09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Tips mengatasi sifat manja dan tidak sopan pada anak balita

KategoriPrilaku
Di lihat742 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Mengajarkan sopan santun dan tata krama pada anak balita

Sifat manja atau ingin diperhatikan normal pada si buah hati. Mereka belum bisa mandiri sehingga tingkat ketergantunganya pada ayah bunda sangat tinggi. Perhatian, waktu, dan kasih sayang dari orang tua membuat si kecil merasa aman dan dicintai. Namun ahli perkembangan anak sepakat jika si buah hati terlalu dimanja, tanpa dididik untuk disiplin dan mengendalikan keinginanya, maka dapat menimbulkan sifat tidak mandiri, manja, dan tidak mau mengalah.

Menjadi tantangan bagi ayah bunda untuk menyeimbangkan antara menyayangi si kecil dan pada saat yang sama melatih kedisiplinan si buah hati. Ada kalanya tanpa  disadari kita sebagai orang tua memanjakan mereka secara berlebih, memenuhi segala keinginannya. Terlalu memanjakan si kecil dapat menghambat sifat kemandirian, kesabaran, dan kestabilan emosi mereka dikemudian hari.

Biasanya orang tua sering memanjakan si kecil jika dia adalah anak tunggal atau anak yang telah lama dinanti-nanti. Memanjakan si buah tidak hanya dominasi ayah bunda, kakek nenek juga bisa melakukan hal yang sama. Jika perlu komunikasikan secara baik-baik kepada keluarga dan saudara tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dalam hal memberikan perhatian bagi si buah hati.

Apa yang salah dengan memanjakan anak?

Tidak ada yang salah denga memanjakan si kecil selama berimbang dan masih dalam batas-batas kewajaran. Memberikan perhatian dan kasih sayang tidak selalu diwujudkan dengan memberikan segala yang ia minta. Memanjakan mereka harus diimbangi dengan mendisiplinkan mereka secara adil dan tepat agar mereka dapat tumbuh mendaji pribadi yang mandiri dan tidak mudah putus asa.

Anak yang dimanjakan secara berlebih cendrung beranggapan bahwa keinginanya tidak punya batasan dan kemungkinan akan menjadi anak yang kurang peduli dengan perasaan orang lain, terus menerus merengek atau mengeluh, bersikap kasar dan bertingkah laku buruk, egois karena tidak pernah diajarkan untuk berbagi, dan kurang disukai oleh anak yang lain.

Mengajarkan sopan santun dan tata krama pada anak balita

Agar karakter si kecil berimbang, ajarkan sopan santun sejak usia dini. Harus diingat bahwa pemahaman tentang sopan santun bukanlah kemampuan bawaan sejak lahir, melainkan hasil dari pendidikan yang panjang terutama dari ayah dan bunda. Dalam sopan santun si anak akan belajar bagaimana menghargai sesama dan yang lebih tua, tidak memaksakan kehendak, dan tidak berprilaku buruk ketika berinteraksi dengan yang lain.

Meminta ijin ketika mau mengambil sesuatu, mengucapkan terimakasih, berkata permisi jika lewat orang yang lebih tua, tidak berteriak atau memaki, dan lain sebagainya adalah bagian dari konsep sopan santun yang harus ditanamkan kepada sikecil secara tegas, tanpa harus keras. Sebenarnya mendidik si anak agar mempunyai sifat-sifat yang baik adalah bagian dari menyayangi mereka.

Contoh perbuatan baik dari ayah bunda dan keluarga sangat membantu agar sikecil bisa menerima konsep sopan santun, tata krama, dan tidak manja. Hindari berkata kasar, keras, dan tidak pantas dari prilaku ayah bunda, terlebih jika dihadapan si buah hati.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru