09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Seberapa bahayakah kuman dan bakteri bagi kesehatan anak?

KategoriKesehatan
Di lihat605 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

bakteri sumber penyakit

Apa yang pertama kali terlintas di benak ayah bunda ketika mendengar kata kuman atau bakteri? Sebagian besar dari kita mungkin menghubungkan organisme bersel satu ini dengan berbagai gangguan kesehatan yang merugikan. Namun tahukah ayah dan bunda bahwa kontak manusia dengan mikroorganisme tersebut ternyata juga memiliki manfaat dan tidak selalu merugikan?

Hygiene Counsil, suatu perkumpulan para ahli kesehatan dunia yang berfokus pada bidang higiene, telah melakukan survei berkaitan dengan pengaruh kuman dan bakteri terhadap kesehatan. 77% dari para ibu yang menjadi peserta survei ternyata percaya bahwa kontak dengan kuman dan bakteri dapat membantu tubuh anak-anak membangun sistem imun mereka.

Baca juga: Sumber protein nabati terbaik untuk anak

Pendapat ini ternyata didukung oleh suatu teori yang sering disebut Hygiene Hypothesis. Teori ini menyebutkan bahwa kontak antara tubuh manusia dengan kuman dan bakteri, terutama pada saat seseorang menginjak usia bayi dan balita, dapat melatih sistem imun dan memperkuatnya. Menurut teori ini, sistem imun tubuh manusia membutuhkan semacam latihan supaya di masa depan ia bisa kuat menghadapi infeksi kuman dan bakteri.

Namun hal ini bukan berarti kita akan mengabaikan faktor kebersihan dan kesehatan, misalnya membiarkan anak-anak memakan makanan yang jatuh ke tanah atau meninggalkan imunisasi. Kita tetap harus menentukan batasan-batasan dimana cara hidup higienis perlu diterapkan, tentunya dalam kadar yang proporsional.

Hewan peliharaan dan anak-anak

Hewan peliharaan tentunya tidak higienis. Jadi, perlukah kita menjauhkan bayi dan balita yang sistem imunnya masih lemah dari kucing dan anjing peliharaan di rumah?

Jawabannya adalah tidak. Penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang tumbuh bersama hewan peliharaan lebih jarang terkena penyakit asma dan alergi. Akan tetapi, tentunya kita tetap harus mempertimbangkan faktor kebersihan. Jauhkan anak-anak dari sisa makanan dan mainan hewan peliharaan yang telah terkena air liurnya serta kotoran hewan karena mereka bisa menjadi sarang bakteri yang berbahaya.

Baca juga: Cara yang benar dalam memasak sayuran dan buah-buahan

Penggunaan sabun anti-bakteri

Beberapa ahli kesehatan meragukan efektifitas sabun anti-bakteri dibanding sabun lain. Mereka juga mempertanyakan penggunaan beberapa bahan dalam sabun anti-bakteri karena dinilai berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, penggunaan sabun anti-bakteri mungkin memiliki resiko di samping manfaatnya.

Para ahli juga berpendapat bahwa kuman, bakteri, dan jamur yang ada di sekitar kita sebagian besar tidaklah berbahaya. Untuk menghindarkan anak-anak dari mikroorganisme berbahaya, biasakan mereka mencuci tangan setelah bermain, setelah datang dari daycare, sebelum makan, setelah makan, sebelum tidur, dan setelah melakukan aktivitas lainnya. Durasi mencuci tangan juga harus diperhatikan, idealnya sama dengan waktu bila kita menyanyikan lagu “Happy Birthday” 2 kali.

Hati-hati dengan penggunaan antibiotik

Di Indonesia, antibiotik digunakan secara luas di masyarakat. Sayangnya, antibiotik seringkali digunakan secara tidak bijaksana untuk penyakit-penyakit yang tidak memerlukannya. Contohnya untuk penyakit ISPA seperti batuk, pilek, dan radang tenggorokan yang merupakan penyakit viral, antibiotik juga sering digunakan. Padahal untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus (penyakit viral), pemberian antibiotik bukanlah penyelesaian yang tepat dan malah bisa merugikan.

Antibiotik akan membunuh bakteri baik yang terdapat di sistem pencernaan kita. Padahal, bakteri baik tersebut sangat bermanfaat bagi penernaan. Penggunaan antibiotik yang berlebihan juga akan menurunkan fungsinya karena membuat bakteri menjadi resisten terhadap obat-obatan tersebut.

Baca juga: Manfaat sehat jeruk untuk si mungil

Menjauhkan keluarga tercinta dari infeksi bakteri

Berikut adalah beberapa langkah mudah untuk menghindarkan keluarga kita dari infeksi bakteri berbahaya:

  • Gunakan talenan dan pisau yang berbeda untuk memotong daging mentah (misalnya daging sapi dan unggas) dan seafood dengan yang kita gunakan untuk mengolah bahan makanan lain.
  • Jangan memebiarkan makanan berada di udara terbuka selama lebih dari 2 jam setelah dimasak.
  • Bersihkan dan sterilkan dapur setelah sebelum dan setelah memasak, misalnya dengan sanitizing wipe.
  • Bersihkan dan sterilkan permukaan kamar mandi sesering mungkin, terutama bila ada anggota keluarga yang sakit.
  • Biasakan mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan hewan peliharaan, sebelum dan setelah menyiapkan makanan, setelah ke kamar mandi, setelah mengganti popok bayi, dan bila kedua tangan tampak kotor.
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru