09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Tips menghindari iritasi pada kulit lembut bayi

KategoriBayi
Di lihat1280 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Cara efektif merawat kulit lembut bayi

Kulit si kecil yang baru lahir memang begitu lembut dan halus, sekaligus sangat rentan. perlakuan pada kulit bayi tidak boleh disamakan dengan kulit ayah bunda sehingga. Konsekwensinya, dalam memilih produk perawatan kulit misalnya, harus dipilihkan jenis yang memang diformulasikan khusus bayi. Berikut ini adalah informasi seputar kulit bayi yang perlu ayah bunda ketahui serta panduan sederhana dalam merawat kulit lembut si mungil.

Baca juga: 3 Jenis minuman dan makanan pemicu gigi berlubang si kecil

Seputar kulit lembut si kecil

Sesaat setelah kelahiran, kulit bayi akan berwarna ungu kemerahan dan sedikit gelap dengan kulit di bagian kaki berwarna kebiruan. Pada kulit si kecil juga akan tampak adanya lapisan vernix. Vernix adalah lapisan putih yang berkembang pada kulit bayi ketika ia di dalam kandungan. Vernix berfungsi sebagai pelembab dan pelindung kulit bayi dari cairan ketuban, serta memiliki fungsi antibakteri. Setelah si kecil berusia beberapa hari, warna kulitnya akan berangsur menjadi lebih terang dan juga akan menjadi lebih kering.

Bayi memiliki lapisan luar kulit yang tipis, yang tidak hanya membuatnya begitu lembut namun juga rentan terhadap peradangan akibat trauma, tersengat panas matahari, atau iritasi zat kimia. Kulit bayi juga akan berubah kemerahan ketika ia menangis dan dapat berwarna keunguan ketika merasa kedinginan.

Tips merawat kulit bayi?

Ternyata, bunda tidak perlu memandikan si kecil setiap hari, selama kulit bayi dijaga tetap bersih dari air pipis dan kotoran, ia boleh dimandikan tiap 2 hingga 3 hari sekali. Jangan menggunakan sabun orang dewasa untuk memandikan si kecil karena bisa membuat kulit kering bahkan iritasi.

Sebagai gantinya, bunda bisa menggunakan pembersih khusus bayi yang bebas pewangi. Gunakan kain yang lembut untuk membersihkan kulit bayi. Tidak perlu membersihkan lubang-lubang tubuh seperti lubang telinga, karena telinga bayi masih lemah dan bisa terluka. Bersihkan saja kotoran pada cuping telinga bagian luar dengan kain yang lembut. Dan, jangan lupa membersihkan rambut si kecil dengan sampo khusus bayi. Setelah itu, langsung keringkan tubuh bayi dengan menggunakan handuk, kemudian kenakan pakaian.

Baca juga: Tips menangani anak yang gak suka makan sayur

Tidak disarankan untuk menambahkan baby oil pada air mandi si kecil. Pasalnya, ia akan membuat kulit bayi menjadi licin sehingga tangan bunda bisa terpeleset ketika memasukkan si kecil ke dalam bak mandi atau ketika mengangkatnya.

Saat kulit si kecil kering, bunda bisa mengoleskan pelembab khusus bayi 2 kali dalam sehari. Bila disarankan oleh dokter, pelembab bisa diberikan lebih dari 2 kali sehari. Pilih pelembab khusus bayi yang tidak mengandung pewangi, pengawet, atau pewarna.

Hindarkan bayi yang berusia kurang dari 6 bulan dari paparan langsung sinar matahari, terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00. Pada waktu tersebut, ultraviolet B pada cahaya matahari sangatlah intens. Jika ingin menghangatkan bada si kecil lewat sinar matahari, lakukan sebelum pukul 10 pagi. Pada usia ini si kecil belum boleh diberi krim pelindung matahari karena kulit si kecil yang begitu tipis dapat menyebabkan krim pelindung matahari terserap sehinga berpotensi membahayakan si kecil.

Cara menangani ruam popok

Ruam popok yang ditandai dengan memerahnya bagian kulit dibagian selangkangan atau belahan bokong sangatlah umum terjadi. Berikut ini adalah penyebab ruam popok:

  • Kulit bayi di sekitar ‘area popok’ terlalu basah karena air pipis atau kotoran mereka. Hal ini biasanya terjadi bila kita menggunakan popok model lama dan tidak cukup sering menggantinya.
  • Trauma pada kulit bayi karena kulit bayi terlalu banyak dibersihkan dengan cara digosok ketika mengganti popok. Penyebab lainnya adalah karena gesekan antara kulit bayi dan permukaan popok ketika bayi bergerak-gerak.
  • Zat penyebab iritasi yang terkandung baik dalam air pipis dan kotoran bayi (misalnya amonia) maupun zat kimia yang terdapat dalam sabun serta baby wipes (tissue bayi), bedak, dan krim yang digunakan di ‘daerah popok’.

Baca juga: 5 Tanda keterlambatan bicara pada balita

Berikut ini beberapa tips untuk mencegah dan mengatasi ruam popok:

  • Gantilah popok bayi lebih sering setelah mereka buang air besar atau kecil.
  • Jangan menggunakan baby wipes untuk membersihkan ‘area popok’. Sebagai gantinya gunakan kain lembut  yang dibasahi dengan air atau minyak zaitun.
  • Gunakan barrier cream setiap mengganti popok. Oleskan barrier cream sehingga membentuk lapisan besar dan tebal di atas kulit bayi. Pada saat penggantian popok selanjutnya jangan membersihkan sisa krim yang lama. Cukup oleskan lapisan krim baru di atas lapisan krim lama.
  • Sesekali biarkan bayi tanpa popok supaya kulit bayi di ‘area popok’ mendapatkan udara segar.
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru