09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Seputar infeksi telinga pada bayi dan penanganannya

KategoriBayi
Di lihat9821 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

informasi seputar infeksi telinga pada bayi

Infeksi telinga tengah adalah gangguan kesehatan yang umum menyerang anak-anak. Bahkan menurut penelitian, 3 dari 4 anak pernah mengalami infeksi telinga sebelum usia mereka menginjak 3 tahun. Resiko tertinggi infeksi telinga terjadi pada si kecil yang berusia 6 hingga 18 bulan. Gangguan kesehatan pada organ pendengaran ini biasanya terdeteksi setelah bayi mengalami pilek dan sakit tenggorokan. Bayi yang mengalami infeksi telinga, cenderung merasa tidak nyaman dan sakit di bagian telinganya, yang sering ditandai kebiasaan si kecil yang suka menarik-narik daun telinganya.

Baca juga: 4 Tips mencegah gigi berlubang pada balita

Telinga terdiri atas 3 bagian, yaitu telinga luar (meliputi cuping telingan dan saluran telinga luar), telinga bagian tengah (yaitu sisi dalam gendang telinga yang dihubungkan dengan tenggorokan oleh saluran eustachius), dan telinga bagian dalam (berisi syaraf yang dapat mendeteksi suara). Infeksi telinga tengah (Otitis media) biasanya terjadi karena infeksi virus atau bakteri di telinga bagian tengah. Jika tidak ditangani segera, infeksi bakteri dapat menjadi penyebab infeksi telinga akut.

Gejala infeksi telinga pada bayi

Gejala yang mungkin muncul adalah demam, sering mengantuk, kehilangan nafsu makan, mual atau muntah, sakit kepala, dan kehilangan keseimbangan. Bayi yang masih kecil mungkin menarik-narik telinga atau memasukkan jarinya ke lubang telinga yang terinfeksi.

Terkadang, infeksi telinga bagian tengah tidak menunjukkan gejala khusus, namun membuat si kecil sering merasa telinganya sakit, atau merasakan tekanan atau sensasi penuh di telinganya. Bayi yang terinfeksi mungkin akan sering menangis terutama pada malam hari ketika ia sedang berbaring.

Pada kondisi yang lebih parah, infeksi telinga dapat menyebabkan gendang telinga pecah atau berlubang dan disertai keluarnya darah. Hal ini dapat mengurangi tekanan di dalam telinga yang terbentuk karena infeksi sehingga mengurangi rasa sakit. Gendang telinga yang pecah, bisa sembuh setelah beberapa waktu.

Baca juga: Tips memilih pasta gigi untuk anak

Akibat infeksi telinga pada bayi

Infeksi telinga bisa menyebabkan gangguan pendengaran sementara. Infeksi yang berulang bisa menyebabkan terbentuknya cairan tebal seperti lem pada telinga bagian tengah. Hal ini biasanya dikaitkan dengan gangguan pendengaran yang menyebabkan masalah perilaku, bahasa, dan pendidikan.

Untuk mengatasi infeksi telinga, berkonsultasilah dengan dokter pada awal terlihatnya gejala-gejala di atas. Bahkan setelah si kecil sembuh, ayah dan bunda sebaiknya tetap membawa si kecil ke dokter sesekali untuk memastikan infeksi di telinganya sudah benar-benar bersih dan tidak ada tanda-tanda terbentuknya cairan seperti lem yang disebutkan di atas.

Penanganan infeksi telinga

Dokter yang menangani infeksi telinga biasanya tidak meresepkan antibiotik, kecuali bila gejala infeksi berlangsung selama lebih dari 24 jam. Sebagian besar anak akan membaik setelah beberapa hari diberi antibiotik, namun tetap lanjutkan pengobatan sampai selesai. Menghentikan pengobatan sebelum tuntas bisa membuat infeksi timbul kembali. Kadang-kadang dokter ingin memeriksa kembali kondisi bayi setelah sembuh, untuk melihat apakah infeksi sudah benar-benar bersih.

Anak yang mengalami infeksi telinga berulang-ulang atau bila sudah timbul cairan seperti lem di telinga membutuhkan penanganan dan konsumsi antibiotik yang lebih lama. Terkadang dilakukan penyisipan grommet, yaitu tabung ventilasi khusus yang berfungsi mencegah cairan terkumpul di sisi dalam gendang telinga dan mempertahankan pendengaran. Memasukkan grommet ke telinga adalah prosedur yang umum dan dilakukan dibawah anestesi.

Pencegahan infeksi telinga

Baca juga: 3 Langkah menumbuhkan balita cerdas

Sampai hari ini belum ditemukan cara mencegah infeksi telinga. Akan tetapi ada beberapa hal yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan meningkatnya resiko infeksi telinga pada anak, yaitu orang tua yang merokok, anak yang mengkonsumsi susu formula (bukan ASI), dan interaksi dengan anak lain yang mungkin menderita infeksi telinga.

Bila si kecil mengalami infeksi telinga, atau bila ayah dan bunda menemukan bahwa pendengaran si kecil sepertinya terganggu, lakukan monitoring terus menerus dan mintalah pertolongan medis segera. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan pendengaran yang lebih serius.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru