09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Tips seputar merawat bayi yang baru lahir

KategoriBayi
Di lihat3152 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

cara merawat bayi yang baru lahir

Menjadi orang tua setelah kelahiran putra atau putri pertama memang tidaklah mudah. Banyak penyesuaian yang harus ayah bunda lakukan, sehingga mungkin terkadang membuat ayah dan bunda sedikit kebingungan. Namun, dengan kesabaran, ketelatenan, serta cinta dari ayah dan bunda, segala masalah seputar membesarkan si kecil pasti bisa diatasi. Disamping itu, sekarang sudah banyak media yang menyediakan informasi mengenai perawatan bayi yang baru lahir. Kini kita bisa dengan mudah mengaksesnya dari berbagai sumber, baik cetak maupun elektronik. Berikut ini terangkum informasi penting seputar bayi yang baru lahir.

Baca juga: Penyebab mimisan pada anak dan cara menanganinya

Seputar tidur si kecil yang baru lahir

Bayi yang baru lahir boleh saja tidur dalam satu ruangan dengan ayah dan bunda, namun juga boleh di ruangan yang terpisah. Yang penting, orang tua dengan mudah dapat memastikan keamanan si buah hati ketika terlelap. Bila si kecil tidur satu ruangan dengan orang tua, sebaiknya letakkan ia ditempat tidur terpisah dengan tempat tidur ayah dan bunda. Hal ini dilakukan untuk menghindari si kecil secara tidak sengaja terhimpit saat ayah bunda lelap tertidur.

Para ahli berpendapat bahwa mendekati usia 3 atau 4 bulan bayi sudah mulai menyadari bahwa ia berbagi ruang tidur dengan orang tua. Karenanya, ia mungkin meminta banyak perhatian dari ayah dan bunda, sekalipun di malam hari. Karena itulah beberapa orang tua memutuskan memindahkan bayi mereka ke ruangan lain yang dekat dengan kamar tidur orang tua sejak usia tersebut. Hal ini diperbolehkan, asalkan orang tua selalu waspada dan memperhatikan kebutuhan si kecil yang tidur di ruangan lain. Keuntungan lain dari memisah ruangan tidur si kecil dengan orang tua adalah menghindari kesulitan ketika si kecil harus tidur terpisah dari orang tua di masa mendatang.

Cara mengganti popok bayi

Di usia 2 hingga 3 bulan pertama, ayah dan bunda harus siap mengganti popok bayi hingga 8 kali sehari. Berikut adalah panduan sederhana untuk mengganti popok bayi.

1. Letakkan bayi di tempat yang aman dan nyaman baginya. Tempat yang dapat dipilih misalnya meja yang dibuat khusus untuk mengganti popok bayi atau di tempat tidur atau lantai yang sudah dialasi karpet plastik atau matras. Siapkan pula tempat popok bekas dan air hangat dalam wadah kecil.

Baca juga: Informasi seputar sembelit pada anak

2. Buka popok dengan perlahan, jika si kecil puup, bersihkan terlebih dahulu puupnya menggunakan kapas sekali pakai dan air hangat. Ambil popok yang sudah kotor, kemudian lipat sehingga isinya tidak berantakan. Masukkan popok ke kantong plastik.

3. Bersihkan lagi “area popok” si kecil dengan menggunakan kapas sekali pakai dan air hangat. Beri perhatian lebih pada bagian lipatan kulit bayi pada area popok. Selain kapas dan air, ayah bunda juga dapat menggunakan tisu basah. Pastikan memilih produk yang dibuat khsusus bayi untuk menghindari resiko iritasi.

4. Pasang popok baru yang bersih.

5. Sebelum membuang popok ke tempat sampah, pastikan si kecil berada di tempat yang aman, misalnya ranjang bayi yang dilengkapi pagar pembatas atau matras yang tergelar di lantai. Biasanya bayi belum bisa berguling hingga ia berusia beberapa bulan, namun tidak ada salahnya berjaga-jaga demi keselamatan si kecil.

Tips memandikan bayi

Bayi dapat merasa kepanasan dan berkeringat, karena itu tubuhnya perlu dibersihkan setiap hari dengan cara menyeka wajah, badan, dan area popok dengan kain yang dibasahi air hangat dan diberi sedikit sabun khusus bayi. Setidaknya seminggu sekali, si kecil perlu dibersihkan dengan lebih menyeluruh melalui mandi. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memandikan bayi pada bak mandi plastik

1. Sebelum mulai memandikan si kecil, pastikan semua peralatan yang dibutuhkan sudah siap, termasuk handuk, popok, sabun khusus bayi, dan pakaian bersih.

2. Memandikan tubuh bayi yang licin mungkin menakutkan pada awalnya. Gunakan satu tangan untuk menyangga leher, dan bahu bayi serta pastikan kepala bayi berada di atas permukaan air. Tangan yang lain digunakan untuk membersihkan tubuh bayi dengan kain lembut yang diberi sedikit sabun.

3. Bila sudah selesai, bilas seluruh sabun pada kulit bayi. Angkat tubuh bayi dari dalam bak mandi dan baringkan ia pada handuk yang telah digelar sebelumnya. Usap tubuh bayi dengan handuk hingga kering dan beri perhatian lebih pada bagian lipatan kulit bayi. Untuk menghangatkan tubuh si kecil, ayah bunda dapat memberikan minyak telon, setelah itu, pakaikan pakaian bayi.

Baca juga: Peran probiotik bagi kesehatan si kecil

Perkembangan bayi di 3 bulan pertama

Perkembangan si mungil dapat berbeda-beda satu dengan lainnya. Berikut adalah perkembangan bayi yang pada umumnya bisa mulai diamati pada 3 bulan pertama:

1. Ketika baru lahir, bayi belum bisa menyangga berat tubuhnya maupun kepalanya. Karena itu, ayah dan bunda perlu membantunya dengan melingkarkan lengan di bagian kepala dan leher saat menggendongnya.

2. Diusia sekitar 4 minggu bayi mulai bisa mengikuti sumber suara di dekatnya maupun gerak benda yang lalu lalang di hadapannya. Ia juga akan mulai bisa fokus pada wajah ayah dan bunda.

3. Diusia sekitar 6 minggu si kecil akan mulai bisa tersenyum dan meringis ketika melihat wajah ayah dan bundanya.

4. Diusia 12 bulan, si kecil mulai bisa tengkurap dan menyangga kepalanya sendiri. Ia juga mulai bisa bermain dengan mainan sederhana dan mulai tertarik dengan jari-jari dan kakinya sendiri.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru