09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Tips alami mengatasi konstipasi pada bayi

KategoriBayi
Di lihat3579 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

bagaimana cara mengatasi sembelit pada bayi?

Tidak ada acuan pasti mengenai berapa kali normalnya si kecil harus puup dalam sehari, para ahli menyatakan frekuensi puup si kecil dipengaruhi oleh beragam faktor termasuk diantaranya jenis makanan dan minuman yang ia konsumsi, tingkat keaktifan, dan seberapa cepat sistem pencernaanya mampu mengolah dan menyerap makanan. Yang terpenting adalah ayah bunda harus mengenali rutinitas puup si kecil. Saat frekuensi puup mereka lebih jarang dari biasanya, maka ada kemungkinan si buah hati mengalami konstipasi.

Baca juga: Tips meredakan demam si kecil secara alami

Disamping menurunnya frekuensi puup si kecil, konstipasi pada bayi juga dapat ditandai saat feses mereka kering, serta sulit dikeluarkan. Umumnya hal ini ditandai dengan perut kembung dan seringnya mereka menangis saat buang air besar.

Penyebab konstipasi pada bayi

Penyebab umum konstipasi pada bayi berkaitan erat dengan pola makan mereka. Berikut adalah beberapa penyebab konstipasi berdasarkan pola makan si kecil.

1. Konstipasi pada bayi yang minum ASI atau susu formula.

Bayi yang masih mengkonsumsi ASI biasanya jarang mengalami konstipasi. Pasalnya, kandungan nutrisi ASI yang seimbang tidak akan menimbulkan masalah pada sistem pencernaan si kecil. Berbeda dengan ASI, pencernaan bayi bisa saja penunjukkan reaksi negatif terhadap beberapa komponen yang terkandung dalam susu formula. sehingga konstipasi lebih sering terjadi pada bayi yang mengkonsumsi susu formula. Jika si kecil diketahui mengalami sembelit, solusinya, ganti merk susu formula atau hubungi dokter anak untuk memperoleh panduan lebih detail.

2. Konstipasi pada bayi yang mulai mengkonsumsi makanan semi padat.

Pada saat bayi menginjak usia 6 bulan atau lebih, biasanya ayah bunda mulai mengenalkan makanan semi padat. Di negara kita, salah satu makanan yang paling sering diberikan adalah sereal bayi berbahan dasar beras. Sereal berbahan dasar beras memang memiliki tekstur lembut dan mudah ditelan, namun kurang kandungan seratnya. Bila bayi mengonsumsi bahan makanan dengan kandungan serat yang rendah, ia akan lebih rawan mengalami konstipasi. Untuk mengatasinya, perbanyak jenis makanan yang kaya akan serat seperti buah-buahan, sayuran, dan sereal oat khusus bayi.

Baca juga: 5 Tanda saat si kecil radang tenggorokan

3. Konstipasi pada bayi diatas 1 tahun, balita, dan anak-anak.

Ketika si kecil sudah lebih besar dan menu makanannya sudah mulai bervariasi, penyebab konstipasi sama dengan yang biasa terjadi pada orang dewasa. Penyebab konstipasi pada usia ini antara lain kekurangan serat, kurang minum, dan kurang berolahraga. Saat mereka makan, pastikan menu makanan mengandung cukup serat, cukup minum, serta cukup berolahraga atau beraktifitas secara fisik.

Makanan untuk bayi yang menderita konstipasi

1. Ganti sereal bayi. Bila si kecil yang mengkonsumsi makanan semi padat mengalami konstipasi, mungkin penyebabnya adalah sereal yang dikonsumsinya. Bila anda memberikannya sereal berbahan dasar beras, ganti dengan sereal berbahan dasar oat.

2. Menambah kandungan serat pada sereal bayi. Bila bayi lebih besar dan anda merasa tidak ada masalah dengan sereal berbahan beras, maka tips ini mungkin bisa membantu. Campurkan satu sendok makan penuh jus buah apel, prune, aprikot, atau pir dengan sereal bayi yang disajikan bagi si kecil. Buah-buahan tersebut memiliki kandungan serat yang tinggi dan bisa memperlancar pencernaan. Khusus bayi yang sudah lebih besar, bunda dapat mencampurkan lebih dari 1 sendok makan jus buah-buahan tersebut ke dalam sereal bayi.

3. Meningkatkan konsumsi sayuran. Bila bayi sudah bisa makan sayuran, cobalah untuk meningkatkan konsumsi sayurannya dalam setiap porsi makanya. Berikan sayuran seperti bayam dan brokoli, namun hindari wortel dan kentang. Didalam perut kedua jenis sayuran ini dapat memicu produksi gas sehingga dapat memperparah konstipasi.

4. Minum air. Kurang minum adalah penyebab umum dari konstipasi. Karena itu, disamping ASI dan makanan semi padat, beri si kecil banyak air putih.

5. Jangan berlebihan. Jangan memberi terlalu banyak makanan berserat kepada si kecil karena akan menimbulkan reaksi pencahar yang terlalu tinggi. Pada bayi yang sudah lebih besar terlalu banyak serat mungkin hanya akan membuatnya sering buang air dan menimbulkan rasa kurang nyaman. Namun, dampaknya bisa lebih serius bagi bayi yang masih kecil, terutama bila mereka dehidrasi.

Baca juga: Tips menangani sakit mata pada anak

Kapan harus menghubungi dokter?

  • Konstipasi berlangsung hingga lebih dari 2 minggu
  • Bayi menderita demam
  • Bayi mulai muntah
  • Berat badan bayi turun drastis, serta
  • Terdapat darah pada feses bayi
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru