09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Sering keputihan saat hamil, apakah kondisi ini normal?

KategoriKehamilan
Di lihat845 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

cara mengatasi keputihan saat hamil

Menurut situs Wikipedia, berdasarkan penyebabnya, keputihan digolongkan kedalam dua kelompok besar, yaitu keputihan patologis yang disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri, dan keputihan non-patologis yang normal terjadi dan dipicu oleh perubahan hormonal tubuh. Beberapa wanita mengalami keputihan saat hamil, hal ini disebabkan karena adanya peningkatan kadar hormon estrogen dan adanya peningkatan aliran darah ke daerah kewanitaan.

Cairan keputihan yang normal tidak berbau dan tidak menyebabkan sakit atau gatal didaerah kewanitaan. Cairan keputihan tersebut dihasilkan dari mulut rahim dan organ kewanitaan. Umumnya para wanita hamil mendapati produksi cairan keputihan semakin meningkat saat mendekati masa-masa persalinan.

Baca juga: Kandungan nutrisi istimewa dalam ASI

Diawal-awal kehamilan, cairan yang disekresikan akan melingkupi permukaan mulut rahim membentuk lapisan pelindung. Saat mendekati masa-masa persalinan, lapisan pelindung dalam mulut rahim tersebut mulai menipis dan mulut rahim mulai membuka, dan kondisi ini menyebabkan keluarnya lendir lewat organ kewanitaan. Cairan keputihan tersebut dapat disertai dengan bercak-bercak darah.

Keputihan saat hamil: Kapan harus waspada?

Meski keputihan non-patologis umum terjadi selama masa kehamilan terutama menjelang masa-masa persalinan, ibu hamil sebaiknya segera menemui dokter kandungan atau bidan saat menemui lendir yang keluar lebih cair dan berwarna jernih. Umumnya agak sulit untuk membedakan antara cairan akibat keputihan dengan kebocoran air ketuban. Jika bunda merasa tidak yakin, sebaiknya segera temui dokter atau bidan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Ibu hamil juga sebaiknya menghubungi dokter kandungan atau bidan saat usia kehamilan menginjak 37 minggu dan disertai dengan meningkatnya jumlah cairan yang keluar dari organ kewanitaan terutama saat cairan nampak seperti air yang berlendir, dan disertai dengan bercak darah yang membuat cairan menjadi berwarna pink atau coklat tua. Kondisi-kondisi tersebut dapat merupakan tanda-tanda kelahiran prematur.

Baca juga: Sakit saat menyusui akibat penyumbatan kelenjar susu

Tanda-tanda infeksi berupa munculnya cairan putih yang disertai dengan rasa sakit, gatal, panas, atau saat bagian kewanitaan nampak mengalami peradangan, kemungkinan besar ibu hamil mengalami infeksi ragi (yeast infection), dah sebaiknya segera menemui dokter kandungan atau bidan untuk memperoleh penanganan medis.

Jika cairan lendir yang keluar berbau amis dan berwarna kuning atau kehijauan ada peluang si pengidap mengalami infeksi penyakit kelamin yang ditularkan melalui aktifitas hubungan badan. Tanda lain dari infeksi penyakit ini adalah sensasi sakit, gatal, dan ketidak nyamanan saat buang air kecil atau saat berhubungan suami istri.

Tindakan penanganan keputihan saat hamil

Jenis keputihan saat hamil yang tidak disebabkan olah penyakit tidak memerlukan penanganan khusus. Tidak ada cara efektif untuk menghentikan keluarnya cairan keputihan. Yang dapat ibu hamil lakukan demi kenyamanan misalnya dengan menggunakan pembalut wanita jika dirasa perlu.

Baca juga: Tips agar ASI tetap banyak

Untuk menjaga kesehatan daerah kewanitaan, jaga kebersihan area kewanitaan, gunakan celana dalam berbahan katun, hindari penggunaan celana ketat, hindari penggunaan sabun termasuk sabun khusus daerah kewanitaan. Penggunaan sabun pada daerah kewanitaan dapat mengganggu kesetimbangan bakteri yang normal hidup disana dan dapat memperbesar resiko infeksi penyakit lainya.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru