahirkan bsa mengalami baby blues dan bagaimana cara menyembuhkanya?

Bunda yang baru melahirkan tentu merasa senang atas kehadiran si mungil, namun perasaan senang ini terkadang disertai dengan perasaan lelah karena harus berhadapan dengan tugas baru yang tidak ringan yaitu menjadi seorang ibu. Sesaat setelah kelahiran, banyak wanita yang menjadi lebih sensitif, lebih mudah menangis, dan suasana hatinya mudah berubah. Terkadang bunda merasa sangat bahagia ketika melihat wajah si kecil yang tidur nyenyak, namun terkadang secara tiba-tiba bunda bisa menagis untuk alasan yang tidak begitu jelas.

Baca juga: Cara membuat buah kering untuk anak

Ibu yang baru melahirkan juga dapat merasakan kecapean, mengalami kecemasan, perubahan nafsu makan, gangguan tidur, dan gelisah. Terkadang muncul kehawatiran akan ketidakmampuan bunda untuk menjadi ibu yang baik bagi si kecil. Hal-hal yang berkaitan dengan naik turunya emosi pada ibu yang baru melahirkan sering disebut dengan istilah ‘baby blues’. Menurut para ahli kondisi ini normal terjadi dipekan-pekan pertama setelah kelahiran. Faktanya hampir 80 persen ibu melahirkan mengalami kondisi ini.

Penyebab kondisi baby blues

Ada beberapa teori yang berkembang dikalangan para ahli mengenai penyebab baby blues pada ibu yang baru melahirkan, dan yang paling popular adalah teori perubahan fisik atau hormonal dan emosional. Sesaat setelah kelahiran, terjadi perubahan fisik dan hormonal yang cukup drastis pada tubuh wanita, hormon-hormon yang terlibat dalam kenamilan mulai drop, air susu ibu mulai diproduksi, bunda juga mungkin merasa kelelahan setelah melewati persalinan.

Baca juga: Tips memasak sayur untuk anak balita

Selain faktor fisik, kondisi emosional juga berpengaruh pada munculnya gejala babby blues. Mungkin bunda terlalu khawatir dengan kesehatan si kecil yang terkadang menolah disusui, mungkin bunda juga merasa khawatir saat air susu yang dihasilkan tidak sebanyak yang diharapkan, atau secara umum bunda mengalami kecemasan salam menghadapi perubahan rutinitas yang cukup drastis setelah kelahiran si buah hati.

Penanganan ibu yang mengalami baby blues

Berita baiknya baby blues bukanlah penyakit atau kondisi mental yang harus ditakutkan, seiring dengan waktu gejala-gejala baby blues akan hilang dengan sendirinya tanpa tindakan medis tertentu. Support dari pasangan serta keluarga besar dan cukup istirahat, adalah dua hal yang dapat mengembalikan kondisi bunda seperti semula.

Memberikan semangat dan mendampingi setiap aktivitasnya adalah upaya terbaik pasangan bagi bunda yang mengalami baby blues. Pagi para ayah, sediakan waktu khusus untuk mendengar keluhan-keluhanya, jika perlu biarkan ia menangis untuk meluapkan emosinya. Saat ibu melahirkan mengalami kondisi ini, intinya dia perlu support dan diyakinkan bahwa apa yang menjadi tugas besarnya menjadi seorang ibu tidak akan ia kerjakan sendiri, ada pasangan dan keluarga yang selalu siap membantu dan mendampinginya.

Baca juga: 8 Info penting seputar makanan pendamping ASI

Baby blues atau depresi paska kelahiran?

Baby blues dan depresi paska kelahiran, atau postpartum depression, adalah dua hal yang berbeda meski beberapa gejala menunjukan adanya kesamaan. Baby blues umumnya hanya terjadi dipekan pertama setelah kelahiran, namun jika kondisi emosi serta kehawatiran berlebih bertahan sampai 2-3 pekan setelah kelahiran atau cukup menganggu aktivitas bunda, sebaiknya segera menemui dokter untuk berkonsultasi. Terlebih jika dalam keluarga ibu melahirkan mempunyai riwayat depresi.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru