09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Tips mencegah dan mengatasi asma pada balita

KategoriKesehatan
Di lihat3959 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

tips merawat balita yang terkena asma

Asma adalah gangguan pernapasan yang sangat umum terjadi pada anak-anak, termasuk balita. Para ahli mengkategorikan kondisi ini sebagai gangguan kesehatan serius. Bila buah hati anda didiagnosa mengidap penyakit asma, sangat penting untuk melakukan check up secara teratur ke dokter serta ayah bunda harus mengetahui tindakan penanganan bila penyakit tersebut kambuh. Ayah bunda tidak perlu terlalu risau, dengan penanganan medis yang tepat penyakit asma pada anak bisa dikontrol.

Baca juga: 5 Jenis minuman terlarang untuk bayi

Lebih lanjut tentang asma pada balita

Si buah hati yang mengidap asma memiliki saluran pernapasan yang sangat peka. Bila saluran pernapasan tersebut mengalami iritasi, ototnya akan mengencang, permukaannya meradang, dan produksi mukus atau lendir akan meningkat. Penyempitan dan peradangan pada saluan pernapasan menyebabkan mengi, susah bernafas, batuk, dan merasa sesak di dada.

Pemicu serangan  asma pada anak satu dengan lainnya bisa bervariasi, namun secara umum serangan asma dapat dipicu oleh hal-hal di bawah ini:

  • Pilek atau infeksi pernafasan
  • Zat di udara yang bisa menyebabkan iritasi, misalnya serbuk sari tumbuhan, spora jamur, dan asap rokok
  • Tungau debu
  • Bulu hewan
  • Bahan makanan tertentu
  • Aktifitas fisik
  • Perubahan temperatur
  • Perubahan emosi yang ekstrim, seperti menangis dan tertawa

Diagnosa asma pada balita

Bila balita mengalami mengi dan sesak nafas, bunda mungkin mengira itu adalah gejala asma. Namun ternyata, gejala tersebut bisa merupakan tanda adanya penyakit lain. Saluran pernapasan balita sangat sempit, menyebabkannya lebih rentan untuk mengalami gejala tersebut. Gejala mengi dan sesak nafas juga bisa terjadi ketika udara dingin atau ketika ada serangan virus. Setelah balita berusia 3 tahun, saluran pernafasannya melebar dan gejala-gejala tersebut mungkin hilang dengan sendirinya.

Pada usia balita, cara paling efektif untuk mendiagnosa penyakit asma adalah dengan pemeriksaan yang sering dan menyeluruh oleh dokter anak. Berikan informasi-informasi di bawah ini utnuk membantu pemeriksaan:

  • Serangan mengi, sesak nafas, dan batuk yang berulang, terutama bila tidak ada gejala yang bisa diidentifikasikan sebagai penyakit lain.
  • Kecenderungan bahwa gejala tersebut semakin parah bila malam tiba atau pada dini hari.
  • Kecenderungan bahwa gejala tersebut disebabkan oleh aktivitas fisik.
  • Kecenderungan bahwa gejala tersebut disebabkan oleh iritan di udara.
  • Asma merupakan penyakit menurun. Bila ada keluarga dekat yang mengidap asma, kemungkinan anak yang mengalami gejala sesak nafas dan mengi adalah pengidap asma.

Baca juga: 5 Tips alami mengatasi susah BAB pada anak

Merawat balita penderita asma

1. Bila anak didiagnosa menderita asma, dokter umumnya akan meresepkan pereda asma, seperti Ventolin. Obat-obatan ini harus dibawa ke mana saja si kecil bepergian, misalnya, ketika bermain atau ke tempat penitipan anak dan digunakan bila tanda-tanda penyakit mulai muncul.

2. Anak dengan gejala asma mungkin diberikan obat-obatan untuk mencegah serangan asma. Obat-obatan ini mengurangi sensitifitas saluran pernapasan, mengurangi peradangan pada saluran pernafasan akibat peradangan, dan mengurangi produksi lendir. Obat jenis ini harus digunakan setiap hari dan biasanya baru berdampak sempurna setelah dikonsumsi beberapa minggu.

3. Pemeriksaan teratur setidaknya 6 bulan sekali harus dilakukan, karena dokter harus memastikan obat-obatan yang diberikan sudah sesuai dan berdampak positif. Dokter juga bisa merencanakan penanganan terhadap serangan asma pada anak bersama orang tua.

4. Ayah dan bunda harus mengetahui cara paling tepat untuk menggunakan inhaler. Banyak ahli menemukan bahwa mayoritas pengidap asma tidak menggunakan inhalernya dengan cara yang benar. Dokter dan tenaga kesehatan bisa membantu anda mengetahui penggunaan inhaler yang paling tepat.

5. Sangat penting untuk menginformasikan kondisi si kecil kepada pengasuh serta cara penanganan serangan asma. Selalu sertakan informasi ini dan obat-obatan yang diperlukan kemana pun si kecil bepergian.

6. Catat waktu, tempat, dan kegiatan yang si kecil lakukan menjelang terjadinya serangan asma. Hal ini membantu ayah bunda untuk mengetahui pemicu serangan asma pada si kecil. Dengan adanya informasi ini kita dapat menjauhkan si kecil dari hal-hal yang bisa memicu gejala asma.

Baca juga: 5 Jenis makanan untuk kesehatan gigi si kecil

7. Tungau debu, atau lebih tepatnya kotorannya merupakan salah satu pemicu serangan asma yang paling umum, dan  tempat tidur anak umumnya adalah tempat favorit tunagu debu. Hal-hal di bawah adalah yang perlu dilakukan untuk memastikan tempat tidur aman bagi si kecil yang menderita asma:

  • Gunakan peralatan tidur berisi bulu karena tidak banyak menyimpan debu.
  • Gunakan kain ayng tenunannya rapat untuk bahan sarung bantal, sprei, dan selimut.
  • Jangan gunakan kulit domba.
  • Cuci peralatan tidur (bila mungkin) dan mainan anak seminggu sekali.
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru